Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Buruh - Orang Biasa

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Jalan Terjal Gareth Southgate pada Pemanasan Menjelang Piala Dunia 2022

22 September 2022   07:36 Diperbarui: 23 September 2022   09:40 789 40 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pelatih timnas Inggris, Gareth Southgate dan kapten tim, Harry Kane.| Foto: AFP/Justin Tallis via Kompas.com

Tim nasional Inggris mendapat apresiasi yang cukup luar biasa di perhelatan Piala Eropa 2020. Timnas Inggris tembus final, dan hanya kalah adu penalti (3-2) dari timnas Italia di stadion Wembley, Inggris. Meski kalah, tak sedikit pihak yang mengapresiasi performa timnas Inggris

Performa timnas Inggris selama turnamen sangat meyakinkan. Timnas Inggris tampak solid sebagai tim. Dari tujuh laga yang dilakonkan, timnas Inggris hanya kebobolan 2 gol. Faktor penekanan pada kualitas individual tak begitu kentara dalam racikan Pelatih Gareth Southgate. Yang nampak adalah permainan tim. 

Akan tetapi, performa solid Timnas Inggris terasa lenyap lantaran di empat laga terakhir, Inggris tak sekalipun meraih kemenangan. Bahkan timnas Inggris sempat digasak 0-4 oleh Hungaria yang berakibat pada ejekan dan sinisan dari suporter Inggris untuk anak-anak asuh Southgate. 

Situasi ini tentu saja saja menjadi alarm serius sebelum melaju ke perhelatan Piala Dunia pada bulan November-Desember mendatang.

Terlebih lagi, Inggris dikategorikan sebagai salah satu favorit yang bisa berbicara banyak di Piala Dunia. Salah satu alasannya karena performa Inggris di bawah kepelatihan Southgate begitu meyakinkan di Piala Eropa tahun lalu.

Alasan lainnya adalah Southgate kemungkinan besar membawa lagi skuad yang berhasil tembus final Piala Eropa ke Piala Dunia 2022. Rata-rata usia skuad timnas Inggris yang bermain di Piala Eropa masih muda. 

Yang berada di atas usia 30 tahun hanyalah Kyle Walker (31 tahun) dan Jordan Henderson (32 tahun). Selebihnya, para pemain masih berada di level usia 20-an tahun. 

Bahkan di antaranya masih berada di bawah usia 24 tahun, tetapi berkontribusi besar untuk klub yang mereka bela. Misalnya, Reece James (Chelsea -21 tahun), Mason Mount ( 22 tahun - Chelsea), Bukayo Saka (19 tahun - Arsenal), Jude Belingham (18 tahun - Borussio Dortmund), Marcus Rahsford (23 tahun - Manchester United), dan Jadon Sancho (21 tahun - MU).

Para pemain muda ini kemungkinan besar akan dipanggil kembali untuk menjadi bagian dari skuad ke Piala Dunia 2022. Umumnya, para pemain muda itu tampil meyakinkan bersama klub yang mereka bela. 

Rahsford dan Sancho yang musim lalu tampil agak menurun di MU mulai menemukan ritme terbaik di tangan pelatih Erik Ten Hag pada musim ini. Hal ini akan menjadi jaminan untuk kedua pemain muda MU ini dipanggil Southgate ke skuad "Tiga Singa", julukan timnas Inggris. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan