Mohon tunggu...
Gobin Dd
Gobin Dd Mohon Tunggu... Orang Biasa

Menulis adalah kesempatan untuk membagi pengalaman agar pengalaman itu tetap hidup.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tantangan Manny Pacquiao Kepada Pelaku Rasis di Amerika Serikat

2 April 2021   10:44 Diperbarui: 2 April 2021   14:10 324 13 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tantangan Manny Pacquiao Kepada Pelaku Rasis di Amerika Serikat
Legenda Petinju asal Filipina, Manny Pacquiao. Saat ini Pacquiao menjabat sebagai senator. Sumber foto: CNN Philippines.com

Tindakan rasis kepada warga asal Asia di Amerika Serikat (AS) ataupun warga negara Amerika Serikat berketurunan Asia sering terjadi di beberapa tempat. Sungguh disesalkan. Tak sedikit orang yang menjadi korban kekerasan rasial itu.

Tindakan kekerasan anti warga Asia cukup meresahkan. Petinju asal Filipina, Manny Pacquiao pun ikut bereaksi keras. Petinju yang juga berposisi sebagai politikus dan senator di Filipina ini menantang para pelaku kekerasan untuk menghadapinya.

Pacquiao juga menilai bahwa para pelaku kekerasan itu sebagai orang-orang pegecut. Pasalnya, mereka melakukan tindakan kekerasan kepada orang-orang yang tidak mempunyai salah apa-apa. Bahkan beberapa di antaranya diserang secara tiba-tiba.

Komentar Manny Pacquiao hadir ketika salah seorang ibu tua berketurunan Filipina diserang di kota New York. Karena ini, Manny Pacquiao menyeruhkan agar lebih baik pelaku kekerasan rasial bertarung dengan dirinya daripada menyerang orang-orang lemah dan tak bersalah (Inquirer.net 1/4/21).

Komentar Pacquiao ini bisa saja terlahir dari kekesalan. Kesal karena aksi kekerasan yang semestinya tidak boleh terjadi.

Satu arah dengan Manny Pacquiao, kekerasan kepada orang-orang asal Asia di AS harus dihentikan. Sebagaimana yang tertulis di halaman medsosnya, Manny Pacquiao menulis bahwa "kita hanya mempunyai satu warna di darah kita."

Ungkapan ini merupakan undangan positif untuk berpikir kalau kita semua sebenarnya sama. Makanya, kekerasan berdasarkan ras tidak boleh terjadi. 

Kekerasa rasila di AS bisa juga menjadi alarm serius untuk kepemimpinan Presiden Joe Biden yang baru naik kursi kekuasaan beberapa tahun lalu. Sekiranya, Presiden Joe Biden segera mencari cara agar tindakan rasis tersebut tidak terus terjadi.  

Prinsipnya, tindakan rasis tidak boleh terjadi. Apalagi di negara AS yang sangat mengedepankan asas demokrasi dan penghayatan pada Hak Asasi Manusia (HAM), di mana setiap orang mendapat tempat yang sama di lingkup sosial.

Ketika terjadi tindakan rasis, hal ini pun ikut mempertanyakan bagaimana asas demokrasi dan penghayatan HAM diwujudnyatakan dalam kehidupan setiap hari. Bahkan tindakan rasis seolah membahasakan jika kehidupan bernegara tidak bergerak maju, tetapi malah bergerak mundur.

Persoalan tindakan rasis kepada warga yang berketurunan Asia tidak boleh dipandang sebelah mata. Ini bisa membahasakan situasi kehidupan di dalam negara. Barangkali ada yang timpang pada pola pikir masyarakat yang berlaku rasis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x