Nurfahmi Budi Prasetyo
Nurfahmi Budi Prasetyo lainnya

Puja Kesuma-Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Batam). Lulusan Ilmu Politik Universitas Nasional, Jakarta. Enam tahun 'bersemedi' di Pondok Pesantren Assalaam, Solo. Pemburu kuliner dan 'buruh' media. (www.fahmilanisti.blogspot.com - @NurfahmiBP)

Selanjutnya

Tutup

Kandidat

Kiai Ma'ruf dan Arus Baru Ekonomi Keumatan

6 September 2018   08:06 Diperbarui: 6 September 2018   10:58 102 0 0
Kiai Ma'ruf dan Arus Baru Ekonomi Keumatan
Cawapres KH. Ma'ruf Amin (KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMO)

Cawapres Prof KH. Ma'ruf Amin, merupakan sosok tepat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain ulama, ia adalah seorang Guru Besar Bidang Hukum Ekonomi Islam.

Sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), fatwanya menjadi rujukan, terutama  dalam urusan hukum ekonomi Islam. Karena itu, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengukuhkan gelar tertinggi akademik kepadanya.

Kiai Ma'ruf, ulama yang banyak menggagas dan mengembangkan bidang perekonomian syariah Islam, termasuk mengeluarkan fatwa-fatwa terkait yang menjadi rujukan.

Narasi Besar yang ingin diangkatnya untuk diusulkan jadi bagian dari visi-misi paslon Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin ialah membangun suatu arus baru dalam sistem perekonomian di Indonesia. Ia menyebutnya sebagai sistem ekonomi keumatan.

Ekonomi keumatan atau ekonomi syariah sedang digandrungi di abad millennium ini. Di dunia, negara-negara barat yang notabene warganya bukan beragama Islam saja mengakui sistem keuangan berbasis syariah adalah solusi tepat berkeadilan dalam membangun tatanan perekonomian dunia.

Ekonomi syariah sudah menjadi rujukan perbankan di Eropa. Sistem ekonomi tersebut mulai merebut hati masyarakat Inggris. Tak hanya untuk kalangan muslim, bahkan warga non Muslim pun tertarik melakukan pengelolaan keuangan perbankan berdasarkan sistem syariah karena terjamin kepercayaannya.

"Keuangan Islam menarik bagi mereka yang setuju dengan prinsip-prinsip yang mendasari pemerataan dan perdagangan yang adil," kata Kepala Divisi Penjualan dan Pemasaran Ritel di Al Rayan Bank Tim Sinclair

Untuk itu, sebagai seorang ulama yang memiliki kelimuan dan kontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia, Kiai Ma'ruf Amin dinilai akan mampu membangkitkan ekonomi keumatan guna pemerataan kesejahteraan masyarakat. Hal ini ditopang oleh kemampuan yang dimilikinya dalam bidang ekonomi syariah.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Kiai Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto mengungkapkan, Kiai Ma'ruf berpengalaman sebagai legislator dengan menjadi ketua Komisi VI. Komisi yang bermitra dengan Pemerintah, menjadi check and balance di bidang kebijakan industri, kebijakan BUMN dan perdagangan.

Banyak orang tidak melihat sisi-sisi itu dari seorang KH Ma'ruf Amin. Bahkan, Hasto mengatakan bahwa paham ekonomi dari kubu Prabowo dan Sandi adalah ekonomi korporasi. Bukan ekonomi umat, di mana KH. Ma'ruf sangat memahami itu.

"Kalau Pak Sandi kan ekonomi korporasi. Pat gulipatnya dia tahulah. Bagaimana kekayaan naik secara drastis dia tahu. Tapi bagaimana tentang keumatan, tentang keadilan, itu Kiai Ma'ruf jauh lebih unggul dari Pak Sandi," beber Hasto.

Ekonomi keumatan dalam perspektif lain, menurut Hasto adalah ekonomi kerakyatan. Ma'ruf menurutnya adalah sosok yang bisa diterima luas oleh elemen masyarakat.

Ma'ruf, lanjut Hasto, juga sederhana, dan lebih mementingkan kepentingan bersama dibanding pribadi. Dalam pemahaman ekonomi, itu yang menurutnya membedakan dengan kubu Prabowo dan Sandi.

Dus, sosok Kiai Ma'ruf menjadi harapan baru untuk melengkapi kepemimpinan Jokowi. Seperti kepemimpinan dwitunggal Soekarno-Hatta, Jokowi-Ma'ruf diharapkan bisa memperkuat perekonomian Indonesia berbasis keumatan.

Sebagai seorang Ulama yang mengembangkan Islam secara moderat, Islam yang ramah terhadap sesama. Islam yang rahmatan lil alamin. Beliau diterima oleh seluruh golongan dengan baik, Kiai Ma'ruf adalah oase di tengah