Dody Kasman
Dody Kasman PNS

Pemerhati sosial budaya, penikmat musik dan film yang MJ Mania, Manchunian, Sheila Gank, Fatinistic, Vyanisty & Sahabat Sabyan. Twitter : @Dody_Kasman

Selanjutnya

Tutup

Hiburan Pilihan

Antara Via Vallen dan Nella Kharisma di Tahun Politik 2018/2019

13 Januari 2018   16:57 Diperbarui: 13 Januari 2018   17:47 1655 3 2
Antara Via Vallen dan Nella Kharisma di Tahun Politik 2018/2019
Foto: Tribunnews.com

Memasuki tahun 2018, nama Via Vallen nampaknya masih akan menjadi trending topic dalam waktu yang cukup lama. Popularitasnya terus melejit, dari pelosok hingga ke Ibu Kota. Suaranya bisa didengar hampir di waktu dan kesempatan. Maka tak salah jika rekan Kompasianer mas Didik Fitrianto mengaitkan fenomena Via Vallen dengan Pilpres 2019 dalam tulisannya yang berjudul "Ingin Menang Pilpres 2019? Bersekutulah dengan Via Vallen."

Dalam tulisannya mas Didik "memprovokasi" siapa saja yang berniat maju pada pertarungan perebutan kekuasaan nomor satu di negeri ini, jika ingin menang dapat/harus  menggandeng Via Vallen sebagai penarik suara dukungan. Penjelasan mas Didik sangat beralasan jika dikaitkan dengan popularitas Via Vallen saat ini. Bahkan saya sebagai salah satu pemerhatinya ikut tersanjung dengan segala pujian dan sanjungan pada Via Vallen yang dijelaskan dengan sangat masuk akal.

Meski demikian bukan berarti hanya Via Vallen yang potensial untuk dijadikan penjaring suara pada pesta demokrasi mendatang. Sebagaimana dua artikel terakhir saya yang juga membahas fenomena Via vallen, ada satu nama yang selalu saya sertakan yaitu Nella Kharisma. Namanya belakangan semakin populer menyusul kesuksesan Via Vallen dengan lagu-lagu berbahasa Jawa yang juga sering dibawakannya.

Perlahan tapi pasti Nella Kharisma mampu mengimbangi bahkan melebihi Via Vallen dalam beberapa hal. Nella Kharisma tercatat sebagai selebriti yang paling banyak ditelusuri di situs pencarian Google Indonesia sepanjang tahun 2017, tak hanya melampaui Via Vallen dan Ayu Ting Ting bahkan mampu melebihi Gal Gadot artis Hollywood pemeran Wonder Woman.

Bahkan di Youtube, jumlah viewer video Nella Kharisma berhasil menyamai bahkan mengalahkan jumlah penonton video Via Vallen. Sebut saja video klip "Jaran Goyang" yang hingga artikel ini ditulis sudah ditonton sebanyak 122 juta kali, melebihi video klip andalan Via Vallen "Sayang" dengan jumlah viewer 120 juta. Padahal klip "Jaran Goyang" baru tayang dua bulan setelah klip "Sayang" beredar di Youtube.

Via Vallen sangat populer terutama di daerah asalnya Jawa Timur adalah kenyataan yang tak dapat dipungkiri. Namun jika diperhatikan, popularitas Nella Kharisma justru menunjukkan grafik yang terus menanjak sejak pertengahan tahun 2017. Salah satu contoh, pertengahan 2017 klip "Jarang Goyang" tertinggal sekitar 15 juta viewer dari klip "Sayang," namun perlahan tapi pasti di awal tahun 2018 ini jumlah viewernya mampu menyalip jumlah penonton klip "Sayang ."

Via Vallen adalah type penyanyi yang pintar berimprovisasi. Jika disimak jangkauan vokal Via Vallen lebih luas, tak terbatas di dangdut tapi bisa melebar ke genre musik yang lain. Tak hanya lagu pop lokal tapi juga lagu-lagu hits mancanegara mulai pop hingga jazz dibawakannya dengan sangat nyaman. Simak saja beberapa video klipnya di Youtube saat ia mengcover lagu-lagu yang sedang populer macam Despacito atau Havana.

Di sinilah kelemahan sekaligus kelebihan Via Vallen. Karakter vokalnya yang serak-serak ngejazz mungkin tak begitu mudah diterima kalangan grass root dangduters, tapi di sebagian kalangan penikmat musik lainnya, vokal Via sangat asik untuk disimak dan selalu bikin penasaran.

Sementara warna vokal Nella Kharisma memang sangat pas untuk untuk lagu-lagu berirama dangdut. Nella  bisa membawakannya dengan mudah dengan artikulasi yang sangat jelas di telinga. Saat membawakan lagu dangdut berirama koplo yang ngebeat, muncul karakter vokalnya yang centil menghanyutkan. Pun begitu saat ia membawakan lagu berirama sendu mendayu-dayu, vokalnya sanggup menyeret hingga terlena siapapun yang mendengarkannya.

Inilah yang membuat lagu-lagu yang dibawakan Nella Kharisma mudah diterima masyakat khususnya penikmat dangdut kalangan akar rumput yang butuh hiburan ringan, lugas dan gampang dicerna. Belum lagi parasnya yang memang ayu dan penampilannya yang sedkit lebih berani dari Via Vallen, namun masih dalam batas kewajaran.

Bahkan bukan tidak mungkin, dengan hiruk pikuk  dunia hiburan yang begitu dinamis Nella Kharisma mampu melampaui pencapaian Via Vallen dan artis-artis senior sebelumnya. Maka jika ternyata suatu saat ada Calon Presiden (Capres) yang berhasil membujuk Via Vallen untuk bersekutu, maka Capres yang lain tak perlu berkecil hati, masih ada Nella Kharisma yang bisa menjadi pengimbangnya.

Bahkan akan semakin luar biasa jika ada yang sukses menggaet keduanya sebaai penjaring suara. Bayangkan berapa juta suara yang bisa diperoleh dari gabungan dukungan Vyanisty dan Nella Lovers.  Beberapa pengamat musik hingga paranormal memprediksi tahun 2018-2019 ini Via Vallen dan Nella Kharisma masih berada di puncak popularitasnya. Maka nama mereka berdua bisa jadi pilihan utama untuk menarik simpati calon pemilih. Maka tak salah jika ada ungkapan "Via Vallen dan Nella Kharisma adalah Koentji".

Jika keduanya pada akhirnya harus terlibat aktivitas dukung mendukung semisal kampanye politik, maka mungkin saya orang yang paling bersedih. Sebagai PNS tak mungkin saya bisa ikut menyaksikan penampilan Via dan Nella di panggung kampanye,sebab ada sanksi tegas bagi PNS yang berpolitik praktis sebagaimana diatur dalam beberapa peraturan perundang-undangan.

Dan sudah menjadi hak Via dan Nella juga jika mereka akhirnya memutuskan untuk ikut serta sebagai tim hore pada pesta demokrasi mendatang, entah itu Plikada ataupun Pilpres. Semoga keputusan tersebut bisa disikapi dengan bijak oleh mereka dan juga para penggemar setianya. Bagaimanapun juga persatuan dan kesatuan dangduters pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya harus diutamakan di atas kepentingan politik sesaat.