Mohon tunggu...
Doddy Jakarta
Doddy Jakarta Mohon Tunggu... -
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Selanjutnya

Tutup

Politik

Dominan Kelompokisme di Kompasiana

23 Agustus 2017   07:34 Diperbarui: 23 Agustus 2017   07:47 529 7 13
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Dominan Kelompokisme di Kompasiana
Kelompokisme merusak bobot media

Jika kita perhatikan dengan cermat, kita dapat mengambil kesimpulan yang sangat mudah, bahwa Kompasiana adalah tempat orang orang yang sengaja berkelompok yang dapat digolongkan kedalam kelompok yang hanya memihak kepada tulisan tulisan yang sifatnya memposisikan citra Presiden Jokowi yang  selalu paling hebat dan cemerlang.

Kelompok ini terdiri dari penulis yang selalu terlihat keberpihakannya kepada Pemerintah dan pada tulisannya tidak memperlihatkan nilai yang netral.  Terkadang sangat terlihat penulis yang keterlaluan membuat pencitraan dan ini bisa kita katakan sebagai penulis bayaran yang sengaja hanya untuk MENJILAT JILAT dan berharap bayarannya bisa lebih tinggi (kasihan amat).

Figur penulis seperti ini ada yang berprofesi sebagai dosen, guru besar, wiraswasta, pengangguran, pensiunan  dan preman muda dan tua serta anak lulusan SMA, karena sangat terlihat dari kalimat dan bobot wawasan yang mereka tuangkan didalam kalimat tulisan. Umumnya tulisan mereka sangat tidak berkualitas didalam mempermainkan dan mengolah kalimat yang disajikan. Tulisan seperti ini, bisa dengan cepat tersundul oleh mesin IT-nya Kompasiana menjadi posisi NT, Headline, terpopuler, berkat para komentator yang sengaja masuk memberi penilaian secara keroyokan dan nama namanya yang itu itu juga untuk penulis lain yang juga melakukan pencitraan yang sangat membosankan.

Sangat banyak pembaca Kompasiana yang menilai, bagaimana tulisan seperti ini bisa mendapat posisi Nilai Tertinggi, terpopuler dan Headline padahal kualitas dan isinya hanya berputar putar pada kalimat penyanjungan dan penjilatan yang sangat konyol kepada figur tertentu yang semua orang tahu kualitasnya.

Selanjutnya, ada kelompok yang hanya bekerja untuk khusus berkomentar saja, dan komentar mereka sungguh sangat dangkal dan lucu (komentar sanat ringan dan tidak memiliki wawasan berkomentar). Jika mereka berkomentar pada tulisan yang menilai Pemerintahan Jokowi kurang baik, maka keluarlah penilaian tidak menarik, menghibur walaupun tulisan tersebut sangat argumentatif serta bertutur kalimat cukup bagus.

 Pada sisi lain jika ada tulisan dari bagian kelompok yang menyanjung dan menjilat, pemerintahan Jokowi, maka akan keluar gerombolan komentator yang juga menilai dengan pilihan aktual, menarik, dan lain sebagainya dan tidak ada penilaian yang tidak menarik. Sehingga tulisan tersebut mendapat posisi NT, terpopuler. Disini kita tertawa menyaksikannya. Inikah dan beginikah Kompasiana ?  (Kaji dirilah didalam mendegradasi kualitas wadah Kompasiana)

Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan