Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Konsultan tertulis astrologi/palmistri, kadang penjual numismatik, di kala sengggang menulis masalah arkeologi, sejarah, museum, budaya, numismatik, astrologi, dan palmistri

Arkeolog pejuang mandiri yang mencari nafkah lewat astrologi, palmistri, dan numismatik. Sering menulis di media cetak dan media daring. Beraktivitas di komunitas dan gerakan literasi. Memiliki blog pribadi https://hurahura.wordpress.com dan https://museumku.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Teknologi Pilihan

Museum Maritim Sydney Menggunakan Drone di Dalam Laut

14 November 2019   19:56 Diperbarui: 15 November 2019   06:50 98 2 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Museum Maritim Sydney Menggunakan Drone di Dalam Laut
Pemaparan Kevin Sumption di Museum Nasional Jakarta (Dokpri)

Kedutaan Besar Australia bekerja sama dengan Asosiasi Museum DKI Jakarta Paramita Jaya, Kamis, 14 November 2019, menyelenggarakan lokakarya bertajuk "Merancang Kegiatan Museum".

Kegiatan diselenggarakan di Museum Nasional dengan pembicara Kevin Sumption, Direktur dan CEO Australian National Maritime Museum, Sydney.

Kevin memiliki pengalaman internasional dan mengkhususkan diri pada pengembangan lanskap digital pada institusi budaya selama lebih dari 20 tahun, yang meliputi manajemen museum, kurasi pameran, pengembangan program, warisan maritim, dan konten budaya digital.

Penggunaan drone di dalam laut (Foto: Museum Maritim Sydney)
Penggunaan drone di dalam laut (Foto: Museum Maritim Sydney)
Cerdas

Menurut Kevin, museumnya hampir selalu berpusat kepada pengunjung karena pengunjung sudah cerdas. Bahkan mereka mengetahui apa yang orang museum belum ketahui. Untuk museumnya, Kevin mengategorikan empat hal penting yang harus dimiliki.

Immersive, yakni masuk ke dalam sejarah. Misalnya pengunjung diperbolehkan menyentuh, bahkan merasakan masuk ke dalam kapal selam, dan sebagainya. Ada lagi surprising atau penuh kejutan.

Artinya orang sudah punya gagasan berdasarkan pengalaman mereka di museum maritim lain. Selanjutnya authentic, artinya kita semua bekerja dengan pengalaman otentik.

Menjadi penting kita berkomitmen pada pendidikan yang tidak bertumpu pada digitalisasi. Itulah sebabnya, kata Kevin, pengunjung harus bisa menyentuh atau merasakan koleksi, yang tidak akan ditemui di dunia digital.

Pilar keempat personal, memungkinkan pengunjung merancang pengalaman pribadi. Contoh empat pilar ini adalah program misteri pembunuhan di laut. Dari data diketahui pada kedalaman 132 meter ada kapal penghancur dari Perang Dunia ke-2.

Anak-anak perlu melihat langsung dan memegang koleksi (Foto: Museum Maritim Sydney)
Anak-anak perlu melihat langsung dan memegang koleksi (Foto: Museum Maritim Sydney)
"Nah kami mengundang pemain teater dan pengunjung berusia 21-30 tahun untuk memecahkan pembunuhan di laut," kata Kevin.

Menurut Kevin, selain empat pilar, museumnya memiliki struktur narasi induk. Jadi museum mengembangkan narasi induk dengan tema utama tentang laut. Misalnya rahasia laut oleh para arkeolog. Pihaknya pernah melakukan kerja sama dengan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional di Selat Sunda untuk preservasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN