Mohon tunggu...
Djulianto Susantio
Djulianto Susantio Mohon Tunggu... Penulis Arkeologi/Museum, Numismatis, Komunitas, Pemerhati Astrologi/Palmistri

Lulusan Arkeologi UI, pejuang mandiri, penulis artikel, pegiat komunitas, kolektor (uang dan prangko), dan konsultan tertulis (astrologi dan palmistri). Memiliki beberapa blog pribadi, antara lain https://hurahura.wordpress.com dan https://museumku.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Pilihan

Dapat Warisan Mesin Jahit Antik Merk 'Merdeka' Buatan Jepang

14 Juni 2019   15:22 Diperbarui: 14 Juni 2019   15:24 0 1 0 Mohon Tunggu...
Dapat Warisan Mesin Jahit Antik Merk 'Merdeka' Buatan Jepang
Mesin jahit antik merk 'Merdeka' (Dokpri)

Sering kali kalau berada di rumah, saya beres-beres barang. Maklum peninggalan orang tua saya cukup banyak. Berhubung saya tinggal di rumah mertua, barang-barang itu tersebar di banyak tempat. Di mana ada tempat kosong, di situlah saya tempatkan barang.

Pagi tadi saya memandikan sebuah mesin jahit. Karena berada di gudang, saya lihat banyak debu di sana-sini. Cukup lama juga memandikan mesin jahit ini. Semua bagian saya gosok bersih. Yah itulah pentingnya perawatan. Merawat lebih susah daripada mendapatkan.

Surat jalan bertahun 1956 (Dokpri)
Surat jalan bertahun 1956 (Dokpri)

"Limited Edition"

Mesin jahit itu tampak masih cantik. Dulu sering dipakai ibu saya, baik untuk membuat pakaian kami anak-anaknya maupun membetulkan pakaian yang robek. Penutup mesin jahit, termasuk laci-laci, masih oke punya. Meja mesin jahit terbuat dari kayu jati.

Ternyata surat jalan mesin jahit ini masih ada. Tjin Hong & Co, begitu tulisan pada kop surat. Rupanya toko Tjin Hong berdagang sepeda dan alat-alat sepeda. Toko ini beralamat Sawah Besar 24 dengan telepon 1717. Masih menggunakan empat angka karena dulu telepon menjadi barang mewah. Entah sekarang Tjin Hong masih ada atau sudah berubah.  

Dalam surat jalan dikatakan ada sepuluh peti berisi kepala mesin jahit dan lima peti berisi sepuluh kaki mesin jahit. "Tidak memakai meja kayu," demikian tertulis dalam surat jalan itu. Surat jalan yang masih menggunakan ejaan lama itu bertanggal 26 April 1956. Jadi sekarang sudah berusia 63 tahun.

Mesin jahit dalam keadan tertutup (Dokpri)
Mesin jahit dalam keadan tertutup (Dokpri)

"Merdeka"

Mungkin ketika itu ayah saya bekerja sama dengan Tjin Hong & Co. Ayah saya pernah bercerita kalau mesin jahit itu dipesan di Jepang. Kita boleh memilih merk sendiri. Nah, ayah saya memilih nama "Merdeka". Jadilah mesin jahit "Merdeka" sebagai barang limited edition karena cuma ada sepuluh.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x