Mohon tunggu...
Dizzman
Dizzman Mohon Tunggu... Public Policy and Infrastructure Analyst

"Uang tak dibawa mati, jadi bawalah jalan-jalan" -- Dizzman Penulis Buku - Manusia Bandara email: dizzman@yahoo.com

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

Medsos Diblokir Sementara, Saatnya Bersihkan Hati dan Pikiran

22 Mei 2019   17:47 Diperbarui: 23 Mei 2019   01:43 0 14 7 Mohon Tunggu...
Medsos Diblokir Sementara, Saatnya Bersihkan Hati dan Pikiran
Medsos Dirantai di Bulan Puasa (Sumber: independent.co.uk)

Ketika Medsos menjadi setan, saatnya dirantai dulu di bulan Ramadhan

Siang tadi saya sempat panik karena tidak bisa mendownload tiket pesawat di WA, padahal besok harus berangkat ke luar kota. Sejenak saya alihkan perhatian untuk update informasi terkini mengenai aksi demo 22 Mei, dan muncullah berita kalau medsos diblokir sementara alias dibatasi penggunaannya (1). Akhirnya saya telpon staf untuk mengirimkan tiket via email dan cetak tiket untuk jaga-jaga bila internet benar-benar down.

Setali tiga uang dengan FB. saya yang lagi iseng menggoda bos Madhyang terpaksa gigit jari dan baru dibalas tiga jam kemudian. Ternyata FB juga sempat diblokir sejenak, lalu dibatasi juga penggunaannya. Sekarang agak lambat menerima respon baik WA maupun FB. Twitter apalagi, sudah beberapa jam tidak ada notifikasi apapun.

Mirip seperti di Tiongkok, semua akses medsos terutama bikinan orang luar seperti FB, WA diblokir dan hanya bisa diakses melalui VPN. Selain untuk membatasi informasi terutama yang sumbernya tidak jelas, juga untuk memajukan aplikasi lokal seperti Wechat dan Waygo agar bisa bersaing dengan aplikasi luar. Bicara informasi, Tiongkok memang dikenal ketat dalam menyensor berita-berita yang cenderung merugikan negerinya.

Lalu, apakah kita akan kembali menjadi negara otoriter? Kebebasan dikekang, ruang gerak dibatasi, berita dan informasi di sensor ketat. Bisa jadi demikian, namun kalau kita boleh merenung sejenak, semua memang salah kita sendiri. 

"Mumpung di bulan Ramadhan dan medsos sedang diblokir sementara, marilah kita bersihkan hati dan pikiran dari perasaan benci, dengki, marah kepada siapapun."

Mengapa kita membiarkan konten-konten sampah, hoaks, bahkan provokatif merajai linimasa medsos tanpa filter. Bad news is good news, itulah adagium yang selalu dipegang oleh orang-orang yang menghidupi dirinya dari media.

Mereka yang menyebar bad news tertawa lebar sambil menikmati hasil jerih payahnya, sementara kita pemakan bad news terkena getahnya. Sudah mengeluarkan uang buat sedot data, kita ikutan berantem pula gara-gara info sesat dan menyesatkan. 

Teman dan saudara dimusuhi hanya gara-gara berbeda aliran akibat termakan berita sampah. Persatuanpun menjadi goyah akibat informasi sampah yang merajalela.

Mumpung di bulan Ramadhan dan medsos sedang diblokir sementara, marilah kita bersihkan hati dan pikiran dari perasaan benci, dengki, marah kepada siapapun. 

Mulailah menulis hal-hal positif terutama di Kompasiana atau blog pribadi, rajutlah kembali persatuan antar sesama anak bangsa. Jangan lagi ada hasutan yang memengaruhi hati dan pikiran untuk menjadi kotor lagi.

Sejujurnya, keberadaan medsos sebenarnya lebih banyak sisi positif daripada negatifnya. Seperti saya yang sedang berada di luar kantor, dapat dengan mudah menerima tiket tanpa harus kembali ke kantor atau buka email. 

Saya juga bisa menerima informasi yang cepat melalui FB, seperti ketika terjadi kudeta di Turki sehingga bisa mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Namun sekali lagi, karena penyalahgunaan sebagian dari kitalah yang menyebabkan akhirnya medsos terpaksa dibatasi penggunaannya, untuk tidak mengatakan diblokir. Kalau dulu setan yang dirantai di bulan Ramadhan, kini saatnya medsos 'dirantai' dahulu untuk menjaga kekhusukan ibadah di bulan puasa. 

Semoga setelah blokir terbuka nanti hati dan pikiran kita sudah dicuci bersih dari segala sampah dan hoax yang mengendap di kepala.

Sumber berita: (1)