Dizzman
Dizzman pegawai negeri

Pengembara yang mengabdi pada negara. Sambil tour of duty tetap menyempatkan diri bertualang. Dari Sabang sampai Merauke, 34 Provinsi sudah terjelajahi. 10 Negara ASEAN pun sudah diarungi. Next trip ......

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Menjajal Jalan Tol Fungsional Pemalang-Batang

12 Juni 2018   00:32 Diperbarui: 12 Juni 2018   12:24 1783 7 3
Menjajal Jalan Tol Fungsional Pemalang-Batang
Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Brebes Timur, Jawa Tengah, Sabtu (2/6/2018). Perawatan dilakukan guna persiapan arus mudik 2018. Ruas Tol Pejagan-Pemalang seksi II dan IV (Brebes Timur-Pemalang) siap diujicoba beroperasi sehingga dapat digunakan pada arus mudik lebaran 2018.(MAULANA MAHARDHIKA)

Sebenarnya tahun ini saya mudik hanya ke Bandung saja karena ortu sudah di Jakarta dan di kampung nyaris sudah tidak ada siapa-siapa lagi. Namun karena liburnya begitu panjang, agak bete juga cuma duduk diam di rumah sementara kuping dan mata gatel melihat orang-orang asyik bermudik ria ke kampung halaman di Jateng dan Jatim. Daripada bengong akhirnya saya putuskan untuk menjajal tol baru Trans Jawa semampu saya sampai hari Rabu, karena Kamis saya harus kembali untuk berlebaran esok harinya.

Memasuki Tol Fungsional Pemalang - Batang (Dokpri)
Memasuki Tol Fungsional Pemalang - Batang (Dokpri)

Jalan Tol Cipali Ramai Kendaraan (Dokpri)
Jalan Tol Cipali Ramai Kendaraan (Dokpri)

Hari Minggu (10 Juni 2018) siang saya berangkat dari Jakarta ke Bandung untuk mengantar keluarga ke rumah kakek neneknya. Kondisi lalu lintas relatif lancar nyaris tidak ada hambatan sama sekali. Bahkan tol Jakarta-Cikampek yang biasanya bisa ditempuh 3-4 jam selama pembangunan infrastruktur, saat saya melintas hanya menempuh waktu satu setengah jam saja. 

Total waktu tempuh Ciledug ke Bandung hanya dua setengah jam saja, sebuah rekor yang mungkin sulit ditembus saat masa pembangunan infrastruktur belum selesai.

Antri Memasuki Gerbang Tol Palimanan (Dokpri)
Antri Memasuki Gerbang Tol Palimanan (Dokpri)

Setelah beristirahat sehari, Senin siang (11 Juni 2018) saya berangkat menuju ke arah timur, entah sampai ke kota terjauh saja. Target hari ini menyusuri jalan Tol Cipularang-Cipali-Palikanci-Kanci-Pejagan-Pemalang-Batang-Semarang. Bandung malah macet total hari ini sehingga saya baru masuk Tol Buah Batu sekitar pukul dua kurang sepuluh menit. Dari Cipularang hingga Cipali kondisi lalu lintas cukup lancar walau tampak kepadatan kendaraan mudik.

Baca Juga: Jalan Tol Trans Jawa (Bukan) Hanya untuk Lebaran

Kemacetan Akibat Kecelakaan (Dokpri)
Kemacetan Akibat Kecelakaan (Dokpri)

Kemacetan terjadi menjelang gerbang Tol Kertajati karena ada kecelakaan truk ayam terbalik sekitar 15 menit. Setelah itu lalu lintas kembali padat lancar seperti semula. Kondisi jalan relatif mulus, hanya harus hati-hati karena ada beberapa titik seperti ajrut-ajrutan akibat permukaan aspal melengkung, jangan sampai terlempar karena kebanting saat ngebut. Keluar tol Cipali masuk tol Palikanci, kondisi jalan agak rusak di beberapa titik, mungkin karena biasa dilintasi truk tonase berat yang enggan melintasi Tol Cipali pada hari biasa.

Memasuki Tol Pejagan - Pemalang (Dokpri)
Memasuki Tol Pejagan - Pemalang (Dokpri)

Memasuki Tol Kanci-Pejagan kondisi jalan kembali mulus dengan permukaan beton, namun tetap saja harus hati-hati karena permukaan jalan melengkung sehingga berpotensi ajrut-ajrutan lagi. Dari Pejagan hingga Brebes Timur kita masih bertemu dengan bus-bus, namun mendekati pintu keluar Brebes Timur semua bis harus keluar jalan tol. Dari Brebes Timur ke Pemalang dan seterusnya hanya boleh dilintasi oleh kendaraan pribadi roda empat saja.

Pemisahan Kendaraan Kecil dan Bus (Dokpri)
Pemisahan Kendaraan Kecil dan Bus (Dokpri)

Kondisi jalan masih mulus dengan perkerasan beton hingga keluar Pemalang. Di tengah jalan kita membayar tol di gerbang sementara di daerah Kertasari, sekitar lima kilometer menjelang keluar Pemalang. Setelah pertigaan keluar Pemalang, kita memasuki jalan tol fungsional Pemalang-Batang berupa aspal sementara yang dilapis oleh perkerasan beton. Di beberapa titik malah masih berupa perkerasan beton saja, dan perlu hati-hati menjelang jembatan karena belum selesai pelapisan akhirnya.

Gerbang Tol Sementara Kertasari (Dokpri)
Gerbang Tol Sementara Kertasari (Dokpri)

Terdapat sekitar dua rest area di sepanjang jalan tersebut, namun selalu penuh sehingga saya putuskan untuk jalan terus. Kondisi lalu lintas padat merayap karena banyaknya kendaraan pribadi yang melintas di sini. Sampai di Batang pukul enam kurang sepuluh menit, pas empat jam dari Bandung. Mengingat hari sudah gelap, saya putuskan keluar di Batang untuk berbuka puasa dan shalat Maghrib dilanjutkan dengan shalat isya dan tarawih.

Kondisi Aspal di Tol Fungsional (Dokpri)
Kondisi Aspal di Tol Fungsional (Dokpri)

Usai sholat Tarawih, perjalanan dilanjutkan melalui jalan biasa karena jalan tol fungsional sudah ditutup dari Batang, lagipula suasananya gelap sehingga rawan kecelakaan. Jalan raya Batang-Weleri-Semarang lalulintasnya lancar sekali karena kendaraan pribadi lebih banyak melalui tol fungsional. 

Justru tol fungsional malah macet karena harus antre saat melewati Jembatan Kali Kendal yang belum selesai sepenuhnya. Kondisi jalan juga relatif mulus sehingga hanya memakan waktu satu setengah jam saja untuk tiba di Semarang sepanjang 90 Km.

Rest Area Tol Fungsional Dipadati Kendaraan (Dokpri)
Rest Area Tol Fungsional Dipadati Kendaraan (Dokpri)

* * * *

Dari pengalaman melalui jalan tol fungsional, sebaiknya lihat kondisi saat menjelang pintu keluar Pemalang. Bila kendaraan tampak padat sebaiknya keluar Pemalang, atau paling jauh di Batang, karena jalan biasanya malah cenderung sepi sehingga kita bisa memacu kendaraan lebih cepat. Sementara di tol fungsional sulit untuk memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi karena padatnya kendaraan dan kondisi jalan belum sepenuhnya mulus.

Tarif Tol dari Palimanan hingga Tol Fungsional (Dokpri)
Tarif Tol dari Palimanan hingga Tol Fungsional (Dokpri)