Dizzman
Dizzman pegawai negeri

Pengembara yang mengabdi pada negara. Sambil tour of duty tetap menyempatkan diri bertualang. Dari Sabang sampai Merauke, 34 Provinsi sudah terjelajahi. 10 Negara ASEAN pun sudah diarungi. Next trip ......

Selanjutnya

Tutup

Cerita Ramlan Pilihan

Bulan Puasa Memang Waktunya untuk Boros

28 Mei 2018   10:13 Diperbarui: 28 Mei 2018   11:00 389 1 1

Kalau banyak orang protes atau berusaha untuk menulis tips-tips berhemat di bulan puasa, saya justru berpikir sebaliknya. Bulan puasa itu memang tempatnya boros alias menghabiskan banyak uang yang kita kumpulkan setahun lebih. Namun boros di sini bukanlah harus berarti jor-joran menghabiskan uang hanya untuk memenuhi hawa nafsu bukber atau belanja pakaian saja, tetapi ada hal-hal lain yang memang harus dikeluarkan di bulan puasa.

1. Membayar zakat

Di bulan puasa kita wajib membayar zakat fitrah hingga menjelang sholat Idul FItri. Tidak besar memang, tetapi tetap harus keluar karena sifatnya wajib. Kemudian zakat yang dibayar tahunan seperti zakat harta, zakat perniagaan, zakat perhiasan, dan sebagainya. Kalau yang ini memang setiap orang bisa berbeda-beda waktunya, yang penting harus genap setahun. Namun untuk memudahkan perhitungan biasanya dimulai setelah lebaran di awal bulan Syawal dan ditutup pada akhir bulan Ramadhan tahun berikutnya. Jadi kita harus menghitung besaran zakat dan menyiapkan uang lebih untuk dibayarkan kewajibannya.

2. Infaq dan shadaqoh

Bulan ini juga waktu yang tepat memberikan infaq kepada anak yatim, fakir miskin, dan siapapun yang membutuhkan, untuk ditukar dengan pahala yang berlipat ganda besarnya dibanding bulan-bulan lain. Disinilah kita ditantang untuk lebih banyak mengeluarkan sumbangan dibanding bulan-bulan sebelumnya. Oleh karena itu wajar kalau kita harus boros dalam memberikan infaq dan shadaqoh kepada pihak lain yang memang benar-benar memerlukan pertolongan.

3. Mudik dan Berjumpa Sanak Saudara

Bulan puasa dan lebaran adalah momen yang tepat untuk berkumpul dengan sanak saudara. Untuk itu diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk pulang kampung dan menyumbangkan sebagian rezeki kita kepada saudara atau keponakan. Tentu tidak sedikit biaya yang keluar mulai dari menyiapkan transportasi, perbekalan di jalan, hingga penginapan (kalau tidak dapat tumpangan di kampung), dan juga sumbangan buat saudara di kampung. Lagipula kapan lagi kita bisa berkumpul bersama keluarga besar di waktu yang sama selain bulan puasa menjelang lebaran tiba.

* * * *

Bulan puasa memang waktu yang tepat untuk menikmati hidup, jadi boroslah selagi mampu. Toh buat apa capek-capek mengais rezeki hingga ke Bantargebang, kalau tidak dinikmati dan dibagi bersama sanak saudara dan handai taulan. 

Namun demikian agar pengeluaran tidak melebihi batas dan tetap memiliki tabungan setelah lebaran, maka simpanlah boros pada tempatnya. Hindarilah hal-hal yang tidak terlalu penting namun memerlukan biaya seperti:

1. Sering jajan atau beli makanan di luar saat berbuka puasa

Aneka takjil yang dijajakan di pasar dadakan memang mengundang selera makan. Namun demi penghematan maka pembelian makanan takjil atau buka puasa di restoran tidak perlu dilakukan setiap hari, cukup momen-momen tertentu saja atau bila tidak sempat memasak di rumah.

2. Membeli baju dan pernak pernik baru

Kalau baju yang kita kenakan atau kamera yang kita punya masih bagus dan layak pakai, tidak perlu harus beli baju baru atau kamera yang lebhi canggih. Manfaatkan saja apa yang ada, lupakan pembelian yang sifatnya kebutuhan sekunder atau tersier. Utamakan belanja kebutuhan primer seperti sembako dan bahan mentah yang siap dimasak.

3. Bukber berbayar

Orang Indonesia memang senang kumpul-kumpul dan momen bulan puasa ini memang tepat untuk kongkow sambil buka bersama. Namun tidak semua buka bersama gratis, seringnya malah bayar masing-masing, bahkan nombokin temen yang lagi bokek. Oleh karena itu selektiflah memilih bukber, jangan diurut dari teman SD, SMP, SMA, kuliah, tetangga, teman kerja, dan lain sebagainya. Cukup pilih salah satu atau salah dua yang penting dan bermanfaat, tidak sekedar membuang uang semata.

4. Travelling bukan mudik

Boleh-boleh saja sih kita travelling pas bulan puasa, tapi sangat tidak tepat kalau tidak terkait mudik. Travelling justru malah rentan berbuka puasa sebelum waktunya dan harus dibayar di bulan lain, lagipula pasti lebih banyak keluar biaya demi kenyamanan jalan-jalan di bulan puasa. Alangkah sulitnya travelling model backpacker dilakukan pada bulan puasa karena harus tetap menahan lapar dan haus serta cepat lelah pastinya.

* * * *

Bulan puasa adalah waktu yang tepat untuk memboroskan pengeluaran kita, selama dibuang pada tempat yang tepat. Nikmatilah hidup dan berburulah pahala sebanyak-banyaknya dengan lebih banyak memberikan sumbangan daripada melampiaskan hawa nafsu belanja yang memang dilarang di bulan puasa.