Hijau

Normalisasi ke Naturalisasi Sungai, Sebuah Permainan Kata-kata dari Gubernur Jakarta

12 Februari 2018   19:14 Diperbarui: 12 Februari 2018   19:39 1286 17 16
Normalisasi ke Naturalisasi Sungai, Sebuah Permainan Kata-kata dari Gubernur Jakarta
Harianjogja.com

Banjir seakan telah menjadi agenda rutin ibukota tanpa pernah absen. Begitupun tahun ini, saat memasuki musim penghujan, jakarta kembali digenangi banjir yang katanya merupakan "kiriman" dari daerah hulu. Hal ini dikatakan oleh Gubernur Jakarta, Anies Baswedan bahwa banjir yang melanda Jakarta bukanlah berasal dari daerah itu sendiri melainkan berasal dari hulu, yaitu kota Bogor (detik news.com)

Pemerintah seakan belum mampu untuk menghalau laju air sehingga musibah ini terus berulang dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan sedikitnya daerah resapan air didaerah Jakarta sehingga air yang terdapat dipermukaan tidak mampu kembali ketanah. Salah satu cara yang direncanakan oleh gubernur terdahulu adalah mengembalikan fungsi daerah aliran sungai atau yang biasa disebut dengan normalisasi sungai. 

Normalisasi sungai membutuhkan upaya penggerukan, pelebaran serta men "turab" pinggiran sungai. Artinya masyarakat yang tinggal didaerah bantaran sungai harus direlokasi. Hal ini mendapat banyak reaksi baik pro maupun kontra dari berbagai elemen masyarakat. Banyak yang menolak kebijakan ini dengan alasan kemanusiaan.

 Gubernur yang sekarang (Anies) juga menolak kebijakan tersebut bahkan berjanji tidak akan melakukan penggusuran terhadap warga dengan alasan apapun (Merdeka.com). Namun saat menjabat menjadi gubernur Jakarta dan menghadapi persoalan banjir, program yang sama kembali dicanangkan hanya saja diganti istilahnya dengan Naturalisasi Sungai. Ternyata bukan Cuma pemain sepakbola saja yang bisa dinaturalisasi ya. Naturalisasi disini dimaksudkan adalah mengembalikan kondisi sungai dan daerah alirannya ke fungsi semula. 

Seperti menanam pohon dipinggiran sungai sehingga bisa menjadi "penghalau" alami bagi aliran air. Program seperti ini cocok dilakukan didaerah dengan bantaran sungai yang lebar dan belum menjadi pemukiman. Berbeda sekali dengan kondisi sungai di jakarta yang daerah bantarannya telah menjadi pemukiman padat penduduk. Sehingga jika program ini benar-benar ingin dijalankan,  masyarakat yang tinggal dibantaran kali harus di relokasi.

Salah satu sungai yang akan dilakukan kegiatan Naturalisasi adalah kali ciliwung. Terkait dengan relokasi warga, Gubernur Jakarta seolah enggan memaparkan langkah-langkah kebijakan yang akan dil akukan. Biar nanti saya sampaikan sendiri kepada warga agar tidak ada informasi yang simpang siur, katanya (CNN Indonesia. Com)

Sedangkan wakil gubernur Jakarta memilih langkah Normalisasi sungai yang lebih mungkin dilakukan. Sebagai warga jakarta yang baik, kita hanya bisa menunggu dan mendukung program yang akan dilaksanakan serta berperan aktif untuk mengurangi banjir. Salah satu contohnya adalah tidak membuang sampah ke sungai dan tetap tabah jika banjir melanda.