Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta
Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Pekerja Sosial

Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta adalah salah satu SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang bertanggungjawab langsung kepada Gubernur DKI Jakarta. Ruang lingkup kinerja dinsos adalah penanganan permasalah sosial seperti kemiskinana, bencana, PMKS dan lainnya.

Selanjutnya

Tutup

Jakarta Pilihan

Atlet Disabilitas Netra DKI Jakarta Torehkan Medali Paralimpik

13 November 2017   16:07 Diperbarui: 13 November 2017   16:14 509 0 0
Atlet Disabilitas Netra DKI Jakarta Torehkan Medali Paralimpik
dokumen pribadi

Atlet disabilitas netra Panti Sosial Bina Netra Rungu Wicara Cahaya Bathin milik Dinas Sosial DKI Jakarta berhasil menyabet medali dalam Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Papernas) 2017.

Tiga orang atlet mewakili DKI Jakarta dalam Papernas 2017 dan menyabet medali dalam Cabang Renang. Peparnas pada tahun ini diadakan pada 11, 12, 13 November kemarin di Solo, Jawa Tengah.

Kepala PSBNRW Cahaya Bathin, Mukhlisin mengemukakan, pihaknya mengutus tiga orang atlet dan berhasil mendapatkan tiga medali.

"Pesertanya merupakan atlet disabilitas dari seluruh Indonesia. Binaan kami mewakili DKI Jakarta, alhamdulillah berhasil dapat medali," ujar Mukhlisin saat dihubungi pada Senin (13/11).

dokumen pribadi
dokumen pribadi

Ia melanjutkan, atlet yang menyabet medali adalah Fajar Trihadi, Medali Emas dalam kategori 200 M Gaya Bebas Putra. Firstania Kayla Amir, Medali Perunggu kategori 50 M Gaya Bebas Putri. Lalu Fajar Trihadi lagi, Medali Perunggu 100 M Gaya Bebas Putra.

dokumen pribadi
dokumen pribadi

Pihaknya melakukan persiapan selama dua bulan untuk menghadapi turnamen ini. Terlebih untuk mewakili DKI Jakarta.

"Kami memfasilitasi mereka dengan memberikan pelatihan yang intensif bersama pelatih khusus. Karena mereka ini kan tunanetra," ungkap Mukhlisin.

Selain itu, pendamping yang mengawasi atlet-atlet tersebut juga senantiasa menemani dan memenuhi kebutuhan mereka. Sehingga mereka dapat fokus dalam turnamen tersebut.

Menurut Mukhlisin, prestasi ini menjadi penggerak agar para disabilitas lainnya termotivasi untuk ikut menorehkan medali. Meski disabilitas itu bukan jadi halangan untuk berprestasi.

 "Atlet-atlet kami ini memang disiplin dalam melakukan latihan. Mereka tidak mudah menyerah dan selalu berjuang. Kami sebagai pendamping hanya mendorong potensi mereka agar keluar," kata Mukhlisin.