Mohon tunggu...
Dini Deviana Saputri
Dini Deviana Saputri Mohon Tunggu... Undergraduate Student of Sebelas Maret University

Keep Growing!

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Posyandu Keliling, KKN UNS Bekerja Sama dengan Kader Posyandu Purbosari Desa Purbayan

5 Juli 2020   11:56 Diperbarui: 13 Juli 2020   22:27 82 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Posyandu Keliling, KKN UNS Bekerja Sama dengan Kader Posyandu Purbosari Desa Purbayan
Penyerahan Spanduk Siaga dan Cegah COVID-19 Bagi Ibu Hamil dan Balita ke Posyandu Purbosari 1 hingga Purbosari 6

Tak ada yang menyangka di tahun 2020 hampir seluruh negara mengalami pandemi global COVID-19 yang penyebarannya sangat cepat, namun vaksin atau obatnya belum ditemukan pasti. Virus Corona dapat menyerang siapa saja, kapan saja, dimana saja dan usia berapapun. Proses penularannya secara droplet dari satu manusia ke manusia lain melalui kontak fisik. Virus Corona tak bisa dianggap main-main, virus ini menyerang bagian saluran pernapasan menyebabkan infeksi sehingga dapat menimbulkan kematian. Maka dari itu, penetapan status KLB (Kejadian Luar Biasa) dilakukan Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, mulai tanggal 23 Maret 2020 setelah adanya salah satu warga yang positif terinfeksi COVID-19. Keadaan ini melarang berbagai kegiatan yang mengumpulkan banyak orang, seperti aktivitas sekolah, perkuliahan, perkantoran, bepergian terpaksa harus ditiadakan. Universitas Sebelas Maret (UNS) yang setiap periode melaksana Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan menerjunkan mahasiswa ke beberapa desa dalam rangka pengabdian, kini terhambat akibat Virus Corona. Namun, UNS tak kehilangan inovasi untuk tetap menyelenggarakan KKN dengan menerjunkan mahasiswa di desa masing-masing sebagai relawan tanggap COVID-19. KKN UNS Era COVID ini terbagi dalam 3 tahap dimulai sejak bulan Mei. Salah satu mahasiswi jurusan Kimia Universitas Sebelas Maret, Dini Deviana Saputri, tergabung dalam Kelompok KKN 75 dibawah bimbingan Bapak Kreshna Bayu Sangka, SE, MM, Ph.D. selaku Dosen Pembimbing Lapangan untuk regional Sukoharjo. Dini melaksanakan KKN berlokasi di Kelurahan Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Salah satu program kerja unggulan yang dilakukan yaitu bekerjasama dengan Ibu-Ibu Kader Posyandu Purbosari Purbayan melaksanakan Posyandu Keliling. Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah wadah pemeliharaan kesehatan yang dilakukan dari, oleh, dan untuk masyarakat dibimbing petugas kesehatan terkait. Posyandu juga merupakan pusat kegiatan masyarakat dalam upaya pelayanan kesehatan dan keluarga berencana. Pembentukan posyandu balita di Desa Purbayan, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jawa tengah dipandang penting oleh Bapak Budi Sriyanto selaku Kepala Desa dalam rangka menyelamatkan, mempertahankan, dan meningkatkan status gizi serta derajat kesehatan masyarakat, terutama balita sebagai generasi penerus bangsa. Untuk menunjang pelaksanaan posyandu balita di Desa Purbayan dibimbing oleh Ibu Nenny Kusdinarwati, seorang bidan desa yang ditugaskan oleh Puskesmas Kecamatan Baki di desa tersebut dan penanggung jawab penuh oleh Ibu Tatik Budi Sriyanto selaku Ketua Tim Penggerak PKK Desa Purbayan. Total terdapat 13 posyandu balita di Desa Purbayan, dinamai Posyandu Purbosari 1 hingga Purbosari 13. Setiap posyandu balita terdiri dari beberapa ibu-ibu yang sukarela mewakili RT dan RW-nya masing-masing untuk menjadi kader.

Pada masa pandemi COVID ini, banyak kegiatan dan pekerjaan yang harus ditunda pelaksanaannya karena himbauan pemerintah untuk menghindari kerumunan dan tetap di rumah saja. Tetapi, ada beberapa kegiatan yang harus tetap berjalan, salah satunya adalah kegiatan posyandu balita di lingkungan Desa Purbayan. Biasanya kegiatan posyandu balita dilaksanakan di lokasi tertentu dan didatangi oleh banyak balita beserta orangtuanya. Dikarenakan di masa COVID ini tidak diperbolehkan mengadakan perkumpulan, maka Ibu-Ibu Kader Posyandu Desa Purbayan berinisiatif melakukan kegiatan Posyandu Keliling (Posyling) dengan cara kader yang berkeliling dari rumah balita yang satu ke rumah balita yang lain dengan membawa alat timbangnya serta tetap melakukan program PMT (Pemberian Makanan Tambahan). Hal ini membuat Dini selaku mahasiswi yang sedang melaksanakan KKN, ingin turut membantu dan bekerjasama dalam membuat program kerja yang turut dapat bermanfaat bagi balita di Desa Purbayan.

Dalam kegiatan Posyling, kader melakukan penimbangan apabila ada balita yang dirasa kekurangan gizi, memberikan penyuluhan tentang KB (Keluarga Berencana), penyuluhan tentang pandemi COVID, penyuluhan tentang imunisasi rutin walaupun adanya covid, penyuluhan tentang Deman Berdarah, cek kondisi kesehatan balita dan memberikan makanan tambahan (PMT). Semua itu dilakukan kader agar tumbuh kembang bayi dan balita dapat terpantau dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sehingga bayi dan balita sesuai harapan yaitu memenuhi unsur kesehatan. PMT dibuat oleh kader dengan menu yang telah ditentukan sesuai standar gizi oleh Puskesmas Kecamatan Baki. Salah satunya Posyandu Purbosari 8 juga sudah memanfaatkan media online grup WhatsApp yang berisi kader, ibu RT, bunda balita dan ibu hamil di wilayah posyandu tersebut. Tujuan adanya grup ini agar mempermudah penyebaran informasi dan komunikasi, misalnya tentang pengumpulan data balita, tanggal pelaksanaan posyandu, penyuluhan tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN), penyuluhan tentang senam ibu hamil, penyuluhan lain yang berkaitan dengan balita dan ibu hamil, serta foto-foto kegiatan posyandu.

Program kerja utama KKN UNS yang ditujukan berupa sosialisasi COVID-19, pemberian makanan tambahan sehat untuk menunjang gizi balita di tengah pandemi, dan memberikan modul belajar untuk membantu anak memecah kebosanan di rumah saja. Selama 45 hari KKN berlangsung, Dini mengikuti 2 kali kegiatan posyandu keliling karena kegiatan ini memang hanya dilaksanakan satu bulan sekali. Pada pertemuan pertama, diisi agenda pendataan NIK balita, cek kondisi kesehatan serta memberikan makanan tambahan. Mengingat pentingnya meningkatkan gizi balita di tengah pandemi, maka Dini mengadakan program kerja pemberian makanan sehat berupa sup ayam jagung dan pudding yang dibagikan pada pertemuan kedua posyandu keliling. Program kerja lainnya yang dilakukan yaitu pemberian spanduk Siaga dan Cegah COVID-19 Untuk Ibu Hamil dan Balita dimana spanduk ini dipasang di masing-masing posko Posyandu Purbosari. Spanduk yang diberikan berupa himbauan perlindungan untuk ibu hamil agar terhindar dari COVID-19 dan tips untuk balita agar diusahakan bermain secara aman di rumah. Terlihat antusias orang tua balita dan balita ketika mendapat makanan tambahan dan modul belajar. Ibu-Ibu Kader Posyandu juga merasa senang atas bentuk tanggap sosialisasi COVID-19 berupa spanduk hasil KKN UNS. Sedangkan ketika sedang tidak ada kegiatan terjun posyandu, Dini turut membagikan e-poster mengenai informasi COVID-19, cara menghindari dan penanggulangannya melalui Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). "Semoga kegiatan posyandu dapat kembali berjalan normal, jadi balita yang mengunjungi posko posyandu, sehingga penimbangan, pencatatan, penyuluhan dan pendataan lebih lancar. Tentu saja, tetap dilakukan mengikuti protokol kesehatan," tutur Ibu Titiek selaku Ketua Kader Posyandu Purbosari 8.

Penyerahan Spanduk Siaga dan Cegah COVID-19 Bagi Ibu Hamil dan Balita ke Posyandu Purbosari 7 hingga Purbosari 13
Penyerahan Spanduk Siaga dan Cegah COVID-19 Bagi Ibu Hamil dan Balita ke Posyandu Purbosari 7 hingga Purbosari 13

Pemberian Modul Belajar dan Makanan Sehat kepada balita posyandu
Pemberian Modul Belajar dan Makanan Sehat kepada balita posyandu

Kegiatan Posyandu Keliling mendatangi rumah balita
Kegiatan Posyandu Keliling mendatangi rumah balita

Selain program kerja yang ditujukan untuk posyandu, Dini juga bekerjasama dengan Kelurahan Purbayan sebagai Satgas COVID-19 dengan melakukan pembuatan poster pencegahan COVID, spanduk panduan jika datang dari luar kota dan panduan dalam menjalani hidup normal baru di tengah pandemi. Pembuatan tempat cuci tangan dan disinfektan yang turut diabadikan dalam video yang diunggah di youtube juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat dalam meminimalisir penyebaran COVID. Kegiatan KKN yang dilaksanakan Dini dipusatkan pada sosialisasi bagaimana masyarakat agar tetap dapat menjalankan aktivitas di tengah pandemi edisi normal baru. Kehidupan normal yang baru ini diharapkan dapat menjadi kebiasaan hidup sehat yang baik dan menekan angka penularan COVID-19.

VIDEO PILIHAN