Bisnis

Kacau Balau Produksi Padi Musim Kemarau

8 Agustus 2018   18:32 Diperbarui: 8 Agustus 2018   18:42 268 0 0

Pemenang dagelan terlucu tahun ini, akan jatuh kepada Kementerian Pertanian. Bagaimana bisa lahan sawah yang kering buat produksi padi di Indonesia meningkat? Lucu. Kalau irigasinya baik sih boleh ngomong kayak begitu. Lah ini irigasi sawah kita lagi mampet, bos! Ada pula yang gak terurus usai dibangun. Belum lagi dengan sarana irigasi yang dibangun gak ideal akibat digerogoti tikus-tikus birokrasi. Mungkin saja kan? Tahu sama tahu lah. Kalau mau melawak ya kira-kira!

Sebetulnya, Ketua Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia Prof. Dwi Andreas sudah menyampaikan kepada Kementan bahwa ancaman kekeringan tahun ini lebih besar dibanding tahun lalu. Prof Andreas mengatakan, Penurunan produksi bisa terjadi antara 20-60% dibandingkan produksi pada masa normal.

Lalu apa Kementan menggubris saran sang Profesor? Tidak. Padahal, Prof. Dwi Andreas ini peneliti yang kredibel. Data-datanya valid. Bisa diandalkan. Sekarang ucapan Prof Andreas pun terlanjur terbukti. Sawah Indonesia gagal produksi. Pertanian kita berantakan. Kementan, sehat?

Parahnya, Kementan gak bosan-bosan menyebar klaim surplus. Kenyataannya? Blong! Gak ada bukti. Produksi padi kita anjlok. Mengenaskan.  Boro-boro surplus, sawah di Jawa Barat tuh gak keurus. Gak percaya? Nih link beritanya.

Kalau ingin terlihat hebat dihadapan publik gak usah sampai bohong segala. Rakyat gak butuh gembar-gembor berita dari media. Rakyat hanya perlu beras melimpah di pasar, Petani untung besar, irigasi sawah lancar.

Sekarang malah sebaliknya. Puso merajalela. Embung mengering. Petani sengsara. Nih mending langsung lihat buktinya.

Bahkan Indramayu yang selama ini menjadi lumbung padi Indonesia, tahun ini menggoreskan tinta merah. Gagal panen terparah sepanjang sejarah.  Nih sumbernya. Miris gak sih?

Irigasi sawah Indonesia tak terurus. Kementan kerjanya apa sih? Katanya bisa beri solusi mujarab? Mana? Dasar OMDO! Irigasi kita kacau balau! Panen jadi lemah!

Sedangkan di Kementan sana mereka berbangga-bangga dengan klaim abal-abalnya. Heran! Kok bisa mereka bersikap begitu. Mereka bilang produksi musim kemarau relatif bagus, faktor cuaca bukan menjadi masalah. Yuk kita tertawa sebentar ha-ha-ha lucu sekali mereka. 

Lantas para petani harus bagaimana? mereka mau nyangkul apa kalau tanahnya kering begitu? Sudahlah Kementan, berhenti sesumbar. Kerja saja yang betul. Keluarkan solusi terbaik. Mau dibawa kemana pertanian Indonesia jika hanya mengandalkan klaim, klaim, dan klaim?