Humaniora

Bagaimana Peran Orangtua terhadap Prestasi Belajar Anak?

23 April 2018   22:28 Diperbarui: 24 April 2018   19:38 5361 1 0
Bagaimana Peran Orangtua terhadap Prestasi Belajar Anak?
foto pribadi

Orangtua adalah tanggung jawab utama dalam pendidikan dan prestasi belajar anak. Para orangtua yang akan menentukan masa depan anak, namun dalam keterbatasan dan peluang yang dimiliki oleh orangtua, maka mereka meminta pihak lain untuk membantu mendidik anak-anak. Pihak lain adalah guru di sekolah, namun setelah anak-anak dititipkan di sekolah maka orangtua tetap bertanggung jawab untuk keberhasilan pendidikan anak mereka. Tanggung jawab orangtua antara lain dapat diwujudkan dengan membimbing kelangsungan anak belajar di rumah sesuai dengan program yang telah dipelajari anak di sekolah, membimbing anak belajar di rumah dapat dilakukan dengan mengawasi dan membantu mengerjakan tugas sekolah.

"When my childern believe that success is possible, they will try. So my first priority in a home is to help my childerns believe in themselves and their ability to learn." -Teaching Outside the box

Pendidikan dalam keluarga merupakan basis pendidikan yang pertama dan utama. Situasi keluarga yang harmonis dan bahagia akan melahirkan anak atau generasi-generasi penerus yang baik dan bertanggung jawab. Peran orang tua yang seharusnya adalah sebagai orang pertama dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan terhadap anak-anaknya. 

Tidak menutup kemungkinan bahwa masalah yang dialami anak di sekolah seperti rendahya prestasi belajar serta berhasil tidaknya proses belajar anak merupakan akibat dari situasi lingkungan keluarga yang tidak harmonis dan peran orang tua yang tidak dijalankan dengan baik. Orang tua perlu mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi proses belajar pada anak, sehingga orangtua dapat mengetahui penyebab dan pendukung anak dalam berprestasi. Menurut Djaali,H. dalam sebuah bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan 2007, yaitu :

Faktor dari dalam

1. Kesehatan

Apabila kesehatan anak terganggu dan sering sakit seperti pilek, demam, batuk dan lain lain maka hal ini dapat mempengaruhi semangat anak dalam belajar. Mereka menjadi kurang bergairah untuk mau belajar.

2. Minat dan Motivasi

Jika seorang anak memiliki minat yang besar terhadap sesuatu terutama belajar maka akan lebih mudah untuk melakukan proses belajar. Motivasi merupakan dorongan agar anak mau melakukan sesuatu. Motivasi untuk belajar anak dapat berasal dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

3. Cara belajar

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dari cara belajar anak. Misalnya: catatan pelajaran, teknik belajar, waktu belajar hingga fasilitas belajar.

Faktor dari luar (Lingkungan)

1. Keluarga

Situasi dalam keluarga sangat berpengaruh pada keberhasilan belajar anak. Pendidikan orangtua, kondidi rumah, status ekonomi, hubungan dengan orangtua dan saudara, bimbingan dari orangtua, hal tersebut sangat memengaruhi prestasi belajar anak.

2. Sekolah

Lingkungan sekolah seperti gedung, kualitas guru, perangkat kelas, teman, rasio jumlah murid di kelas, hal tersebut juga mempengaruhi prestasi belajar anak.

3. Masyarakat

Jika tinggal didalam lingkungan masyarakat yang berpendidikan dan bermoral baik, maka hal tersebut dapat memicu anak untuk lebih giat belajar.

4. Lingkungan sekitar

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2