Mohon tunggu...
Adinda ElviraHsb
Adinda ElviraHsb Mohon Tunggu... Artikel yang saya post berdasarkan opini saya

Mahasiswa UINSU, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Jurusan Manajemen Dakwah. Kelompok KKN-DR 132 UINSU

Selanjutnya

Tutup

Bisnis

Strategi Biro Pelayanan Haji Umroh Menghadapi Pandemi Covid-19 dan Tetap Produktif Selama di Rumah

10 Agustus 2020   16:05 Diperbarui: 10 Agustus 2020   16:23 84 3 0 Mohon Tunggu...

Kita pasti sudah mendengar tentang corona virus yang telah melanda tiongkok hingga dunia hanya dalam satu bulan saja. WHO menjelaskan corona virus yang baru saja ditemukan yang dapat menginfeksi manusia dengan sangat cepat.

Ditengah pandemi virus corona salah satu bisnis yang berdampak besar adalah biro pelayanan haji dan umroh. Karena adanya pembatalan kepergian 12.300 jama'ah haji ditahun 2020. 

Haji dibatalkan sementara waktu karena haji adalah ibadah massal yang dipercaya penerapan protokol Social Distancing tidak bisa diterapkan.

Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah dan Haji (Sapuhi) Syam Resfiadi memperkirakan setidaknya perusahaan travel akan kehilangan potensi pendapatan 123 juta dolar AS atau Rp1,84 triliun (kurs Rp15.000 per dolar AS)Jumlah kerugian pun bisa semakin membengkak kalau memperhitungkan dampak pembatalan haji dan umrah sekaligus. Syam mencatat jika diasumsikan pada 2020 ada 1 juta jemaah umrah dan 17.500 jemaah haji saja, maka penyelenggara haji kehilangan omzet Rp22,5 triliun untuk tahun ini saja.

Dan kondisi ini memperburuk kondisi perusahaan travel haji dan umroh. Sebagian biro perjalanan masih bertahan dan tidak sedikit yang lama kelamaan mulai bangkrut, karena harus membayar gaji pegawai, listrik, izin usaha dll.

Sambil menunggu perizinan haji dan umroh dibuka kembali, biro perjalanan haji dan umroh membelokkan strategi bisnis travelnya. Memanfaatkan pandemi menjadi peluang usaha, seperti menjual handsanitizer, masker, kurma, dan air zam-zam. Pemilik biro perjalanan haji dan umroh memanfaatkan media untuk mempromosikan bisnisnya yang baru.

Meski belum mengetahui kapan virus ini berakhir. biro pelayanan haji dan umroh telah menyiapkan kampanye untuk menyambut masa yang baru dengan optimtis #nantikitapegipegilagi. Kampanye ini berisi pesan untuk tetap berada dirumah demi mencengah penyebaran virus covid19.

Tips tetap produktif selama dirumah dengan melakukan 6 cara yakni :

Pertama, mengikuti kelas daring merupakan aktivitas belajar intensif yang dilakukan dengan bantuan koneksi internet dan bisa dilakukan dari rumah. Tak perlu mengantre atau mendaftar kartu Prakerja, karena tersedia banyak kelas daring secara gratis dari berbagai layanan pendidikan, salah satunya Coursera. Layanan kelas daring ini layaknya perkuliahan dengan materi berupa teks, video, diskusi, kuis, dan ujian dengan tenggat waktu. Di akhir kelas, beberapa kelas juga menyediakan sertifikat.

Kedua, Waktu luang di rumah juga bisa digunakan untuk belajar bahasa baru. Mulai lah belajar bahasa asing dari budaya atau negara yang Anda sukai. Menyukai budayanya akan membuat belajar bahasa lebih mudah.

Ketiga, seperti yang saya kemukakan diatas bahwa covid-19 ini berdampak pada ekonomi, maka bukan tidak mungkin kita bisa melakukan bisnis dari rumah saja untuk membantu perekonomian keluarga.  Stay at home bukan berarti tidak bisa produktif lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN