Dina Mardiana
Dina Mardiana profesional

Saya seorang penulis dan penerjemah, juga pengamat gaya hidup. Blog saya yang lainnya dapat dikunjungi di www.dinamars.net, www.travelkulinerdina.net

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Pilihan

Menikmati Santap Buka Bersama Warga Indonesia di Marseille

19 Mei 2018   17:14 Diperbarui: 19 Mei 2018   19:06 810 0 0
Menikmati Santap Buka Bersama Warga Indonesia di Marseille
Acara Buka Bersama Warga Indonesia di KJRI Marseille, Jum'at 18 Mei 2018. (foto: dokpri)

Meskipun sudah beberapa kali saya tinggal di luar negeri, namun menghadiri acara buka bersama sesama warga Indonesia baru kali ini saya mengalaminya. Yah maklumlah dulu status saya sebagai mahasiswa yang tinggalnya bukan di ibukota maupun di kota yang ada perwakilan RI-nya, jadi kalau buka puasa ya sendiri saja atau bareng teman-teman dekat.

Lagipula, sebenarnya saya juga tidak terlalu enjoy berada di keramaian, namun karena ini dalam rangka mengemban tanggung jawab pekerjaan, ya saya jalani saja, ha ha.. . Selain itu, saya ingin tahu juga sih berapa banyak warga Indonesia di kota tempat tinggal saya sekarang, dan animonya seperti apa jika kantor tempat saya bekerja mengadakan acara.

Ruang bawah tanah KJRI Marseille yang disulap menjadi tempat makan untuk acara buka puasa bersama. (foto: dokpri)
Ruang bawah tanah KJRI Marseille yang disulap menjadi tempat makan untuk acara buka puasa bersama. (foto: dokpri)
Ternyata, animo itu pun sudah dimulai bahkan sejak siang hari ketika para staf KJRI Marseille, dibantu para mahasiswa Indonesia, menyiapkan ruangan untuk sholat dan berbuka, serta menyiapkan hidangan. Warga Indonesia baru mulai berdatangan menjelang jam maghrib, yaitu sekitar jam 8 malam ke atas.

Oya, jam berpuasa di Prancis lumayan lebih panjang daripada di Indonesia. Kami mulai berpuasa sejak jam 5 pagi, dan baru berbuka jam 9 malam.

Lobby KJRI Marseille yang disulap menjadi tempat sholat untuk acara buka puasa & tarawih bersama. (foto: dokpri)
Lobby KJRI Marseille yang disulap menjadi tempat sholat untuk acara buka puasa & tarawih bersama. (foto: dokpri)
Para warga Indonesia yang berada di Marseille, selain tentunya mahasiswa-mahasiswi Indonesia, ada juga karyawan kantoran, atau keluarga pernikahan campuran. Total jumlah warga Indonesia di Marseille dan daerah Prancis selatan ada sekitar 200-an orang, namun yang hadir ke acara buka bersama di hari ketiga puasa kemarin itu mungkin 50-an.

Itu pun menurut saya sudah banyak, berhubung acara kan dilakukan pada malam hari dan sedang bulan puasa, pula. Saya membayangkan bagaimana kalau acara 17 Agustus-an yah ? :D

Kultum atau tausiyah menjelang acara buka bersama di KJRI Marseille disampaikan oleh seorang warga Indonesia dalam bahasa Indonesia. (foto: dokpri)
Kultum atau tausiyah menjelang acara buka bersama di KJRI Marseille disampaikan oleh seorang warga Indonesia dalam bahasa Indonesia. (foto: dokpri)
Acara buka bersama dimulai dengan tausiyah dari warga Indonesia juga (padahal saya berharap mendengar khutbah dalam bahasa Prancis ala ala Tariq Ramadan, gitu, ha ha ha...). Ya mungkin karena audiens-nya juga orang Indonesia, maka ceramah pun disampaikan dalam bahasa Indonesia.

Oya, Kompasianer mungkin ada yang tahu kan siapa Tariq Ramadan? Beliau itu tokoh pemikir Islam yang sangat disegani di Prancis, Swis dan umumnya masyarakat Islam maupun kaum terpelajar di Eropa. Beliau juga cucu Hasan Al-Bana, tokoh Islam Sunni dan gerakan Ikhwanul Muslimin, yaitu organisasi keagamaan yang mengutamakan ajaran Islam sebagai ajaran yang universal.

Balik lagi ke acara buka puasa bersama, setelah tausiyah, acara dilanjutkan dengan sholat maghrib berjama'ah. Dan, tentunya setelah itu, acara yang paling ditunggu-tunggu adalah makan-makan! Pastinya, hidangan yang disuguhkan hidangan Indonesia mulai dari es buah, bakso, gulai kambing, cap cay, nyam nyam nyam...

Acara santap buka bersama selepas sholat maghrib di ruang bawah tanah KJRI Marseille yang disulap menjadi tempat makan. (foto: dokpri)
Acara santap buka bersama selepas sholat maghrib di ruang bawah tanah KJRI Marseille yang disulap menjadi tempat makan. (foto: dokpri)
Selama acara makan-makan itulah sesama warga Indonesia saling mengobrol dalam suasana santai. Setelah makan-makan, acara dilanjutkan dengan sholat tarawih berjama'ah, dan saat itu sudah di atas jam 10 malam. Saya tidak ikut sampai selesai karena takut stamina drop (kecuali kalau esok harinya saya tidak berpuasa sih nggak apa-apa ya stay until late midnight), sehingga saya memutuskan untuk pulang lebih awal.

Dan ternyata.... betul juga di hari saya menuliskan artikel ini, saya tidur bablas sampai Subuh walaupun alarm sudah dipasang, ha ha ha! Beruntunglah saya tinggal di tengah hutan pinus yang masih asri, sehingga saya terbangun karena suara cicitan burung sekitar jam setengah enam. Untungnya juga waktu subuh belum lewat, karena matahari terbit di sini jam 6 lewat.

Di acara santap bareng buka puasa bersama ini, baik staf KJRI maupun warga berbaur dan mengobrol santai. (foto: dokpri)
Di acara santap bareng buka puasa bersama ini, baik staf KJRI maupun warga berbaur dan mengobrol santai. (foto: dokpri)
Yah begitulah, sekelumit cerita dari saya mengenai acara buka bersama yang pertama kalinya saya ikuti bersama warga Indonesia dan para staf KJRI Marseille. Bagaimana dengan Kompasianer yang juga sama-sama tinggal di luar negeri? ***