Dina Mardiana
Dina Mardiana profesional

Saya seorang penulis dan penerjemah, juga pengamat gaya hidup. Blog saya yang lainnya dapat dikunjungi di www.dinamars.net, www.travelkulinerdina.net

Selanjutnya

Tutup

Wanita

Bersinar Seindah Mutiara Melalui Usaha Pengolahan Kain Perca

3 Desember 2017   22:44 Diperbarui: 3 Desember 2017   22:51 379 0 0
Bersinar Seindah Mutiara Melalui Usaha Pengolahan Kain Perca
Ibu Irma Suryati menerima penghargaan dari Menpora Adhyaksa Dault pada tahun 2009 sebagai Juara Pertama Tingkat Nasional Wirausaha Muda Teladan. (foto: dok.Ibu Irma)

Beberapa waktu yang lalu saya pernah menuliskan profil singkat tentang Ibu Irma Suryati, penyandang disabilitas yang mendapat nominasi penghargaan Danamon Entrepreneur Awards untuk periode tahun 2017. Nominasi itu diperoleh berkat usaha Ibu Irma memberdayakan sesama penyandang difabel, bahkan para PSK dan waria untuk berkarya menghasilkan kerajinan tangan berupa keset, boneka dan beberapa hiasan rumah lainnya melalui UKM yang didirikannya bersama sang suami.

Untuk itu, saya pun tertarik mewawancarai Ibu Irma melalui Whatsapp agar bisa mengetahui lebih banyak tentang sepak terjang beliau dalam mendirikan dan mengembangkan UKM-nya. Kini, UKM yang diberi nama Mutiara Handycraft telah mempekerjakan para karyawan binaan sebanyak 3000 orang di seluruh Indonesia. Bahkan, Ibu Irma pernah mendapatkan penghargaan dari Bapak Adhyaksa Dault, Menteri Pemuda dan Olahraga pada tahun 2009 sebagai Juara Pertama Tingkat Nasional Wirausaha Muda Teladan.

Dari Diskriminasi Menjadi Motivasi untuk Berwirausaha

Keluarga adalah pendukung nomor satu Ibu Irma di saat-saat dirinya jatuh bangun mendirikan UKM dan mencari sokongan modal. (foto: dok. Ibu Irma)
Keluarga adalah pendukung nomor satu Ibu Irma di saat-saat dirinya jatuh bangun mendirikan UKM dan mencari sokongan modal. (foto: dok. Ibu Irma)

Ibu Irma merasa adanya diskriminasi dari masyarakat umum terhadap penyandang disabilitas seperti dirinya, terutama dalam hal mencari pekerjaan. Ia sampai melamar ke 15 perusahaan tapi selalu ditolak. Ia pun berpikir bahwa daripada mencari kerja selalu ditolak, lebih ia menciptakan lapangan kerja sendiri. Namun ia menyadari bahwa untuk berwirausaha diperlukan modal, tidak hanya materi melainkan juga kesiapan seperti bahan dan peralatan.

Kemudian Ibu Irma melihat ke lingkungan sekitar tempat tinggalnya di Kebumen banyak ditemukan sampah kain sisa jahitan dari pabrik garmen. Dengan penuh inisiatif ia mencoba-coba berkreasi dengan sisa-sisa kain tersebut secara otodidak, apalagi ia memang suka membuat prakarya yang menggunakan kain perca sejak kecil.

UKM Mutiara Handycraft yang didirikan Ibu Irma (tengah) bermodalkan lima puluh ribu rupiah dari Dinas Sosial, namun kini sanggup membina sebanyak 3000 orang penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. (foto: dok. Ibu Irma)
UKM Mutiara Handycraft yang didirikan Ibu Irma (tengah) bermodalkan lima puluh ribu rupiah dari Dinas Sosial, namun kini sanggup membina sebanyak 3000 orang penyandang disabilitas di seluruh Indonesia. (foto: dok. Ibu Irma)

Ibu Irma menjalani proses yang cukup panjang dalam mendirikan usahanya tersebut. Meskipun berasal dari keluarga tidak mampu, ia yakin bahwa suatu hari pasti akan ada pihak-pihak yang membantunya. Ia mencoba mendatangi dinas sosial di daerah tempat tinggalnya, terlebih lagi, sesuai pasal 34 UUD 1945, ia tahu bahwa negara menjamin fakir miskin dan anak-anak terlantar seperti yang pernah dipelajarinya sewaktu masih sekolah.

Meskipun modal yang diberikan dinas sosial tidak seberapa, yaitu sebesar lima puluh ribu rupiah, ia merasa jumlah tersebut cukup untuk dibelikan kain perca yang harga perkilonya sebesar dua ratus rupiah saja. Dana itu baru didapatkannya setelah mengajukan proposal selama satu tahun.

Mutiara Handycraft, Usaha Yang Bersinar

Dari sepak terjangnya mencari modal hingga mendapatkan kucuran dana dan memproduksi keset, Ibu Irma memutuskan memberi nama UKM-nya Mutiara Handycraft. Sesuai dengan falsafah mutiara itu sendiri, proses perjalanan jatuh bangun yang dialaminya termasuk dihina dan diinjak-injak, bahkan dibenamkan di kotoran lumpur paling dalam sekali pun, mutiara akan tetap bersinar.

Ibu Irma Suryati telah mempekerjakan lebih dari 3000 orang penyandang disabilitas, mantan PSK dan waria yang juga dibekali ilmu bisnis dan pemasaran. (foto: dok. Ibu Irma)
Ibu Irma Suryati telah mempekerjakan lebih dari 3000 orang penyandang disabilitas, mantan PSK dan waria yang juga dibekali ilmu bisnis dan pemasaran. (foto: dok. Ibu Irma)

Dan ternyata memang usahanya telah membuahkan hasil. Awalnya, ia mengerjakan kerajinan tangan kain perca hanya berdua bersama suami. Setiap hari pesanan keset yang diterimanya semakin bertambah, sehingga ia mengajak teman-teman sesama penyandang disabilitas mulai dari 1 orang, bertambah lima orang hingga 30 orang. Sekarang binaannya dapat mengerjakan produk kain keset di rumah masing-masing yang tersebar di seluruh Nusantara. Masing-masing dari binaannya telah dibekali dengan ilmu kewirausahaan serta ilmu bisnis dan pemasaran atas kerjasamanya dengan dinas sosial.

Produk kain keset buatannya pun telah diekspor ke Australia dan meraup omset tidak sedikit, yaitu 9,6 milyar rupiah per tahun. Jika Kompasianer bisa lihat dari foto-foto keset yang dibuatnya kebanyakan bermotif kartun animasi anak-anak seperti Mickey Mouse, Doraemon, Winnie The Pooh. Motif-motif lainnya berupa binatang seperti lebah, gajah, beruang. Produk-produk kesetnya ini telah didistribusikan ke pasar swalayan dan mal-mal besar termasuk Carrefour. Selain itu, beberapa selebriti seperti Maudy Kusnaedi dan Oki Setiana Dewi juga telah meng-endorse produk-produk hasil karyanya.

produk-produk keset bermotif kartun animasi anak-anak yang lucu-lucu hasil karya Ibu Irma Suryati dan para binaannya di UKM Mutiara Handycraft juga telah diekspor ke Australia, loh! (foto: dok.Ibu Irma)
produk-produk keset bermotif kartun animasi anak-anak yang lucu-lucu hasil karya Ibu Irma Suryati dan para binaannya di UKM Mutiara Handycraft juga telah diekspor ke Australia, loh! (foto: dok.Ibu Irma)


Danamon Entrepreneur Awards, Ajang Penghargaan Bagi UKM-UKM Berpotensi

Ketekunan dan kegigihan Ibu Irma ini pantas diapresiasi. Bank Danamon, sebagai bank swasta yang peduli dengan pengembangan perekonomian Tanah Air, terutama di sektor kewirausahaan, menobatkan Ibu Irma menjadi salah satu dari lima orang peraih Danamon Entrepreneur Awards (atau disingkat DEA Awards) untuk periode tahun 2017.

Maudy Kusnaedi, salah satu selebriti Tanah Air yang turut menggunakan produk keset hasil kerajinan tangan UKM Mutiara Handycraft. (foto: dok. Ibu Irma)
Maudy Kusnaedi, salah satu selebriti Tanah Air yang turut menggunakan produk keset hasil kerajinan tangan UKM Mutiara Handycraft. (foto: dok. Ibu Irma)

Bapak Gunawan Te selaku Business HeadDanamon untuk Small and Medium Entreprise mengatakan bahwa para peraih DEA Awards in menunjukkan bagaimana kuatnya sektor UKM dalam menciptakan dampak positif terhadap perekonomian, kesejahteraan masyarakat sekitar, serta budaya inovasi. Selain itu, Head of Corporate CommunicationsDanamon, Atria Rai, menambahkan, "Para peraih penghargaan ini terbukti mampu menempatkan kewirausahawan sebagai solusi mencapai kesejahteraan dan berkontribusi nyata terhadap perekonomian nasional."

Bagi Ibu Irma sendiri, penghargaan bukanlah akhir perjuangan. Ia justru ingin tetap berkarya dan mengurangi angka pengangguran di Indonesia dengan cara merekrut mitra kerja lebih banyak, serta membuat pusat pelatihan dan sekolah bisnis. Kita do'akan saja agar cita-cita Ibu Irma dalam mensejahterakan lebih banyak masyarakat Indonesia tercapai, ya. Kompasianer dapat turut mendukung cita-cita Ibu Irma ini dengan memberikan suara atau voting melalui website Danamon Awards di: www.danamonawards.org/dukung. ***

Terima kasih untuk Ibu Irma Suryati atas kesediaan dan waktunya diwawancarai melalui Whatsapp. Semangat dan sukses terus, Bu.. !