Mohon tunggu...
Dina Finiel Habeahan
Dina Finiel Habeahan Mohon Tunggu... be do the best

BE A BROTHER FOR ALL

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup (Yoh 14:6)

18 Januari 2021   11:42 Diperbarui: 18 Januari 2021   11:45 242 34 2 Mohon Tunggu...

Setiap kali membaca dan merenungkan perikop ini,saya merasa damai dan bersemangat. Bukan hanya itu saja,saya juga dapat mengalami keindahan pesan yang tersirat dalam ayat injil tersebut. 

Selama rekoleksi berlangsung,ayat ini disuguhkan sebagai bahan permenungan bagi kami selama dua hari satu malam. Apa sih enaknya merenungkan ayat tersebut ? Hmm..tidak ada yang enak tapi saya mengalami ada damai dan sukacita karena energi positif saya semakin bertambah. Nah,mari kita perhatikan apa yang hendak dikatakan Tuhan lewat ayat injil tersebut.

Pertama,Bahwa Yesus bukan hanya menunjukkan jalan kepada saya tetapi Dialah sebagai jalan utama sampai kepada Bapa. Saya bisa sampai kepada Bapa hanya dengan melalui Dia sang jalan sejati. Saya tidak akan tersesat selama saya membiarkan diri dituntun oleh-Nya. Kecuali jika saya memilih jalan-jalanku sendiri. Kedua,Dia adalah kebenaran. Hal ini tampak pada kesetiaanNya untuk melaksanakan kehendak Bapa-Nya hingga wafat disalib. Dan yang ketiga adalah Dia adalah hidup. Kehadirannya menawarkan hidup Ilahi yakni hidupdalam persekutuan yang mesra dengan Allah.

Jika saya menyebutNya sebagai jalan,kebenaran dan hidup itu tandanya bahwa saya juga diharapkan menjadi jalan yang benar bagi sesamaku. Pertanyaannya,"Apakah saya sudah menjalani hidupku sesuai dengan maksud Tuhan?"

Berjalan,melangkah,berlari bahkan merangkak itulah yang kulakukan dalam perjalanan. Saya yakin bahwa kita semua mempunyai jalan dan kita dapat berjalan. Saya bergerak untuk mencari kebahagiaan yang saya  harapkan menuju jalan kesempurnaan. Semua jalan yang kita tempuh mempunyai tujuan yang sama yakni," Kebaikan Allah". Segala kekayaan,kekuasaan,kehormatan dan kebijaksanaan hanyalah sebagai wadah untuk menyambut-Nya. Menyambut Dia yang hendak memenuhiku dan menyatakan dirinya melalui diriku.

Setiap saat saya menggerakkan kaki untuk menelusuri jalan-jalan yang terpampang dihadapanku  menuju tujuan yang hendak kucapai. Ragam ekspresi saya munculkan, ragam inspirasi saya tuai dalam perjalanan tersebut. Bukan hanya itu,bahkan aneka jenis jalan telah saya lewati yang berbatu ,mendaki ,semak duri sudah saya tempuh asalkan sampai pada tujuan. Saya selalu berharap bahwa jalan yang kulalui mestinya mulus dan  sampai pada tujuan dalam keadaan selamat dan penuh sukacita merupakan kerinduan hati yang terdalam.

Akan tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang saya luput ditengah hiruk pikuknya dunia yang kadang membuatku  tenggelam dalam putus asa,kesedihan bahkan kebingungan.Keadaan inilah yang  sering mendatangkan pertanyaan ," Apakah Tuhan ada dalam perjalananku,akankah dia menemaniku hingga sampai ketujuan yang telah ditetapkan ?  Tujuan hidup yakni hidup yang abadi.

Dalam perjalanan itu aneka peristiwa saya  alami. Ada sukacita,damai,kegagalan,kesuksesan,cinta,terluka,pujian,patah hati,bahkan kita juga harus kehilangan orang-orang terdekat kita. Kalau demikian apakah benar kalau Dia adalah jalan dalam hidupku ? Benar,Dia adalah jalan. Ketahuilah bahwa perjalanan Yesus menuju Golgota adalah peta terbaik bagi kita dalam menjalani hidup setiap harinya.Jangan ragu,entah dalam situasi apapun Tuhan selalu beserta kita. 

Yakinlah jalan Tuhan bukanlah perkara jalan lurus atau berkelok,datar,turun atau terjal,berlubang atau bertebing. Akan tetapi jalan Tuhan itu adalah jalan menuju kesempurnaan,kekekalan,dan kepenuhan cinta. Ingat,jangan pernah menjadikan orang lain sebagai pelaku perjalananmu. Karena hanya ketika kita mau melakukan perjalanan itu kita mampu mengalami kebersamaan denganNya. 

Setiap jalan akan menawarkan keindahannya masing-masing dan setiap kita diberi kebebasan untuk memilih jalan yang harus kita lalui. Tapi,ingatlah yang namanya salib-salib kecil seperti masalah,kegagalan,kehilangan,tidak akan pernah bisa disingkirkan melainkan harus dipikul. Tidak guna juga memasang wajah muram,apalagi sampai meletakkan beban hidup atau menyerah begitu saja. Ketahuilah bahwa itu tidak akan pernah mengubah situasi  jalan yang harus kita lalui.

Namun,tidak bisa disangkal juga bahwa banyak sukacita yang kita peroleh dalam perjalanan tersebut. Itu tandanya bahwa Allah sendiri tidak membiarkan kita tinggal dalam lorong-lorong kehidupan yang gelap melainkan Ia menghadiahi  kita secercah cahaya untuk menerangi kegelapan kita.Sehingga kita yakin membiarkan diri ini dituntun oleh-Nya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x