Mohon tunggu...
Dimas Surya
Dimas Surya Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Ilmu Politik

SepakBola

Selanjutnya

Tutup

Politik

Erdogan VS Gulen: Dampak Gerakan Hizmet bagi Indonesia

3 Desember 2022   10:39 Diperbarui: 3 Desember 2022   10:49 229
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pada tanggal 15 Juli 2016 terjadi kudeta terhadap Presuden Recep Tayyip Erdogan. Kudeta ini tercatat sudah dialakukan sebanyak lima kali oleh militer Turki sejak tahun 1960, 1970, 1980 dan 1997. Lalu saat itu Erdogan beranggapan Bahwa sosok Hocaefendi Fethullah Gulen salah satu pendiri Gulen Movment sebagai pemeran dalam Kudeta ini.

Gulen dengan keras membantah tuduhan tersebut. Dia mengaku menentang perebutan kekuasaan dengan Tindakan kekerasan "Sebagai seorang yang menderita akibat beberapa kali kudeta militer selama lima dekade terakhir sebuah penghinaaan jika saya dituduh terkait dalam upaya yang sama" kata Gulen.

Gulen juga menegaskan bahwa kebenciaanya terhadap saya ada pada sejak awal, bagaimana ia datang meminta pendapat kepada saya terkait dia untuk membentuk partai. Akan tetapi saat dia keluar, dia mengucapkan pada seorang temanya bahwa Gerakan merka lah harus dimusnahkan terlebih dahulu.. Dia mengucakan 17 Tahun yan lalu dan dia berusaha mencari kesempatan saja. Ada romur yang mengatakan bahwa Dogu Perincekatau perwira militer di belkang kudeta ini.

Kita ketahuai Gulen dan Gerakan Hizmet ataupun Gulen Movment mempunyai dampak yang baik bagi kehidupan di Indonesia yang mana pada Gerakan Hizmet ikut serta melaluai Lembaga kemanusia pada tsunami di Aceh 2004, Gulen dan pengikutnya tampak lebih percaya diri, gampang membantu orang lain, dan seterusnya. Gulen mempunyai dua Lembaga yaitu, Pertama Pasaid-Pacific Countries Social and Economic Solidarity Assocation.  Lembaga ini berkerja sama dengan pihak Indonesia mendirikan sejumlah Lembaga Pendidikan yang dikenal dengan Sekolah Indonesia -- Turki. Yang kedua ialah Gulen Chair, Lembaga ini telah berkerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sejak 2008,  namun puntus kontrak pada April 2016. Bukan hanya itu Guken Chair juga berkerja sama dengan penerbit di Indonesia untuk menerbitkan buku -- buku karya Gulen.

Tentu dampak akibat perseteruan antara Erdogan dan Gulen ini mengakibatkan, Turki yang bersikeras agar pemerintah Indonesia segera menutup sekoah yang terkait dengan kelompok Fethullah Gulen, organisasi yang ducap teroris oleh pemerintah Recep Tayyip Erdogan. Ada pun sekolah yang disebutkan yaitu Kharisma Bangsa, Pribadi Bilingual School, hingga Sekolah Kesatuan Bangsa yang masih diinduki oleh Pacific Countries Social and Economic Solidarity Association (PASIAD). Bagaimana induk sekolah ini merupakan jaringan Hizmet binaan Gulen. Erdogan mengecap sejak tiga tahun lalu menyatakan Gerakan Hizmet ini dan anak organisasinya sebagai jaringan teroris . Turki juga mengikatkan juga dengan organisasi FETO yang berkerjasama dengan Fetullah Gulen bagaumana banyak sekali masyrakaat Indonesia untuk memwaspadai pada Gerakan FETO ini.

Mungkin saat ini Fethullah Gulen, sudah mengasingkan dirinya ke Amerika Serikat namun para pengikut dan Lembaga organisasi nya masih banyak yang berkeliaran di Indonesia sendiri Hizmet atau para pengikut Gullen tidak menampakan dirinya sebagai kiai atau seorang ustadz. Justru penampilan dia pun biasa dengan celaan pantalon, dengan mengunakan jas dan tidak berjenggot. Mereka tidak melakukan ceramah agama di masjid atau tempat lain manapun. Melainkan meraka banyak di Pendidikan, seni budaya dan Sosial.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun