Mohon tunggu...
D.A. Dartono
D.A. Dartono Mohon Tunggu... Administrasi - Penggemar bacaan dan pegiat literasi.

Senang berdiskusi, berdialog dan sharing ide. Curah gagasan, menulis dan tukar-menukar pengalaman.

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Olaf Schumann Bicara Messiah

17 Februari 2021   01:08 Diperbarui: 17 Februari 2021   01:23 277 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Mungkin orang mengira ini sebuah tantangan bagi saya untuk meresensi sebuah buku teologi (keagamaan) yang ditulis orang yang beda agama dengan saya. Tidak salah juga. Tantangan yang dimaksud ialah melakukan hal yang jarang orang lakukan. Sebab, dari segi pengamalan keagamaan, jarang seseorang membaca buku agama orang lain. Terlebih lagi, buku seorang beragama lain yang membahas tema yang cukup menjadi anutan kita sendiri.

Buku yang tengah saya telaah berjudul "10 Ulama Bicara Isa Al-Masih dan Ajarannya, Membangun Kesadaran Kritis Hubungan Muslim-Kristen". Ia merupakan terjemahan dari buku versi bahasa Inggris yang berjudul "Jesus The Messiah in Muslim Thought" (Delhi-Hyderabad, 2002), yang juga merupakan terjemahan dari versi asli yang berbahasa Jerman dengan judul "Der Christus der Muslime, Christologische Aspekte in der Arabisch-Islamischen Literatur" (Gutersloh, 1975).

Saya pertama kali menemukan buku ini di sebuah toko buku di dalam sebuah supermarket besar di kota tetangga saya di wilayah Jabodetabek. Saat itu telah hampir setengah tahun masa pandemi dan untuk satu keperluan saya menemani istri ke Mall yang sangat luas dan besar tersebut. 

Sangat berbeda jauh saat belum pandemik, saya cukup terkejut juga dengan yang saya lihat. Mall itu cukup sepi. Mungkin baru penyesuaian karena baru saja terjadi Pandemi Covid atau mungkin saya terlalu 'rajin' pagi-pagi ke Mall sekitar pukul sembilan pagi. Di pintu masuk terlihat dua aparat keamanan memastikan pengunjung mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, membersihkan tangan dengan sanitizer yang telah tersedia, jaga jarak bahkan termasuk dengan istri dan seterusnya.

Setelah berkeliling Mall yang bisa memakan waktu satu jam, saya menemukan sebuah toko buku yang menawarkan harga-harga miring dari buku-buku jualannya. Satu tertarik pada sebuah buku dengan pengarang yang pernah saya berbincang dengannya di sebuah acara PGI sekitar tahun 2007. Beberapa tahun kemudian saya pernah dikabari teman bahwa pengarang tersebut tinggal masih di wilayah Bogor.

Buku ini adalah karya Olaf Schumann, seorang pendeta Gereja Lutheran di Schleswig Holstein, Jerman. Buku terjemahan bahasa Indonesia ini diterbitkan oleh Elex Media Komputindo (Kompas-Gramedia Group), dengan editor Aisyah dan Ahmad Rifki, dari kelompok penterjemah Paramadina.

Tahun 1970-1981, Schumann bekerja sebagai staf peneliti di Lembaga Penelitian dan Studi Dewan Gereja-gereja di Indonesia di bidang ilmu agama-agama. Tahun 1981, Schumann diangkat menjadi guru besar dalam bidang ilmu agama-agama dan misiologi pada Universitas Hamburg, Jerman. Pernah menjadi Dosen STT Jakarta pada tahun 1989-1992, Prof. Schumann kini menjadi dosen tamu di berbagai universitas, di antaranya di Sabah Theological Seminary di Kota Kinabali, Malaysia.

Sesuai dengan judul buku di atas, pendapat ulama-ulama tentang Isa Al-Masih dan ajarannya yang dibahas pada buku tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Ali Al-Tabari, ulama Kristen yang menjadi Muslim
  2. 'Amr b Bahr Al-Jahiz, seorang penganut teologi Mu'tazilah
  3. Ibnu Hazm, filosof Muslim terkemuka dari Cordoba
  4. Al-Ghazali, filosof Muslim terkemuka dari Persia
  5. Ibnu Al-Arabi, seorang sufi yang terkemuka dalam dunia tasawuf Islam
  6. Muhammad Abduh, pembaharu pemikiran Islam yang paling berpengaruh dari Mesir
  7. Rasyid Ridha, murid Muhammad Abduh
  8. Mahmud Syaltut, ulama, ahli tafsir dan mufti dari Kairo penggagas pendekatan mazhab-mazhab
  9. 'Abbas Mahmud Al-Aqqad, seorang sastrawan Mesir
  10. Fathi Utsman, ulama dan penulis Mesir, penganjur kerjasama Islam dan agama-agama lain

Buku ini ini awalnya adalah suatu disertasi untuk kalangan akademis di Jerman di dalam Fakultas Teologi Protestan. namun dalam penulisan buku ini, terdapat banyak penambahan penjelasan atau pun pengurangan, dengan maksud agar penulisannya tidak terlalu teknis, sehingga lebih mudah dipahami oleh kalangan awam. Maksud lain dari penulisan buku ini, adalah keinginan untuk memperkenalkan pemahaman-pemahaman para penulis Muslim terhadap Yesus Kristus (Isa Al-Masih) kepada para pembaca Kristen secara umum, yang awalnya ditujukan kepada mereka yang berbahasa Jerman.

Pendapat para ulama tersebut diuraikan pada bab-bab tersendiri yang secara rinci dan terstruktur menjelaskan bagaimana pendapat para ulama tersebut dengan perspektif keilmuan dan latar belakang kultur budayanya, disertai dengan komentar penulis buku tersebut. Resensi buku ini tidak akan membahas satu persatu pendapat para ulama tersebut. Saya justru tertarik dengan semangat yang disampaikan oleh penulis (Schumann) ketika menuliskan buku ini.

Tidak semua tema besar buku ini saya bicarakan di kesempatan ini. Tema yang ingin saya angkat ialah pandangan Mahmud Syaltut. Ia adalah guru besar Universitas Al-Azhar yang mengeluarkan fatwa berdasarkan kajiannya terhadap Al-Qur'an bahwa Nabi Isa Al-Masih telah wafat. Fatwa itu untuk menjawab seorang Muslim Ahmadiyah dari India yang bertanya kepadanya. Lebih dari itu, tidak ada ijma ulama mengenai keberlangsungan sanad atau jalur periwayat Hadits-Hadits bertemakan hal itu hingga ke Nabi Muhammad (saw) atau sanad secara mutawatir. Karena itulah, seorang Muslim yang tidak mempercayai Nabi Isa as masih hidup, tetap seorang Mukmin (beriman).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan