Mohon tunggu...
Diksi_Istimewa
Diksi_Istimewa Mohon Tunggu... Tutor - A Learning

Keep Fighting

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Jaga Cintamu, Mulia Hidupmu

14 November 2022   21:44 Diperbarui: 14 November 2022   21:59 77
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Oleh Rengga Lutfiyanti

Pembahasan tentang cinta selalu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan. Terutama di kalangan para remaja. Karena pada masa remaja gejolak perubahan horman mulai terjadi. 

Hal inilah yang membuat para remaja mulai merasakan cinta. Ibarat kata, remaja tanpa cinta itu bagaikan sayur tanpa garam. Sayangnya, kisah cinta para remaja ini tidak selalu berujung manis. Tetapi, seringkali kisah cinta ini diwarnai dengan kisah pilu. Mulai dari korban perasaan, korban kehormatan, korban kesucian, hingga korban nyawa.

Lalu apakah salah ketika rasa cinta itu muncul? Sebenarnya tidak ada yang salah ketika rasa cinta itu muncul. Namun yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara kita dalam mengekspresikan rasa cinta tersebut. 

Jika rasa cinta yang muncul kita ekpresikan sesuai dengan syariah, tentu cinta tersebut akan menjadi cinta yang mulia. Tetapi ketika cinta itu kita ekpresikan dengan menuruti hawa nafsu, maka cinta itu akan menjadi cinta yang salah yang berujung pada nestapa. Sebagaimana yang banyak dialami oleh remaja saat ini. 

Oleh karena itu, sudah seharusnya kita berjuang untuk menjaga kesucian cinta. Jangan sampai cinta kita ternoda oleh hawa nafsu yang menyesatkan. Sangat penting untuk kita memahami hakikat cinta sejati. 

Agar kita tidak salah dalam meletakkan rasa cinta.
Hadirnya rasa cinta di hati kita adalah fitrah yang diberikan oleh Allah swt. kepada setiap makhluknya. Ia merupakan salah potensi kehidupan yang Allah swt. berikan kepada kita. Sehingga wajar jika kemudian kita memilki rasa suka terhadap lawan jenis, ingin diperhatikan atau memberi perhatian, dan lain sebagainya. 

Tentunya Allah swt. memiliki tujuan tertentu mengapa memberikan rasa cinta kepada kita. Yaitu agar manusia dapat berkembang biak di muka bumi ini. Oleh karena itu, Allah swt. memberikan fitrah cinta kepada setiap diri manusia. Maka ada kecenderungan untuk saling menyukai lawan jenis. Serta ada daya tarik menarik antara laki-laki dan perempuan.


Tetapi bukan berarti kita bebas untuk mengumbar cinta yang kita miliki. Butuh cara yang tepat dalam mengelolanya, agar cinta itu tidak menyebabkan derita yang berujung nestapa. Karena rasa cinta itu datangnya dari Allah, maka Allah lah yang paling tahu cara mengelolanya. Sehingga cinta tersebut akan menjadi cinta yang mulia. Yaitu cinta sejati, cinta yang sesuai aturan Ilaahi. Lalu bagaimana cara mengelola cinta yang sesuai dengan aturan Illahi?


Pertama, Allah memerintahkan kita untuk menjaga pandangan. Karena pandangan adalah awal dari munculnya rasa cinta. Maka sebisa mungkin hindari untuk selalu mencari tahu apapun tentang orang yang kita sukai. Karena itu akan memancing hadirnya rasa. Selain itu, hindari interaksi yang intens dengannya. Cukup berinteraksi sewajarnya, sesuai dengan kepentingan. Tidak perlu ada curhat-curhatan apalagi sampai jalan berduan.


Kedua, jika sudah siap untuk menikah maka menikahlah. Sebab,satu-satunya jalan yang diridhoi oleh Allah swt. bagi dua orang yang saling mencintai adalah dengan pernikahan. Tetapi jika belum siap untuk menikah, maka alihkan perhatian. Curahkan energi kita untuk menggali potensi diri. Mengembangkan diri menjadi pribadi yang lebih baik. Menyiapkan masa depan yang gemilang dengan penuh kemuliaan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun