Mohon tunggu...
Didno
Didno Mohon Tunggu... Guru Blogger Youtuber

Guru yang suka ngeblog, jejaring sosial, nonton bola, jalan-jalan, hobi dengan gadget dan teknologi. Info lengkap didno76@yahoo.co.id

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Waniti, Wanita Tangguh Penjual Nasi Kuning Karangsinom

21 April 2021   16:51 Diperbarui: 21 April 2021   17:11 631 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Waniti, Wanita Tangguh Penjual Nasi Kuning Karangsinom
Waniti Penjual Nasi Kuning (Dok. Pribadi)

Kartini menjadi salah satu wanita yang dihargai dan dihormati di Indonesia. Pasalnya setiap tahun diperingati Hari Kartini setiap tanggal 21 April. Dia menjadi contoh emansipasi wanita di tanah air. Berkat kegigihan dan usahanya dalam persamaan gender selama masa penjajahan Belanda.

Saat ini ada banyak Kartini-kartini yang tangguh dalam menghadapi perjuangan hidup. Bahkan wanita tersebut ada di sekeliling kita selama bulan puasa ini. Selain ibu dan isteri, ada juga wanita tangguh lainnya. Salah satunya adalah Waniti penjual nasi kuning yang ada di daerah kami.  

Nasi Kuning Waniti (dok. Didno)
Nasi Kuning Waniti (dok. Didno)

Dia adalah Waniti atau ada juga yang menyebutnya Wangiti, penjual nasi kuning di Depan Mini Market Karangsinom Desa Karanganyar Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu. Dia berjualan nasi kuning sudah puluhan tahun lalu. Dia disebut wanita tangguh karena jualannya malam hari dari jam 21.00 hingga subuh.

Oreg Tempe Waniti (Dok. Didno)
Oreg Tempe Waniti (Dok. Didno)

Selama berpuluh-puluh tahun, dia jualan di warung pinggir jalan dan jarang tutup kecuali sakit dan ada dirinya hajatan atau keluarganya ada yang sakit. Saat musim hujan beberapa waktu yang lalu dia tetap jualan walaupun airnya sampai menggenangi kakinya.  

Perjuangan hidup untuk menghidupi anak-anaknya layak diacungi jempol. Setiap hari rata-rata dia bisa menjual 7 bakul besar nasi kuning. Pelanggan tetapnya adalah para sopir mobil pembawa beras ke pasar induk dan tukang ojek yang biasa mangkal di pertigaan Karangsinom. Di samping itu banyak pula masyarakat yang sedang melakukan perjalanan melalui Pantura lalu singgah sejenak di warung nasi kuning Waniti.

Pepes Ayam (Dok. Didno)
Pepes Ayam (Dok. Didno)

Lokasi Warung Nasi Kuning Wangiti hanya sekitar 30 meter dari jalan raya Pantura. Jika Anda dari arah Cirebon ke Jakarta Anda tinggal belok saja dari pertigaan Karangsinom tetapi harus pada malam hari. Sementara itu jika Anda dari Jakarta ke Cirebon harus memutar terlebih dahulu kemudian masuk ke Jalan Gabuswetan.

Beberapa pelanggan yang berasal dari luar Indramayu, biasanya sangat terkesan selain rasanya yang nikmat. Harga sega kuning atau nasi kuning Waniti sangat terjangkau. Untuk satu bungkus sega kuning atau nasi kuning Wangiti hanya membanderolnya sebesar Rp. 5.000,- saja sudah termasuk sohun, tempe, perkedel, dan potongan telor dadar.

Tetapi Waniti saat ini sedang sakit, sudah hampir satu bulan Waniti terkulai lemah di rumahnya karena sakit. Banyak orang yang tidak bisa lagi menikmati nasi kuningnya yang legendaris itu.

VIDEO PILIHAN