Mohon tunggu...
sholikhulhadi SandangSarwono
sholikhulhadi SandangSarwono Mohon Tunggu... Pimpinan LSM _LKPS ARUMPUKATTAYLOR PATI, bergerak di bidang sosial, hukum dan kemasyarakatan , pengawalan kasus ko_insidental
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

capicorn

Selanjutnya

Tutup

Karir

Masih Tentang Karut Marut Sulitnya Pengurusan E-KTP di Pati

15 Juni 2019   13:37 Diperbarui: 15 Juni 2019   13:45 0 0 0 Mohon Tunggu...

Dengan digelarnya kegiatan ini, Bupati berharap dapat mewujudkan generasi milenial serta komunitas motor yang mengerti tentang tertib berlalu lintas serta bisa tercipta keamanan , ketertiban dan kelancaran lalu lintas . Tak lupa dalam kesempatan tersebut Bupati juga berharap agar Pemilu 2019 yang diselenggarakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang bisa berjalan dengan adil , tentram , lancar dan damai .

Selain itu pihaknya ( Bupati ) juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Kapolres Pati AKBP Jon Wesly Arianto , S.Ik beserta jajaranya yang telah memfasilitasi terselenggaranya kegiatan tersebut ." Event semacam ini tidak lain adalah agar mengedukasi masyarakat Kabupaten Pati sehingga kecelakaan bisa terkurangi , dan sudah barang tentu generasi penerus kita hidupnya bisa sehat , aman dan sejahtera " pungkasnya  ,warga desa yang sukanya  membuat KTP secara mendadak dan meminta proses agar cepat selesai, dikatakan Camat Kayen, Jabir sebagai bentuk pemerkosaan terhadap tugas mereka dalam melakukan perekaman KTP-el.

"Cepat atau tidak itu tergantung pemohon sendiri. Jika ada keluhan lama tidak jadi itu biasanya mereka yang mengurusnya hari ini mau dipakai, hari ini juga baru melakukan pengajuan permohonan. Nah kalau gitu ya susah, itu sama dengan memperkosa petugas kami," jelasnya pada Harian Pati, pasca kegiatan pembinaan dan penyerahan secara simbolis KTP Elektronik, se-Eks Kawedanan Kayen hari ini (11/1).

Ia juga menyebutkan beberapa kendala yang menjadi penyebab pengurusan KTP-el tidak bisa selasai dengan kilat antara lain karena sisa hasil perekaman KTP-el yang masih ada di pusat. Namun untuk permohonan yang baru-baru ini diajukan di kecamatan bisa segera diselesaikan tidak sampai berbulan-bulan.

"Untuk kasus yang lama juga karena pengaruh server di pusat. Dulu pernah offline hingga satu bulan. Ini juga mempengaruhi cepat lambatnya pengurusan KTP-el," jelas Jabir.

Terkait opini publik bahwa pelayanan KTP-el di kecamatan terdapat pungutan, ia dengan tegas menampik. "Ini juga yang perlu saya sampaikan kepada masyarakat bahwa jangan sampai masyarakat terbawa informasi yang belum tentu benar. Sehingga ini nanti harus diluruskan bahwa tak ada pelayanan KTP-el yang membayar," tegasnya

warga desa yang suka membuat KTP secara mendadak dan meminta proses agar cepat selesai, dikatakan Camat Kayen, Jabir sebagai bentuk pemerkosaan   terhadap tugas mereka dalam melakukan perekaman KTP-e l  " jela jabir  camat gunungwungkal .

"Cepat atau tidak itu tergantung pemohon sendiri. Jika ada keluhan lama tidak jadi itu biasanya mereka yang mengurusnya hari ini mau dipakai, hari ini juga baru melakukan pengajuan permohonan. Nah kalau gitu ya susah, itu sama dengan memperkosa petugas kami," jelasnya pada Harian Pati, pasca kegiatan pembinaan dan penyerahan secara simbolis KTP Elektronik, se-Eks Kawedanan Kayen hari ini (11/1).

Ia juga menyebutkan beberapa kendala yang menjadi penyebab pengurusan KTP-el tidak bisa selasai dengan kilat antara lain karena sisa hasil perekaman KTP-el yang masih ada di pusat. Namun untuk permohonan yang baru-baru ini diajukan di kecamatan bisa segera diselesaikan tidak sampai berbulan-bulan.

"Untuk kasus yang lama juga karena pengaruh server di pusat. Dulu pernah offline hingga satu bulan. Ini juga mempengaruhi cepat lambatnya pengurusan KTP-el," jelas Jabir.

Terkait opini publik bahwa pelayanan KTP-el di kecamatan terdapat pungutan, ia dengan tegas menampik. "Ini juga yang perlu saya sampaikan kepada masyarakat bahwa jangan sampai masyarakat terbawa informasi yang belum tentu benar. Sehingga ini nanti harus diluruskan bahwa tak ada pelayanan KTP-el yang membayar," tegasnya  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3