Mohon tunggu...
Didik Djunaedi
Didik Djunaedi Mohon Tunggu...

Editor, penulis, dan penikmat hiburan

Selanjutnya

Tutup

Digital

Sir Jon Ive, Desainer Dibalik Kesuksesan Produk Apple

2 Januari 2012   02:14 Diperbarui: 25 Juni 2015   21:28 0 0 0 Mohon Tunggu...
Sir Jon Ive, Desainer Dibalik Kesuksesan Produk Apple
1325470326702036418

[caption id="attachment_152648" align="aligncenter" width="590" caption="Sumber: redmondpie"][/caption] Selama ini kita mungkin terpana dengan desain produk-produk Apple yang biasanya tampak sederhana, bersih dan berkelas. Coba kita tengok dari sejak PowerBook, iMac, iMac Cube, Macbook, iPod, iPhone dan iPad. Produk-produk tersebut selalu tampil menonjol dalam segi desain di antara kerumunan produk lain, terlepas dari kehandalan yang sudah tidak diragukan lagi. Konsekuensinya konsumen harus membayar lebih, tetapi dengan desain dan kualitas produk yang setimpal pengguna produk Apple biasanya terpuaskan dan akan menjadi peminat sejati. Pernahkah kita bertanya-tanya siapa di balik desain keren produk besutan perusahaan berlogo buah yang bermarkas di Cupertino, California, AS tersebut? Sebagian besar pasti akan mengaitkannya dengan mendiang Steve Jobs. Ya, sang mantan CEO yang telah berpulang pada beberapa waktu lalu bisa dikatakan pemberi "nyawa" terhadap produk teknologi yang saat ini menempati peringkat tertinggi impian konsumen. Namun, ada satu nama lain yang tidak terlalu populer yang berperan signifikan atas kehadiran jajaran produk tersebut, yaitu Jonathan Ive. Jonathan Ive saat ini adalah kepala divisi desain di Apple Inc. Pria kelahiran London pada 1967 ini telah bergabung dengan Apple Inc. sejak 1992. Pada usia 14 tahun ia telah tahu gairahnya terhadap profesi sebagai desainer karena ia suka menggambar dan mendesain. Oleh karena itu, anak seorang guru yang juga pengrajin perak ini melanjutkan kuliahnya ke Universitas Northumbria jurusan Desain Industri selepas dari Walton High School. Lulus kuliah ia bekerja sebagai desainer komersial lalu bersama ketiga temannya mendirikan sebuah agensi desain bernama Tangerine. Bermula dari agensi miliknya inilah awal mula Jon Ive berhubungan dengan Apple Inc. karena perusahaan teknologi yang didirikan Steve Jobs ini merupakah salah satu klien mereka. Tertarik dengan karya desainnya untuk notebook, Ive ditawari bekerja full-time di Apple. Kesempatan emas tersebut tidak disia-siakan oleh pria berlogat british kental tersebut. Ia sempat frustasi ketika tahun-tahun awal bergabung, Apple mengalami kekacauan dan nyaris ambruk hingga pada 1995 ketika Steve Jobs kembali, ia bersama sang maestro turut membangkitkan perusahaan yang kini menjadi  salah satu perusahaan bernilai tinggi. [caption id="" align="alignleft" width="260" caption="Ive dan Jobs (Sumber: cultofmac)"][/caption] Perpaduan antara naluri desain Jon Ive   dan sifat perhatian terhadap detail serta perfeksionis Steve Jobs menghasilkan produk-produk yang tidak pernah lekang oleh zaman dan memberi sentuhan art dalam produk teknologi canggih. Desain-desain Jon Ive selalu membuat teknologi yang terkesan ribet dan sulit menjadi user-friendly bagi segala umur seperti iPod dan iPhone yang sangat menyenangkan dalam genggaman tangan, meskipun ia sempat secara tak langsung "disalahkan" atas kasus antennagate saat pertama kali iPhone 4 diluncurkan yang membuat lemah sinyal dengan posisi antena di sekeliling bodi iPhone. Kedekatan hubungan Steve Jobs dengan Jonathan Ive seperti banyak ditulis media dan dalam buku biografi Steve Jobs terbaru digambarkan sebagai "spiritual partner" dan itu adalah sebutan Steve Jobs atas anak buah kesayangannya tersebut. Kehebatan intuisi desain Jon Ive dan kehandalannya dalam mengarahkan timnya sudah tidak diragukan lagi, pastinya banyak perusahaan lain yang melirik untuk meminangnya. Oleh karena itu, beberapa waktu lalu sempat tersiar kabar Jon Ive akan meninggalkan Apple yang hingga sekarang terbukti tidak terjadi. Atas prestasinya secara internasional tersebut baru-baru ini Kerajaan Inggris menganugerahi sosok yang tidak terlalu suka banyak bicara, selain melalui desain-desainnya, Knight Commander of the British Empire (KBE). Gelar bangsawan ini membuat Jon Ive berhak dipanggil dengan Sir Jonathan Ive. Sebetulnya ini adalah penganugerahan gelar kedua dari Kerajaan Inggris setelah pada 2005 ia menerima Commander of the British Empire (CBE).  Pada tahun yang sama Steve Jobs sedianya akan dianugerahi gelar KBE seperti yang diterima Sir Jon Ive sekarang tetapi ditolak oleh Perdana Menteri Inggris, Gordon Brown, gara-gara Steve Jobs pernah menolak undangan berpidato dalam konferensi Partai Buruh demi memenangi pemilu sang calon PM tersebut. Sumber: BBC, The Telegraph

KONTEN MENARIK LAINNYA
x