Dian Kelana
Dian Kelana wiraswasta

Mencari hingga di titik akhir perjalanan

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Pilihan

Menodong Pelanggan Ala Bolt

14 September 2018   06:06 Diperbarui: 14 September 2018   08:32 525 1 2
Menodong Pelanggan Ala Bolt
dokpri

Pertengahan Desember 2017 saya dapat goodybag dari acara sebuah perusahaan telekomunikasi yang saya ikuti di Balai Kartini, Jakarta. Salah satu dari isi goodybag tersebut adalah sebuah modem Bolt. Karena sudah dilengkapi dengan sebuah kartu perdana, maka saya lalu mengaktifkan kartu dan sekaligus melakukan registrasi nomor SIM Card sesuai peraturan Kominfo agar dapat menikmati layanan dari modem Bolt.

Sewaktu modem Bolt tersebut saya bawa pulang ke Tangerang dan melanjutkan pekerjaan saya di rumah, ternyata modem Bolt tersebut tidak berfungsi sama sekali. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya sinyal yang diterima oleh modem Bolt tersebut. Setelah saya lihat di websitenya Bolt melalui handphone, baru ketahuan bahwa coverage area Bolt memang belum sampai ke Kabupaten Tangerang bagian utara. Akhirnya saya kembali memakai handphone saya sebagai modem, walau sinyalnya juga suka hilang timbul, tapi masih lumayan untuk menyelesaikan artikel yang saya tulis dan kemudian posting. 

Untuk menghabiskan paket yang masih tersisa, saya lalu membawa modem tersebut ke tempat kerja di Jakarta. Begitu paketnya habis, saya membiarkan saja modem Bolt tersebut di kamar kost dan tak pernah memakainya lagi. Untuk mendukung aktifitas saya di dunia maya, saya kembali memakai handphone android saya sebagai modem.

Mungkin karena melihat tidak adanya aktifitas modem Bolt tersebut, sementara nama lengkap dan nomor telepon saya sudah terdaftar di system mereka saat registrasi, tanggal 31 Januari 2018 saya ditelepon oleh pihak Customer Service Bolt. Isi pembicaraan: penawaran kartu perdana baru mereka yang katanya lebih bagus dan jangkauannya lebih jauh. Karena ingin memperlihatkan lebih jelas bahwa lokasi saya di luar jangkauan sinyal Bolt, komunikasi kemudian beralih ke WhatsApp. Saya lalu mengirimkan capture coverage area Bolt yang memperlihatkan bahwa lokasi saya berada belum terjangkau sinyal Bolt, kemudian pembicaraanpun berakhir sampai disitu.

Lingkaran merah adalah tempat tinggal saya yang berada jauh dari Bolt coverage area yang berwarna pink.
Lingkaran merah adalah tempat tinggal saya yang berada jauh dari Bolt coverage area yang berwarna pink.
Saya kira setelah itu mereka tidak akan menghubungi saya lagi, rupanya saya salah. Adanya nomor handphone saya di system mereka, rupanya benar-benar dimanfaatkan dengan maksimal oleh CS Bolt. Sejak itu boleh dikatakan saya ditelepon setiap hari, bila tidak saya jawab mereka akan mengulanginya lagi beberapa waktu kemudian. Saya tidak tahu ada berapa orang karyawan CS Bolt, karena setiap saya ditelpon orang yang menghubungi selalu berbeda, dengan tujuan yang sama: menawarkan kartu perdana baru mereka. Saya pernah memblokir satu nomor mereka, eh, tidak disangka-sangka besoknya saya dihubungi dengan nomor yang berbeda oleh orang yang berbeda lagi! Gile lu Ndro...

Beberapa bulan setelah lepas dari teror penawaran kartu perdana Bolt di bulan Februari, 7 Agustus saya dikejutkan lagi oleh email BUKTI PEMBAYARAN VA dari Bolt yang isinya menyuruh saya melakukan pembayaran melalui virtual account. 

bolt00-jpg-5b99c6bcbde5755083780572.jpg
bolt00-jpg-5b99c6bcbde5755083780572.jpg
Email tersebut lalu saya balas dengan mengatakan: "Saya tidak membeli dan memesan apapun, kenapa disuruh bayar?" 

bolt000-jpg-5b99cc3b43322f54777b0d42.jpg
bolt000-jpg-5b99cc3b43322f54777b0d42.jpg
Belum lagi mendapat balasan email sebelumnya dari CS Bolt, tanggal 8 Agustus sebuah email dari Bolt masuk lagi. Rupanya ini yang dilakukan oleh si pemakai akun saya di Bolt, membeli kartu perdana Bolt lalu mengaktifkannya atas nama saya melalui akun saya di Bolt.

 

bolt0-jpg-5b9add4fbde5754e8333b8e3.jpg
bolt0-jpg-5b9add4fbde5754e8333b8e3.jpg
Langkah selanjutnya yang dia lakukan adalah meningkatkan status nomor Bolt tersebut ke nomor Pascabayar Premium! Sehingga tagihannya akan dikirim ke saya seperti terlihat pada email berikutnya di bawah.

bolt-jpg-5b9ae574677ffb6e7c0a6e03.jpg
bolt-jpg-5b9ae574677ffb6e7c0a6e03.jpg
Ini dia, ledakan bom dari permainan ini. Tagihan pemakaian yang dikirim ke alamat email saya tanggal 7 September lalu. Sipemakai simcard Bolt yang didaftarkan atas nama saya itu bersenang-senang meluncur di internet, lalu saya yang harus membayarnya setiap bulan. Luar biasa!

bolt2-jpg-5b9ae28dab12ae4abe510d02.jpg
bolt2-jpg-5b9ae28dab12ae4abe510d02.jpg
Sebuah pertanyaan mengumpal di kepala saya, siapa yang bermain di balik semua ini? Kenapa akun saya yang diregistrasi dalam system Bolt bisa ditembus dan lalu dimanfaatkan oleh orang lain? Mungkin si peretas akun saya menyangka saya memakai Kartu Kredit yang secara otomatis membayar setiap tagihan saya di Bolt tanpa saya sadari. 

Saya meminta pihak Bolt menuntaskan urusan ini, dan mencari siapa yang bermain di balik akun saya di Bolt. Bila yang melakukan hal ini adalah orang dalam di lingkungan Bolt yang punya akses terhadap akun pelanggan Bolt yang melakukan registrasi sesuai peraturan Kementerian Kominfo, sudah selayaknya manajemen Bolt melakukan pembersihan di internalnya, agar tak ada lagi pelanggan Bolt yang jadi korban berikutnya.