Mohon tunggu...
Dian Yusriyah
Dian Yusriyah Mohon Tunggu... Mahasiswa - universitas Indra Prasta PGRI Jakarta

hobi : nyanyi, nonton drama

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Perkebunan Teh di hindia belanda

30 Mei 2022   12:29 Diperbarui: 30 Mei 2022   12:47 194 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Bandung. Sumber ilustrasi: via KOMPAS.com/Rio Kuswandi

  sejarah perekonomian indonesia tidak dapat dipisahkan dari perkembangan perkebunan yang muncul sejaka zaman VOC, dan terutama sejak abad ke-19.di negara berekmbang seperti indonesia, perekebunan hadir sebagai perpanjangan dari perkembangan kapitalisme agraris baratyang di perkenalkan melalui sistem perekonomian Indonesia. sistem perkebunan dibawa ke indonesia oleh kalangan pengusaha yang dibawa oleh belanda. sebelum kedatangan bangsa barat, masyarakat Indonesia telah mengenal sistem kebun yang merupakan bagian dari sitem pertanian tradisional. sistem kebun umumnya diwujudkan dalam bentuk usaha kecil, tidak padat modal, lahan terbatas, jumlah tenaga kerja sedikit biasanya hanya berpusat pada keluarga, kurang berorientasi pada pasar, lebih bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan subsisten. sangat berbeda dengan sistem perkebunan modern,yang diwujudkan dalam bentuk usaha skala besar dan berorientasi pada pasa. secara pokok pertumbuhan sistem perkebunan di indonesia pada fase kolonial mengalami dua fase perkembangan, yaitu dari fase perkembangan perkebunan negara ke fase perkembangan perkebunan swasta. perkembangan ini terjadi seiring dengan pergeseran orientasi politik pemerintah kolonial yang mendasarinya, yaitu dari politik konservatif ke politik liberal. pada saat pemerintahan kolonial dipegang oleh kalangan konservatif, kebijakan perkebunan mengikuti garis kebijakan yang pernah diterapkan oleh VOC. yang bersifat eksploitatif dan memaksa, terlebih setelah belanda mengalami kekosongan kas negara akibat membengakaknya biaya perang, maka sebuah sistem untuk mengeksploitasi negara jajahan yang kita kenal sebagai sistem tanam paksa diterapkan pada tahun 1830, kurang lebih selama 40 tahun sistem yang di gagas oleh Van de Bosch ini diterapkan di Indonesia atau yang pada saat itu disebut sebagai Hindia - Belanda, pelaksanaannya dinilai berhasil karna telah mampu memenuhi kas negeri Belanda yang semula kosong menjadi berlimpah. kebahagian yang dirasakan negeri belanda karna keberhasilan sistem Tanam paksa justru berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan oleh rakyat di Hindia Belanda. pelakasanaan sistem tanam paksa diwarnai oleh berbagai penyimpangan telah menimbulkan penderitaan yang berat bagi rakyat Hindia - Belanda. kondisi inilah yang pada akhirnya menimbulkan kritik serta tuntutan dari kalangan liberal di negeri belanda agar sistem tanam paksa segera di hapuskan gerakan ini baru berhasil pada tahun 1860. setelah sebagian sistem tanam paksa dihapuskan. golongan liberal yang menang diparlemen kemudian merumuskan undang - undang agraria pada tahun 1870 yang menandai secara resmi berakhirnya sistem tanam paksa. undang - undang agraria dinyatakan berlaku oleh menteri jajahan Engelbertus de Waal pada 9 April 1870 di umumkan dalam lembaran negara No 55/1870. beralihnya kendali pemerintahan dari kalangan konservatif kepada kalangan liberal, telah membuka babak baru dalam perjalan sejarah perekonomian bangsa indonesia khususnya dalam perkembangan perkebunan. pada masa liberal pemerintah memberlakukan politik pintu terbuka yang memberi kesempatan pada para pengusaha swasta untuk berusaha seluas - luasnya di negeri jajahan

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan