Dhina Kharisma Hari Wibowo
Dhina Kharisma Hari Wibowo

Pekerja Negara || Perantau rindu kampung halaman || Love, Family, Movie, Book, Music, #GGMU || Twitter : @dhinakhw || IG : @dhinakhw || FB : Dhina Kharisma Hari Wibowo

Selanjutnya

Tutup

Bahasa Pilihan

Bahasa dan Komunikasi sebagai Peredam Konflik

12 Juli 2018   10:27 Diperbarui: 12 Juli 2018   10:58 232 0 0
Bahasa dan Komunikasi sebagai Peredam Konflik
www.pusatpelatihan.net

"Bahasa adalah landasan peradaban. Bahasa merupakan perekat semua orang. Senjata utama dalam sebuah konflik"

Sepenggal kalimat dalam Film Arrival, tahun 2016 (Nominasi Oscar Best Picture). Film invasi alien yang berbeda dengan lainnya. Tidak ada perang global dengan alien. Yang ada, ketegangan bagaimana memecahkan bahasa alien dan proses komunikasi yang baik untuk mencegah peperangan global.

Mengamini kalimat di atas, saya pun percaya jika komunikasi yang baik bisa merekatkan semua orang. Proses saling menghargai dalam komunikasi, menahan diri dari kebencian, menahan diri dari caci maki, hinaan merendahkan orang lain (mungkin saya bisa berkaca pada diriku sendiri) bisa mencegah konflik batin. Sangat berbahaya jika konflik batin tersebut tertuang dalam komunikasi yang melibatkan banyak orang. Bahasa dan komunikasi kunci untuk mencegah konflik, perang. 

Bahasa dan komunikasi pula yang mempunyai peran utama dalam konflik. Katakanlah sebarkan satu isu yang menjadi trend, kita bisa melihat bagaimana proses komunikasi yang terjadi di masyarakat. 

Orang satu dengan yang lain pasti berbeda dalam mengkomunikasikan sebuah isu. Isu yang mewakili kepentingan, akan digoreng ditambahi bumbu hingga sedap. Tidak peduli isu tersebut benar atau tidak. Tidak peduli bahasa mana yang etis atau tidak. Buruknya komunikasi seperti ini bisa membahayakan kehidupan sosial masyarakat.

Bahasa dan komunikasi masuk ke semua aspek kehidupan manusia. Bagaimana kita komunikasi dengan sesama, dengan orang tua, dengan orang yang berbeda pendapat dan kepentingan seperti kita, jika bisa menjaga komunikasi yang baik aku rasa aman dari konflik bahkan dengan orang yang tidak kita sukai.

Pun demikian dengan cinta. Penggunaan bahasa yang baik dan proses komunikasi yang menyenangkan akan menghasilkan interaksi kedua manusia yang berbeda watak dan sifatnya. Seperti aku dan kamu. Iya kamu :)