Mohon tunggu...
Dhea Febiyanti
Dhea Febiyanti Mohon Tunggu... hello

Ujian Akhir Semester, Dhea Febiyanti - PR dan Manajemen CSR, Universitas Nasional

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Penanggulangan Bencana Gempa Bumi di Sulawesi Barat

27 Januari 2021   18:29 Diperbarui: 27 Januari 2021   19:03 85 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Penanggulangan Bencana Gempa Bumi di Sulawesi Barat
poster-gempa-60115635d541df1394516743.jpeg

Nama  : Dhea Febiyanti 

NPM : 183112351650106

UAS PR dan Manajemen CSR  ( 3.204/ R.02 )

Universitas Nasional

Banyak terjadi bencana alam yang melanda berbagai daerah di Indonesia. Salah satu bencana yang cukup besar adalah bencana gempa bumi magnitudo 6,2 yang mengguncang Sulawesi Barat, tepatnya di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju. Gempa terjadi pada waktu dinihari. Gempa yang terjadi diakibatkan oleh adanya sesar naik Mamuju atau Mamuju Thrust. Gempa tersebut juga menimbulkan tsunami 4 meter di Pelatting dan 1,5 meter di Parasanga dan Palili. Gempa susulan masih terus terjadi dengan kekuatan yang cukup besar.

Gempa Sulbar telah mengakibatkan banyaknya korban jiwa. Lebih dari 73 orang dinyatakan meninggal dunia dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak lebih dari 27.850 orang dilaporkan mengungsi di 25 titik pengungsian yang tersebar di berbagai wilayah seperti Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang, serta Desa Limbua. Lebih dari 400 rumah mengalamai kerusakan. Selain itu, kantor Gubernur Sulawesi Barat, Rumah Sakit Mitra Mankarra, dan banyak bangunan lainnya juga rusak akibat gempa.

Selain fasilitas rumah dan kantor, fasilitas pendidikan seperti sekolah juga mengalami kerusakan. Menurut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Majene, terdapat sekitar 46 bangunan sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa. Kerusakan yang terjadi berfareasi dari rusak ringan sampai dengan rusak berat bahkan ada yang sampai roboh.

Setelah gempa terjadi aliran listrik terputus, jaringan komunikasi mengalami gangguan dan penyaluran air dari PDAM juga mengalami gangguan. Gempa telah membuat keadaan ekonomi dan sosial masyarakat Sulbar menjadi terpuruk. Roda perekonomian terhenti, pelayanan publik mengalami gangguan dan inftrastruktur yang mengalami kerusakan. Diperkirakan kerugian yang diakibatkan oleh gempa mencapai Rp. 49 miliar sampai Rp. 90 miliar. Namun kerugian bisa saja menjadi semakin besar akibat masih sering terjadinya gempa susulan.

Bencana alam merupakan musibah yang tidak dapat diprediksi. Maka dari itu, perlu adanya rasa kemanusian untuk saling membantu terhadap para korban. Pemerintah sudah pasti melakukan berbagai penanggulangan bencana agar keadaan masyarakat menjadi pulih seperti sedia kala. Namun beban tersebut tidak dapat hanya ditanggung oleh pemerintah saja. Pihak swasta dan masyarakat pada umumnya juga harus turut serta dalam upaya penangulangan bencana yang melanda Sulbar.

Perusahaan swasta dapat ikut serta melakukan penanggulangan bencana dengan melakukan program Corporate Social Responsibility (CSR). Saat seperti sekarang ini, sangat tepat apabila perusahaan melakukan program CSR. Melalui program tersebut, perusahaan dapat melakukan tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat.

Terdapat berbagai bentuk CSR yang dapat dilakukan oleh perusahaan sebagai upaya kepedulian terhadap lingkungan dan sosial masyarakat. Setidaknya ada enam bentuk CSR. Pertama, Cause promotion di mana perusahaan menyediakan dana atau sumber daya lain yang dimiliki oleh perusahaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap masalah sosial yang terjadi. Kedua, corporate philanthropy yang lebih berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN