Dhanang DhaVe
Dhanang DhaVe dosen

Biologi yang menyita banyak waktu dan menikmati saat terjebak dalam dunia jurnalisme dan fotografi saat bercengkrama dengan alam bebas www.dhave.net

Selanjutnya

Tutup

Hijau highlight headline

Hutan Bonsai Lereng Gunung Mutis-NTT

10 Oktober 2017   17:37 Diperbarui: 11 Oktober 2017   04:11 971 8 2
Hutan Bonsai Lereng Gunung Mutis-NTT
Rumah adat NTT (dok.pri).

Di tengah-tengah hutan ini saya seolah menjadi kurcaci kecil diantara pohon-pohon raksasa yang kerdil. Pohon dengan umur ratusan tahun yang kulitnya sudah bersalutkan lumut kerak lalu batang dan rantingnya bergelayutan jenggot resi menandakan betapa tuanya pohon in. Tetesan butiran-butiran air dari pengembunan kabut tebal seperti rinai hujan yang mungil. Imajinasi saya membayangkan ada peri kecil lalu muncul peterpan dan kawan-kawannya yang terbang kesana kemari. Ini bukan negeri khayalan, tetapi hanya hutan bonsai di lereng gunung Mutis-Nusa Tenggara Timur.

Peta fatumnasi (dok.pri).
Peta fatumnasi (dok.pri).

Berjarak sekitar 40 Km dari Kota SoE selaku ibu kota dari Kabupayen Timor Tengah Selatan untuk menuju hutan bonsai gunung Mutis. Jalan aspal yang tidak begitu mulus adalah hal sangat istimewa untuk lokasi yang terpencil. Soe yang berada di ketinggian 900 m dpl adalah dataran tinggi, sehingga hawanya sangat sejuk nanmpak kontras dengan kesan panas dan gersang jika mendengar kata NTT.

Menuju Fatumnasi

Tujuan perjalanan saya adalah untuk menuju desa Fatumnasi. Desa yang tepat terletak di lereng selatan Gunung Mutis. Gunung Mutis adalah gunung tertinggi di Pulau Timor dengan ketinggian 2.427 m dpl. Perjalanan menuju Fatumnasi dengan kendaraan pik ap membuat saya bisa memandang bebas ke semua penjuru mata angin. Udara dingin tidak saya hiraukan, karena ini adalah perjalanan pertama saya di Pulau Timor. Saya ingin  memuaskan hasrat mata saya untuk melihat semuanya dan otak ini merekam setiap sudut yang saya lihat.

Jalan menuju hutan bonsai (dok.pri).
Jalan menuju hutan bonsai (dok.pri).

2,5 jam berlalu, akhirnya kami sampai di Fatumnasi. Kendaraan mulai berjalan melambat karena kondisi jalan yang buruk. Fatumnasi yang berada di ketinggian lebih dari 1.500 m dpl berhawa sejuk, bahkan cukup dingian. Saya seolah masuk lorong dan masuk di negeri dongeng mana.

Saya tidak bisa menahan rejana untuk masuk dalam hutan yang lebat dan penuh dengan kayu-kayu berukuran besar namun pendek. Banyak yang menyebut hutan di lereng Mutis ini dengan hutan bonsai karena ukuran kayunya. Ada juga yang menyebut dengan hutan Ampupu, karena banyak ditemukan tumbuhan ampupu atau Eucalyptus urophylla.

Hutan Bonsai

Ampupu adalah tumbuhan dari famili Myrtaceae yang banyak terdapat di Pulau Timor. Nama penunjuk spesies urophylla memiliki daun berekor panjang yang berasal dari kaya auro(ekor) dan phylla(daun). Dalam bahasa Inggris (white gum timor); bahasa Indonesia (popo, ampupu); Portugis (palavao preto). Ampupu tumbuh baik pada Ketinggian 500-3000 m dpl, Suhu rata-rata 8-29 derajat Celcius, Curah hujan 000-1 500 mm. Menariknya lagi, ampupu adalah spesies asli Indonesia, khususnya NTT.

Pohon ampupu (dok.pri)
Pohon ampupu (dok.pri)

Sebagai spesies lokal, Ampupu dipaki oleh masyarakat Timor sebagai bahan bangunan, kayu bakar, dan arang. Ampupu yang masuk dalam genus Eucalyptus mirip dengan pohon minyak kayu putih. Tumbuhan ini menghasilkan minyak asiri. Komponen utama dalam daun ampupu adalah paecymene (76%), alpha-pinene (7%) dan gamma terpenene (4%). Minyak asiri merupakan sumber bahan baku parfum, kosmetik, farmasi, dan disinfektan.

Lebatnya ampupu semakin menarik saat banyak lumuk kerak (Lichens) dan jenggot resi(Usnea barbata) yang bergelayutan diterpa angin. Dua jenis lumut yang tumbuh pada tempat yang lembab dan berhawa sejuk. Jenis lumut ini sangat rentan terhadap cemaran udara, sehingga menjadi indikator kualitas udara. Keberadaan Lichens dan Usnea menjadi penunjuk jika udara di Hutan Bonsai ini benar-benar masih terjaga kualutasnya.

Usnea barbata (dok.pri).
Usnea barbata (dok.pri).

Konon, dahulu selain ampupu juga ditemukannya pohon cendana (Santalum album), mamun kini nyaris tidak tersisa. Cendana adalah tanaman endemik Timor yang semakin sedikit ketersediaanya karena ekploitasi besar-besaran. Cendana menjadi magnet bagi pedagang Asia dan Eropa untuk datang Ke Timor dan kemudian menguasainya. Hutan ampupu menjadi saksi bisu, di Timor tak seperti yang dibayangkan. Di Timor ada hutan eksotis, alami, dan menyimpan banyak misteri kekayaan alam. Ampupu biarlah tetap lestari.