Mohon tunggu...
Dharwis Yacob
Dharwis Yacob Mohon Tunggu...

Lulusan S1 Ilmu Sejarah Universitas Gadjah Mada, Pernah Kuliah selama 1 tahun di Universitas Leiden-Belanda, Sedang kuliah di Pasca Sarjana Universitas Nasional Jurusan Ilmu Politik, Bekerja sebagai Arsiparis di Arsip Nasional Republik Indonesia Unit Pengolahan Arsip Konvensional Sebelum tahun 1945 yang mengerjakan arsip pada zaman kolonial Belanda \r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n\r\n

Selanjutnya

Tutup

Iptek Pilihan

Kopi Tubruk: Yang Tradisional yang Mendunia

16 Februari 2014   11:31 Diperbarui: 24 Juni 2015   01:46 947 1 0 Mohon Tunggu...

Kopi Indonesia saat ini jika dilihat dari hasil produksinya menempati peringkat ketiga terbesar di dunia. Dan ini merupakan prestasi yang membanggakan karena kopi Indonesia telah memberikan kontribusi besar bagi dunia. Bagi Indonesia,kopi memiliki sejarah yang panjang dan memiliki peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi. Indonesia dengan dengan letak geografisnya yang sangatlah cocok bagi tanaman kopi sehingga mempermudah penanaman kopi itu sendiri.LetakIndonesia juga sangat ideal bagi untuk pertumbuhan dan produksi kopi sehingga kopi berkembang pesat di wilayah ini.

Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanama kopi.Kata kopi sendiri berasal dari bahasa arab yaitu qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi.Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.

Kopi mulai terkenal di Indonesia sejak tahun 1696 ketika Walikota Amsterdam, Nicholas Witsen memerintahkan komandan pasukan Belanda di Pantai Malabar, Adrian Van Ommen, untuk membawa biji kopi ke Batavia. Kopi arabika pertama-tama ditanam dan dikembangkan di sebuah tempat di timur Jatinegara, yang menggunakan tanah pertikelir Kedaung yang kini lebih dikenal dengan Pondok Kopi. Beberapa waktu kemudian kopi arabika menyebar ke berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Bogor, Sukabumi, Banten dan Priangan, hingga kemudian menyebar ke daerah lain, seperti di Sumatera, Sulawesi, Bali dan Timor.

Tak lama setelah itu, kopi menjadi komoditi dagang yang sangat diandalkan VOC (Verenigde Oost-Indische Compagnie/Persekutuan Dagang Hindia Timur) yang merupakan perwakilan kongsi dagang Pemerintah Belanda. Ekspor kopi pertama dilakukan tahun 1711 oleh VOC, dan dalam tempo 10 tahun ekspor meningkat sampai 60 ton/tahun. Untuk mendukung produksi kopi, VOC membuat perjanjian dengan penguasa setempatyang berisi para pribumi diwajibkan menanam kopi yang harus diserahkan ke VOC. Perjanjian ini disebut Koffiestelsel (sistem kopi). Berkat sistem ini pula biji kopi berkualitas tinggi dari tanah Jawa bisa membanjiri Eropa.

Jenis kopi yang ditanam di Indonesia adalah kopi liberika, kopi ekselsa, kopi arabika, dan kopi robusta. Kopi Liberika atau Coffea liberica masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Kopi Liberika adalah jenis kopi yang berasal dari Liberia Kopi ini dapat tumbuh setinggi 9 meter dari tanah. Di abad-19, jenis kopi ini didatangkan ke Indonesia untuk menggantikan kopi arabika yang terserang oleh hama penyakit. Kopi ekselsa atau Coffea dewevrei memang tidak terlalu banyak dibudidayakan di tanah Indonesia dan masih diselidiki jenis varietasnya.  Kopi ekselsa merupakan jenis kopi yang tidak begitu peka terhadap penyakit dan dapat ditanam di dataran rendah dan lembap.  Kopi ekselsa juga dapat ditanam di atas lahan gambut. Sejarah kopi ekselsa ditemukan secara historis di daerah Afrika Barat tahun 1905 kemudian menyebar ke daerah melayu. Kopi ekselsa mempunyai cita rasa dan aroma yang dikategorikan kuat dan dominan pahit.Kopi arabika atau Coffea arabica memiliki juga banyak varietas, bergantung dari negara, iklim, dan tanah tempat kopi itu ditanam. Sebagian besar kopi arabika merupakan tanaman semak rimbun dengan daun oval berwarna hijau gelap. Buahnya berbentuk oval dan masak dalam waktu 7 sampai 9 bulan mereka. Kopi yang berasal dari Brasil dan Ethiopia ini menguasai 70 persen pasar kopi dunia. Kopi ini memiliki aroma yang wangi, mirip percampuran bunga dan buah. Hidupnya di daerah yang sejuk dan dingin. Sementara, kopi robusta atau Coffea canephora kalah pamor ketimbang kopi arabika. Istilahrobusta sebenarnya merupakan sebutan untuk varietas yang ditanam secara luas dari spesies ini. Spesies ini merupakan tanaman yang berupa semak belukar secara keseluruhan atau pohon kecil yang tumbuh sampai 10 meter tingginya, tetapi memiliki sistem perakaran yang dangkal. Buahnya berbentuk bulat dan membutuhkan 11 bulan untuk menjadi matang. Benih (biji kopi) berbentuk oval dan lebih kecil dibandingkan kopi arabika. Kopi robusta tumbuh di Afrika Barat dan Tengah, sepanjang Asia Tenggara dan juga di Brazil. Kopi ini hanya menguasai 30 persen pasar dunia. Kopi robusta memiliki rasa mirip cokelat dengan aroma yang khas. Kopi robusta juga mempunyai tekstur yang lebih kasar dengan warna bervariasi sesuai dengan pengolahannya.

Adapun varietas kopi liberika yang pernah didatangkan ke Indonesia antara lain adalah Ardoniana dan Durvei. Varietas kopi jenis ekselsa sudah ditanam masyarakat di Kabupaten Tanjung JabungBarat, Jambi sejak 50 tahun yang lalu. Varietas kopi arabika diIndonesia antara lain adalah Kopi Bali, Kopi Jawa, Kopi Sumatera, dan Kopi Wamena. Terakhir, varietas kopi robusta antara lain adalah kopi luwak dan Kopi Lampung. Kopi Bali menggunakan biji kualitas tinggi, dibudidayakan di Dataran Tinggi Bali, di tanah vulkanik dan iklim yang sejuk, tipe lingkungan yang memang sangat cocok untuk tumbuhnya tanaman kopi. Wilayah terbesar untuk produksi kopinya adalah Kintamani dan lereng di dekat Danau Batur. Selain Kopi Bali, variasi kopi arabika adalah Kopi Jawa. Produksi Kopi Jawa berpusat di dataran Ijen, di ujung wilayah timur Jawa, di ketinggian lebih dari 1.400 meter. Kopinya tumbuh pada perkebunan luas yang dibangun oleh Belanda pada abad ke-18. Berikutnya adalah Kopi Sumatera. Area produksi Kopi Sumatera adalah Lintongnihuta, Sidikilang, dan pegunungan di sekitar Takegon, Aceh. Jenis kopi arabika yang terakhir adalah Kopi Wamena.Kopi Wamena tumbuh di lembah Baliem pegunungan Jayawijaya Wamena tanpa menggunakan pupuk kimia. Varietas kopi robusta yaitu Kopi Lampung dijuluki salah satu kopi yang paling enak di Indonesia karena harum dan rasanya yang energik. Selain Kopi Lampung,kopi luwak merupakan varietas lain dari kopi robusta. Kopi luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak.Kopi luwak merupakan jenis kopi robusta yang sudah mendunia dan termasuk kopi termahal di dunia.Jenis variasikopi yang unik adalah kopi lanang. Sebutan dari kopi ini berasal dari biji kopi yang utuh tak berbelah yang memiliki kandungan kafein cukup tinggi.Selain itu, saat ini tren kopi di Indonesia adalah white coffee atau kopi putih. White coffee dibuat dari biji kopi yang digongseng tidak sampai matang, sehingga akan menghasilkan biji kopi yang berwarna lebih terang dan aroma berbeda daripada biji kopi umumnya yang digongseng sampai matang menghasilkan biji kopi berwarna coklat gelap.

Selain jenisnya, teknik penyajian kopi juga memiliki variasi-variasi tertentu. Teknik penyajian kopi tersebut antara lain espresso (kopi hitam yang disajikan dengan gelas kecil), machiato (kopi yang disajikan dengan gelas ukuran sedang dan dicampur dengan sedikit susu), caffe latte (kopi susu yang disajikan panas dan biasanya tidak memakai busa), cappucino (espresso yang disajikan dengan gelas besar dan disertai dengan busa), dan mocha (perpaduan antara cappucino dan ditambah sirup cokelat).Kelima contoh diatas dapat dikatakan sebagai teknik penyajian kopi modern dikarenakan menggunakan coffee maker (mesin pembuat kopi) dalam proses penyajiannya.

Selain teknik penyajian kopi modern terdapat pula teknik penyajian kopi tradisional. Teknik penyajian kopi yang paling tradisionaladalah merebus dan menyiram air panas ke dalam gelas yang telah berisi bubuk biji kopi. Teknik penyajian kopi tradisional lainnya adalah memasukkan air ke dalam gelas yang sudah berisi bubuk biji kopi tanpa membuangampasnya. Dan inilah yang dinamakan dengan teknik penyajian kopidengan istilahkopi tubruk.

Kata tubruk berasal dari bahasa Jawa yang artinya “bertabrakan”. Di dalam secangkir kopi tubruk, kopi bubuk, gula pasir, dan air panas memang saling bertabrakan. Selain itu, tubrukberarti hantam. Hal itu dikarenakan dalam pembuatan kopi ini dilakukan dengan cara menghantam dengan menggunakan alu dan lesung atau lebih populer dengan istilah ditumbuk.

Kopi tubruk telah dikenal sejak lama sudah tertanam pada masyarakat Indonesia sejak 400 tahun lalu. Dikarenakan telah lama hidup di Indonesia, kopi tubruk telah menjadiidentitas Indonesia.Melalui kopi tubruk itu pula,kita bisa melacak bagaimana orang-orang di Indonesia merayakan tradisi minum kopi.Selain itu,kopi tubrukmenjadi salah satu momentum sejarah kopi di Indonesia. Sampai saat ini pun, kopi tubruk masihpopuler di Pulau Jawa dan Bali.

Sesuai dengan teksturnya, kopi tubruk ini dibagi menjadi dua yaitu kopi tubruk halus, dan kopi tubruk kasar. Kopi tersebut dibuat setelah adanya permintaan agar kopi tubruk ini dibedakan menurut teksturnya agar para peminat kopi tubruk memiliki pilihan rasa dan aroma. Dan dari hasilnya,kopi tubruk halus lebih menonjol pada rasa, dan aroma pada kopi tubrukhalus lebih cepat menghilang.

Untuk mendapatkan rasa lain dari kopi tubruklainnya dapat divariasikan dengan menambahkan susu kental manis. Selain itu pula kopi tubruk bisa dinikmati dengan gula sebagai pemanis ataupun dipadankan dengan bahan lainnya, seperti cokelat, kayu manis, cabai, atau bahan-bahan makanan lain yang disesuaikan dengan selera bahkan bisa dicampur dengan jus alpukat. Cara lain menikmati kopi tubruk adalah dengan istilah kertoep. Kertoepadalah kopi tubruk yang diminum dengan gula aren. Sebelum menyeruput dari cangkir yang terbuat dari kaleng, kita harus mengunyah terlebih dahulu gula aren. Gula ini dipotong kecil-kecil seukuran dadu.

Meskipun kopi tubruk merupakan teknik penyeduhan kopi yang tradisional namun diperlukan hal-hal penting untuk mendapatkan kopi tubruk tepat.Ada hal utama yang harus diperhatikan, yaitu pada penggunaan air panas. Air yang dipakai haruslah benar-benar panas. Kalau tidak, ampas kopi biasanya akan mengambang di permukaan airnya. Takaran bubuk kopi dalam satu cangkir adalah 12 gram atau sekitar dua sendok teh.

Cara menyajikan kopi yang tradisional ini yang menjadi daya tarik yang tidak dimiliki kopi dari negara lain. Kopi tubruk memiliki aroma dan cita rasa khas yang membuat peminumnya merasakan sensasi tersendiri.Kopi tubruk pun menjadi salah satu penyajian kopi favorit di antara kopi-kopi lain di dunia. Salah satu hal yang membuat kopi tubruk sebagai minuman yang paling favorit dan dinikmati di seluruh dunia adalah bahwa kopi tubruk bisa disajikan dengan berbagai cara. Selain itu, kopi tubruk mampu memberikan rasa dan aroma asli kopi tanpa harus merasakan rasa pahit kopi. Oleh karena itu, kebanyakan jenis kopi bubuk yang digunakan dalam kopi tubruk adalah jenis kopi yang beraroma kuat, seperti kopi luwak. Selain itu, cara penyajiannya yang gampang dan cepat membuat penikmat kopi tidak harus mengunjungi kafe atau kedai kopi untuk bisa menikmati kopi tubruk ini. Pada saat hujan turun atau butuh energitambahan untuk lembur kerja, misalnya, penikmat kopi bisa membuat kopi tubruk buatan mereka sendiri.

Dunia yang semakin lama semakin terbuka menyebabkan setiap orang bebas pergi kemanapununtuk bekerja, berlibur, ataupun bersekolah. Kopi pun mengikuti alur kehidupan tersebut. Sekarang ini budaya menyajikan kopi pun ikut bermigrasi. Berbeda dengan dahulu yang hanya biji kopi yang berpindah tempat. Di kota-kota besar di Indonesia dengan mudah menemukan espresso yang tersohor itu walaupun espresso merupakan cara penyajian kopi dari Italia. Begitu pula sebaliknya, kopi tubruk pun dinikmati dimana pun di dunia. Orang Amerika bisa menikmati kopi tubruk dengan sensasi tersendiri.

Proses pembuatan kopi tubruktanpa melalui proses mesin dantanpa campuran gula atau susu, kopi tubruk justru menjadi pilihan kopi yang paling sehat. Tradisi cuppingatau ilmu mencicipi kopi yang dipraktikkan secara internasional masih menggunakan kopi tubruk untuk metode penilaiannya. Seorang pencicip cita rasa kopi berlisensi global memiliki prasyarat lulus yaitu harus mengikuti kelas cupping yang penyeduhannya menggunakan cara kopi tubruk. Menurut para ahli, cara menyeduh kopi tubruk menghasilkan rasa kopi yang kompleks, cocok untuk menguji cita rasa dan ampuh melatih sensor indra seseorang. Kopi tubruk yang sederhana menjadi metode terbaik untuk menilai dan menikmati kopi. Hal tersebut menunjukkan bahwa kopi tubruk telah mendunia meskipun dilihat dari caranya yang masih tradisional.Seiring perkembangan zaman, kopi tubruk diharapkan menjadi salah satu ikon Indonesia di mata dunia layaknya seperti batik ataupun komodo.

VIDEO PILIHAN