Gayahidup

Handphone Sebabkan Kebakaran di Dalam Pesawat

12 Oktober 2018   17:14 Diperbarui: 12 Oktober 2018   17:54 220 0 0
Handphone Sebabkan Kebakaran di Dalam Pesawat
sumber foto: imore.com

Bagi sebagian orang pesawat masih jadi alat transportasi favorit berpegian jauh. Walaupun harga tiket yang lumayan mahal tapi hal tersebut sebanding dengat kecepatannya sampai ke tujuan.

Memiliki banyak kelebihan tak ayal membuat pesawat juga memiliki peraturan yang harus di taati penumpang. Salah satu dari banyaknya aturan tersebut yaitu penumpang di haruskan menonaktifkan smartphone atau mengaktifkan mode penerbangan saat pesawat lepas landas.

Bagi penumpang yang ingin tetap menggunakan smartphone tanpa wajib mengaktifkan mode ini agar sejumlah fitur seperti internet, Wi-Fi, Bluetooth, serta GPS di matikan secara otomatis agar tidak mengganggu sistem komunikasi pesawat ketika sedang terbang. Mode ini juga biasa di gunakan di darat untuk menghemat baterai.

Namun dampak buruk dari smartphone ini tak hanya dapat mengganggu sinyal komunikasi pesawat saja. Dikutip dari CNNINdonesia ada seorang penumpang pesawat Qatar Airways yang tidak sengaja menjatuhkan ponsenya di sela kursi penumpang. Saat mencoba meraihnya, ponsel malah hancur lebur sampai mengeluarkan percikan api dan bau hangus. Saat itu pesawat masih dalam perjalanan dan berjarak dua jam dari pendaratan.

Akhirnya api bisa dipadamkan dengan alat pemadam kebakaran seadanya yang telah di sediakan di dalam pesawat.

Meskipun pesawat mendarat dengan selamat, tetapi meningkatkan kewaspadaan akan bahaya yang di sebabkan oleh ponsel itu penting.

Insiden tersebut menyadarkan penumpang  dan awak pesawat akan pentingnya keselamatan di dalam pesawat terbang.

Menurut Federal Aviation Administrastion (FAA) ada 46 pembakaran baterai ion litium yang ada  pada penerbangan di seluruh dunia tahun 2017. Karena Komponen baterai ion litium pada ponsel cepat panas dan muncul api ketika rusak.

Kini maskapai penerbangan menyarankan para penumpang memberi tahu awak kabin jika mengeluhkan kehilangan ponsel di bawah dan di sela kursi. Serta para penumpang di haramkan menyimapan baterai ion litium di dalam bagasi pesawat.