Mohon tunggu...
dewi laily purnamasari
dewi laily purnamasari Mohon Tunggu... bismillah ... love the al qur'an, travelling around the world, and photography

iman islam ihsan

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Review Buku "Jejak Kenangan" Karya Alumni ITB

3 Maret 2021   18:03 Diperbarui: 4 April 2021   14:22 277 11 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Review Buku "Jejak Kenangan" Karya Alumni ITB
Alumni Perempuan ITB lintas angkatan dari beragam program studi menulis buku Jejak Kenangan | dokpri

Ketika para penulis berjumpa, maka lahirlah sebuah buku. Spesial sekali buku berjudul Jejak Kenangan ditulis oleh 43 orang perempuan alumni Institut Teknologi Bandung. Ternyata kampus berlambang Ganesha ini menyimpan berjuta memori. Seru sekali proses pembuatan buku setebal lebih dari 400 halaman yang dikerjakan dalam tempo 4 bulan. 

Semua juga tahu bukan? ITB itu kampus teknik. Tak ada pelajaran sastra secara khusus he3 ... Ada sih mata kuliah Bahasa Indonesia sejumlah 2 SKS dan fokus kepada penyusunan karya ilmiah. Jadi ... Sungguh unik, para penulis ingin menuangkan kisah masing-masing dalam gaya penulisan faksi. Apa itu faksi ? Kita sudah mengenal fiksi dan non fiksi. Nah ...   Faksi ini berbeda dengan fiksi dan non fiksi. Intinya dalam hal penyajian faksi disajikan dengan gaya bercerita. Faksi adalah kisah yang berdasarkan data atau fakta sebenarnya, tak ada unsur khayalan yang dominan di dalamnya. 

Buku ini memuat banyak cerita inspiratif. Kisah mahasiswi yang harus berjuang  untuk kuliah walau ada hambatan finansial. Yanda menuliskan kisah mengharukan sekaligus memicu semangat dengan judul 'The Hope Rope'. Ada juga Ayu Lazuardi yang menulis kisah 'Kenangan Nol Rupiah'.

Kisah cinta berjudul 'Gagal Jodoh Gajah' lucu dan seru ditulis oleh Paramita. Sedangkan Cindy Laura menulis 'Lulusan ITB Gagal' berdasarkan pengalamannya setelah lulus kuliah tapi turut suami dinas dan tidak bekerja. Penulis Reisha Humaira memberi judul 'Berawal dari Tari Piring' untuk kisah romantisnya di kampus hingga sampai ke jenjang pernikahan. Kisah mata kuliah yang diampu oleh Pak T di jurusan Teknik Arsitektur berjudul 'Studio 8 SKS' ditulis oleh Agitha Y. 

Veramuna menulis suka dukanya kuliah di jurusan Teknik Metalurgi tahun 2010 dengan judul 'Tidak Selamanya Kelabu Itu Mendung. Apa jadinya 'Ketika Harapan Tidak Sesuai Kenyataan' begitu judul yang dibuat oleh Melur Pinilih yang kecele dengan harapannya tentang meja gambar ha3 ...  Cerita tentang jurusan yang tak banyak dikenal ditulis oleh Cika Sugeng dengan apik berjudul 'Ada Apa di SBM ITB ?' Ooo ... ada ya di ITB jurusan Bisnis Manajemen.

 Asyik sekali membaca penggalan kisah yang tentu membuat kita tidak berhenti membaca di judul pertama saja. Penulis juga ikut menyumbang satu artikel berjudul 'The Last Eighty - ITB '89'. Ternyata aku angkatan tertua loh! Ha3 ... The golden age juga tahun 2020 setengah abad usiaku. ITB didirikan tahun 1920, jadi sudah 100 tahun usianya pada tahun 2020. Karya bersama ini adalah bentuk perayaan kami untuk ITB yang memasuki usia satu abad.

Cover buku mengambil tema gerbang kampus ITB dan bunga yang tumbuh merambat di sana. | dokpri
Cover buku mengambil tema gerbang kampus ITB dan bunga yang tumbuh merambat di sana. | dokpri

Kenanganku di kampus tercinta di awali pada tanggal 5 Agustus 1989. Saat Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru dan Pembukaan Penaratan P4 di Gedung Serba Guna atau GSG ada demonstrasi mahasiswa. GSG menjadi saksi sejarahku sebagai calon mahasiswa, mahasiswa baru, dan wisuda dari jurusan Teknik Arsitektur pada tahun 1994. Gedung ini dibangun tahun 1978 dan diruntuhkan tahun 2012.

Cerita ospek Himpunan IMA-Gunadharma juga menarik loh! Aku dijuluki Dewi Munding gegara tak bisa menjelaskan apa arti 'axis mundi'. Aaahhh ... Kalau aku lihat foto-foto saat ospek memang luar biasa konyol. Kepala botak, topi setengah bola plastik, kaos kaki beda warna, tas karung terigu, serta banyak benda aneh harus dibawa. 

Penerbit Stiletto Indie Book dipilih oleh para penulis yang tergabung dalam subgrup Mamah Gajah Bercerita. Komunitas para penulis ini bernama ITB Motherhood yang beranggotakan 4.000 alumni perempuan ITB. Mengapa mamah gajah? Apa karena over weight ? Ha3 ... Bukan begitu. Gajah Ganesha adalah rujukannya. Kampus ITB berada di jalan Ganesha 10 Bandung.

Sekali lagi, masa kuliah adalah masa paling indah bagi banyak orang. Apakah betul kuliah di ITB begitu berat sampai sulit mendapatkan nilai bagus? Bagaimana nasib perempuan sebagai kaum minoritas di kampus teknologi ini ? Bagaimana perjuangan mahasiswi yang sudah menikah apalagi punya anak? Dengan banyaknya mahasiswa yang berasal dari luar Bandung, bagaimana mereka beradaptasi dengan lingkungan baru? 

Begitu banyak cerita, begitu banyak hikmah yang dapat dipetik. Siapapun dapat ikut bernostalgia dan mendapatkan inspirasi dari buku ini.

VIDEO PILIHAN