Mohon tunggu...
Dewi Dewi Ajeng Fitriani
Dewi Dewi Ajeng Fitriani Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Hobi : Membaca

Selanjutnya

Tutup

Indonesia Lestari

Kegiatan Penghijauan dengan Pemanfaatan Lahan Kosong di Desa Bergas Kidul

1 September 2022   13:46 Diperbarui: 1 September 2022   13:50 113 1 1
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Indonesia Lestari. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

 Kegiatan Penghijauan Dengan Pemanfaatan Lahan Kosong Di Desa Bergas Kidul

              Oleh: Dewi Ajeng Fitriani

Secara umum lingkungan dapat diartikan sebagai kombinasi dari berbagai unsur fisik meliputi sumber daya alam seperti flora dan fauna, air, tanah, mineral, serta energi matahari. Lingkungan juga mencakup hal-hal yang diciptakan manusia termasuk bagaimana cara mengelola lingkungan fisik. Lingkungan terdiri atas dua komponen yang bersifat biotik dan abiotik. Komponen biotik merupakan segala hal yang memiliki nyawa, seperti manusia, hewan, tubuhan, serta mikroorganisme berupa bakteri dan virus. Sedangkan komponen abiotik adalah segala hal yang tak bernyawa seperti air, udara, tanah, cahaya, iklim, kelembaban, dan suara.

S. J. McNaughton dan Larry L. Wolf berpendapat bahwa definisi lingkungan adalah seluruh faktor eksternal baik yang bersifat biologis ataupun fisika, dimana faktor-faktor tersebut berpengaruh langsung terhadap kehidupan, pertumbuhan, perkembangan, serta aktivitas reproduksi dari organisme.

Berbagai pengertian tersebut menjelaskan bahwa seluruh komponen maupun kondisi yang ditempati oleh semua mahkluk hidup dan benda mati memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya dalam kehidupan. Maka dari itu perlulah keselarasan antara manusia dengan alam yang merupakan satu komponen yang tak dapat dipisahkan dan saling mempengaruhi keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup. Kemudian daya serta kondisi, termasuk di dalamnya manusia dan tingkah-perbuatannya, yang terdapat dalam ruang dimana manusia berada dan mempengaruhi kelangsungan hidup. 

Faktor utama penyebab permasalahan lingkungan adalah berbagai aktivitas yang dilakukan manusia. Berbagai aktivitas tersebut memiliki dampak negatif bila tidak ditanggulangi dengan baik. Sering kali melakukan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan sehingga sangat berdampak signifikan pada lingkungan sekitar dan efek samping jangka panjang yang tidak dapat kita prediksi. Efek urbanisasi hanyalah satu dari sekian banyak contoh permasalahan lingkungan yang sudah kita rasakan. Padatnya wilayah kependudukan mengakibatkan keterbatasan lingkungan sehingga lahan yang tersedia sangat minim yang mengakibatkan kita tidak dapat melakukan penghijauan.

Perlu dilakukan langkah nyata untuk meghindarkan dampak negatif tersebut salah satunya dengan kegiatan penghijauan dan pemanfaatan lahan kosong. Penghijauan merupakan sebuah kata yang dipakai untuk menggambarkan aktivitas menanam pohon. Hal ini tentu saja karena pohon mempunyai daun sebagai bagian yang berwarna hijau, maka dari itu untuk menggambarkan kegiatan menana pohon kata yang digunakan adalah penghijauan. Penghijauan banyak dilakukan masyarakat sebagai salah satu cara melestarikan alam, mengingat bahwa pohon mempunyai banyak sekali manfaat, tidak hanya bagi lingkungan atau alam, namun juga bagi makhluk hidup baik manusia maupun binatang. Pemanfaatan lahan kosong digunakan agar lahan yang terbengkalai atau kosong dapat dimanfaatkan menjadi lahan menanam tanaman yang bermanfaat.

Tim KKN MMK UIN Walisongo Semarang mewujudkan penghijauan dan pemanfaatan lahan kosong sebagai program kerja di Desa Bergas Kidul. Pelaksanaan kegiatan tersebut bekerjasaam dengan Dinas Perhutani Kabupaten Semarang sebagai upaya untuk mendapatkan pesemaian bibit pohon permanen yang berkualitas. Tim KKN MMK UIN Walisongo Semarang menanam 700 bibit pohon, bibit pohon tersebut dibagikan ke 6 Dusun yang ada di Desa Bergas Kidul yakni Dusun Kerajan, Dusun Dusun Kenangkan, Dusun Kemloko, Dusun Sruwen, Dusun Srumbung, Dusun Kebon Kliwon.

Penanaman 700 bibit pohon diawali di Tanah Bengkok Dusun Krajan, pengelolaan sampah 3R juga dilakukan setelah penanaman awal bibit pohon. Tim KKN MMK UIN Walisongo Semarang melanjutkan penanaman bibit pohon di pinggir jalan dan di lahan yang kosong di Dusun Srumbung. Penanaman di Dusun Kebon Kliwon, Dusun Kenangkan, Dusun Sruwen, dan Dusun Kemloko. Pelaksanaan kegiatan penanaman bibit pohon tersebut juga dibantu oleh masyarakat setempa

Daftar Pustaka

Pambudi, D. I., & Erlangga, R. Y. 2018. Pemanfaatan Lahan Kosong Sebagai Tanaman Obat Keluarga Warga Prancak Dukuh Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 347-352.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Indonesia Lestari Selengkapnya
Lihat Indonesia Lestari Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan