Mohon tunggu...
Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Mohon Tunggu... Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, & nonton film unik. Juga nulis di https://dewipuspasari.net dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

Hantunya Terlalu Sering Muncul di "The Curse of The Weeping Woman"

23 April 2019   07:46 Diperbarui: 23 April 2019   07:52 0 2 2 Mohon Tunggu...
Hantunya Terlalu Sering Muncul di "The Curse of The Weeping Woman"
La Llorona memburu anak-anak (dok. collider.com)


"She wants your children"

Bila di Indonesia dikenal hantu bernama Wewe Gombel yang suka menculik anak-anak, maka di Amerika Latin terdapat legenda La Llorona. Ia lebih menakutkan daripada Wewe Gombel, karena ia juga menuntut nyawa anak tersebut. Kisah La Llorona ini tersaji dalam "The Curse of The Weeping Woman".

Dibuka dengan lagu yang indah namun bernuansa muram, kisah dalam film ini berfokus pada seorang janda, Anna (Linda Cardellini), dengan dua anak. Ia bekerja di dinas sosial dan sering menangani kasus orang tua yang lalai memelihara anaknya.

Ia kemudian berhadapan dengan kasus yang menimpa seorang janda wanita Latin, Patricia Alvarez (Patricia Velasquez). Ia terheran-heran melihat rumah tersebut yang dipenuhi cahaya lilin dan tertutup. Si ibu nampak kacau. Si ibu bertanya apakah ia mendengar suara seperti wanita menangis. Ia terheran-heran dan berpikir si ibu mulai kurang waras. Kedua anak juga tidak terlihat sehingga membuatnya curiga.

Ia pun memaksa membuka pintu sementara si ibu berupaya menahannya. Si ibu tersebut ditahan karena diduga menyiksa anaknya dan kedua anak itu, yang dikunci di kamar dibawa ke panti sosial.

Kedua anak itu kemudian bernasib malang. Keduanya ditemukan tewas tenggelam. Si ibu mengamuk berkata itu adalah kesalahannya.

Sementara itu anak laki-laki Anna, Chris (Roman Christou) yang ditinggalnya di mobil penasaran dengan apa yang terjadi. Ia keluar dari mobil, meninggalkan adik perempuannya, Sam (Jaynee-Lynne Kinchen). Saat itulah ia melihat seorang wanita menangis. Sosok itu ternyata sangat seram. Ia hampir menangkap Chris dan meninggalkan jejak luka di lengannya.

Sejak itu kehidupan mereka bertiga tak lagi sama. Kedua anaknya terus diteror hingga kemudian Anna juga melihatnya, sosok seram yang berniat mengambil nyawa kedua anaknya.

Ibu dan kedua anaknya ini ketakutan (dok. IMDb)
Ibu dan kedua anaknya ini ketakutan (dok. IMDb)

Kental dengan Legenda Amerika Latin
Bumbu legenda inilah yang membuat "La Llorona"menarik disimak. Teror "La Llorona mirip dengan kisah wewe yang dekat dengan masyarakat Jawa.

Cerita tentang wewe ini memang nyata. Di kampungku dulu ada tetangga seusia bibiku yang diculik. Hingga malam ia tak pulang ke rumah hingga seisi kampung pun mencarinya.

Akhirnya ada yang inisiatif mencari dengan membunyikan perangkat masak di sekitar pohon yang disebut angker. Ia menduga tetanggaku itu diculik wewe dan disembunyikan sehingga tak tampak secara kasat mata.

Ternyata dugaannya benar, setelah prosesi itu tetanggaku pun ditemukan. Ia bercerita bertemu dengan nenek yang baik hati dan diberi berbagai makanan yang nampak lezat. Gara-gara kejadian itu kami patuh untuk tidak banyak tingkah saat hujan panas.

Cerita La Llorona itu berbeda dengan kisah wewe meskipun targetnya sama yaitu anak-anak. Si Wewe 'hanya' menculik anak sedangkan La Llorona menyakitinya hingga tewas.

La Llorona ini dikisahkan sebagai perempuan yang dikutuk menjadi hantu karena perbuatannya di masa lalu. Perempuan ini menyesal karena membunuh kedua anaknya lalu bunuh diri dan gentayangan. Ia berharap bisa membangkitkan lagi kedua anaknya jika ia menculik dan membunuh anak-anak.

Ia dikutuk menjadi gentayangan (dok. IMDb)
Ia dikutuk menjadi gentayangan (dok. IMDb)

Dalam film ini elemen dari mitos La Llorona diungkapkan, bagaimana awal mula ia muncul, tanda-tanda ia muncul, dan benda-benda yang bisa menghambat pergerakannya. Sosoknya seperti wanita mengenakan gaun pengantin dengan wujud seram. Keberadaan seorang dukun, Rafael (Raymond Cruz) juga membuat cerita menjadi menarik dan lebih etnik.

Hantunya Keseringan Muncul
Aku kurang suka jika dalam film horor, hantunya keseringan muncul. Apalagi banyak menggunakan jumpscare. Kesannya sutradara malas, tidak mau repot membangun atmosfer agar terasa seram tanpa si hantu sering hadir.

Ya si La Llorona terlalu aktif meneror. Ia bisa hadir pagi hari tapi lebih kuat saat malam hari. Ia gigih mendapatkan targetnya. Ia tak akan pergi sebelum mendapat korbannya.

Awalnya seram, apalagi ia hantu yang agresif dan suka muncul di tempat-tempat yang tak terduga. Tapi lama-kelamaan level ngerinya jadi berkurang. Pada saat adegan penutup malah seramnya kurang nampol. Meski dibandingkan film horor lainnya masih lumayan seram.

"The Curse of The Weeping Woman" ini diproduseri oleh James Wan yang kondang sebagai pembesut film horor "Conjuring" universe dan "Insidious". Ramuannya masih sama yaitu mengandalkan jumpscare, tapi rupanya ada kejutan lain. "La Llorona" ternyata masuk dari bagian Conjuring universe. Hal ini terungkap dari sosok pendeta, Father Perez (Tony Amendola) yang rupanya orang yang sama di film Annabelle.

Pendetanya pernah muncul di Annabelle (dok. IMDb)
Pendetanya pernah muncul di Annabelle (dok. IMDb)

Detail Film:
Judul: The Curse of The Weeping Woman
Sutradara: Michael Chaves
Pemain: Linda Cardellini, Raymond Cruzand, Patricia Velsquez, Tony Amendola, Raymond Cruz, Roman Christou, dan Jaynee-Lynne Kinchen
Genre: Horor
Skor: 7/10


KONTEN MENARIK LAINNYA
x