Mohon tunggu...
Dewi Puspasari
Dewi Puspasari Mohon Tunggu... Penulis dan Konsultan TI

Suka baca, dengar musik rock/klasik, & nonton film unik. Juga nulis di https://dewipuspasari.net dan www.pustakakulinerku.com

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

[Resensi] Romansa Berlatar Perjuangan Hidup dan Pertimbangan Bunuh Diri

1 September 2016   21:06 Diperbarui: 8 September 2016   11:39 950 8 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
[Resensi] Romansa Berlatar Perjuangan Hidup dan Pertimbangan Bunuh Diri
waowstuff.com

Sudah sejak sekitar Bulan Maret silam kawan-kawan di sebuah grup film ramai membicarakan tentang film 'Me Before You' yang direncanakan bakal rilis Juli kemudian mundur ke Bulan September ini. Awalnya saya kurang tertarik, akan tetapi ketika melihat pemerannya si Sam Claflin yang beken sejak ia tampil di Snow White and The Huntsman dan Emilia Clarke yang menjadi Daenerys Targayen di Game of Thrones saya pun tertarik melihat trailer-nya. Rupanya film drama romantis ini memiliki premis yang unik. Alhasil ketika melihat ada novelnya saya pun kontan membelinya. Ya, sebelum filmnya tayang 2 September, saya baca dulu deh novelnya. Dan ternyata alur ceritanya tidak seperti novel romansa pada umumnya.

Cerita pada 'Me Before You' lebih menekankan pada sosok perempuan bernama Louisa Clark (Lou). Ia memiliki kehidupan yang datar-datar saja, keluarga yang pas-pasan tapi hangat, dan kehidupan percintaan bersama Patrick yang adem ayem selama bertahun-tahun. Namun, kehidupannya yang nyaman kemudian terkoyak ketika ia diberhentikan dari pekerjaan. Kafe The Buttered Bun, di mana ia bekerja selama enam tahun dan memberinya penghasilan yang lumayan bakal ditutup. Keluarganya terkejut mendengar kabar tersebut apalagi si ayah terancam di-PHK karena masa resesi dan Si Adik, Treena, hanya bekerja di toko bunga yang berpenghasilan minim.

Lou yang merasa menjadi tulang punggung keluarga pun berulang kali ke bursa tenaga kerja mencari pekerjaan yang cocok. Hampir empat bulan ia belum menemukan pekerjaan yang pas. Akhirnya, petugas dinas menawarkannya pekerjaan menjadi asisten perawat pribadi penyandang quadriplegia dengan gaji yang paling besar di antara pekerjaan yang selama ini digeluti Lou. Meskipun pekerjaannya singkat hanya enam bulan, Lou bersyukur karena masih bisa membantu mencukupi keluarganya.

Sayangnya orang yang hendak dirawat oleh Lou tidak seperti yang ia perkirakan. Bukan orang tua, melainkan pria dewasa yang gemar mendebat dan mencibir penampilan dan kebiasaannya. Lou merasa frustasi, tapi ia menguatkan diri untuk menemani pria berkursi roda itu. Tokoh ini bernama Will Traynor.

Novel Me Before You yang diadaptasi ke film layar lebar (sumber gambar: bukupedia.com)
Novel Me Before You yang diadaptasi ke film layar lebar (sumber gambar: bukupedia.com)
Namun ia mulai panik ketika mengetahui ada perjanjian antara Will dan orang tuanya. Will yang tidak kuat menjalani kehidupan dengan penuh rasa sakit dan tak berdaya sementara dulunya ia pria yang berkarir mapan dan punya beragam kegiatan, beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri. Ia memberikan waktu kepada orang tuanya selama enam bulan sebelum ia pergi ke dignitas (kelompok yang dapat membantu pasien untuk mengakhiri hidupnya) untuk melakukan euthanasia. Lou pun berpacu dengan waktu memikirkan beragam cara agar Sam membatalkan niatnya untuk melakukan euthanasia. Namun, ada banyak hal tak terduga yang menghambat rencananya.

Saya suka dengan gaya bercerita Jojo Moyes dalam novel ini. Tak terasa dalam waktu dua hari novel setebal 656 halaman telah saya tuntaskan. Meskipun ending-nya tidak seperti novel romantis pada umumnya, saya tetap menyukainya dan langsung memesan untuk membeli sekuelnya: 'After You'.

Tokoh utamanya itu bisa dibilang orang kebanyakan. Pengarangnya tidak terpengaruh Mary Sue Syndrome, atau sebutan untuk karakter tokoh utama yang tanpa cacat alias sempurna, cantik, pintar, berkelas, anggun, atau berlatar keluarga berkecukupan. Tidak. Louisa Clark gadis yang sangat biasa. Ia lulusan SMA dan tidak punya keinginan muluk-muluk. Meski sering diledek tidak memiliki kemampuan, ia sebenarnya gadis yang tekun dan peduli pada keluarganya. 

Ia sering iri pada adiknya yang jenius tapi juga dongkol karena gara-gara adiknya hamil di luar nikah dan tidak melanjutkan kuliah, maka tulang punggung keluarga seolah terbeban padanya. Di luar Lou Clark nampak seperti gadis yang periang dan tanpa beban, ia sering mengggunakan baju nyentrik warna-warni yang sering membuat Will dan orang tuanya terheran-heran. Namun rupanya ada masa lalu kelam yang dirahasiakan Lou yang kemudian dilampiaskan dengan baju warna-warni ala teatrikal.

Will Traynor sendiri juga bukan pria yang sempurna. Ia agak menyebalkan, angkuh dan ingin orang-orang di sekelilingnya berperilaku seperti standarnya. Ia sangat depresi mengetahui kehidupannya tidak bisa lagi seperti dahulu dan menjadi makin menyebalkan sehingga orang-orang di sekelilingnya makin menjauh.

Hubungan kedua tokoh ini menarik dan penuh liku. Ada berbagai pengetahuan menarik tentang disabilitas dan euthanasia yang didapat dari novel ini. Saya juga bisa membayangkan kota kecil dengan kastil yang menjadi latar tempat dalam novel ini. Tentang ending-nya juga tidak mudah ditebak, tidak seperti novel romansa biasanya.

Buku ini mudah ditemui di berbagai toko buku. Kalau yang malas jalan-jalan ke toko buku juga bisa membelinya di toko buku online seperti bukupedia (di sini). Wah tidak sabar untuk menonton filmnya yang sebentar lagi tayang dan juga membaca sekuelnya, After Me. Sebenarnya buku ini sudah bagus tanpa ada kelanjutannya sih. Tapi berhubung sekuelnya sudah terbit, ya jadi penasaran deh ingin tahu apa lagi yang dilakukan oleh Louisa Clark.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x