Devi Meilana Trisnawati
Devi Meilana Trisnawati MAHASISWA

Sedang menempuh pendidikan di fakultas ekonomi. Selalu ingin belajar dari banyak orang, apalagi tulisan yang mereka buat. Selalu ingin maju dan berusaha untuk mengumpulkan kepercayaan diri.

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Indonesia Open 2018, Gugurnya Wakil Tuan Rumah dan Rivalitas Terhadap Jepang

4 Juli 2018   10:46 Diperbarui: 4 Juli 2018   10:56 737 2 0
Indonesia Open 2018, Gugurnya Wakil Tuan Rumah dan Rivalitas Terhadap Jepang
Sumber: Blibi.com

Indonesia kembali harus menahan puasa gelar di Malaysia Open 2018 yang dihelat 26 Juni - 1 Juli 2018. Dua wakilnya, Tommy Sugiarto dan Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta harus terhenti di babak semifinal. Tommy kalah telak dari sang Datok, Lee Chong Wei dengan skor 18-21 dan 15-21. dan menambah daftar panjang head to head diantara mereka menjadi 17-0. 

Sedangkan Della/Rizki sendiri memang nampaknya masih "anti" terhadap ganda jepang, karena mereka kembali dikalahkan oleh Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi denga skor identik 9-21. Sangat telak! Sebelumnya mereka sempat bertemu di kejuaraan All England, pada Maret 2018 silam. Sebelumnya Della/Rizki nyaris saja menjegal ganda pertama Jepang di ajang Badminton Asia Championship (BAC) Individual pada April 2018, di Wuhan, Cina. 

Namun sayang, kaki Della robek sehingga menyerah dengan skor Mereka juga harus kalah dengan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota di denga skor 29-27, 17-21 dan 11-21. Karena tak mampu lagi bermain maksimal di akhir game ketiga, mereka harus tersingkir di semi final.  

Dan kini, giliran Indonesia kembali menjadi tuan rumah dengan label Indonesia Open series 1000, setelah pada Januari 2018 lalu menjadi tuan rumah untuk label Indonesia Master 500. 

Menjadi tuan rumah tentu bukan hal yang mudah, karena harus bertanding maksimal dihadapan ribuan suporter, terlebih penggemar Indonesia yang selalu membuat sesak Istora Senayan Jakarta, lengkap dengan atribut dan pernak pernik yang "indonesia banget". Sebagian pemain, dapat menjadikan suntikan semangat, namun tak sedikit pemain yang justru merasakan beban ketika bertanding di negeri sendiri.

Dengan munculnya aturan dari Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) yang baru di tahun 2018, dengan meniadakan babak kualifikasi menjadikan babak penyisihan terbagi dalam menjadi dua hari. Di hari pertama kemarin, Selasa, 4 Juli 2018 sudah dimulai babak penyisihan Indonesia Open 2018 yang bertempat di Istora Senayan Jakarta. 

Sebanyak 17 wakil Indonesia bertanding untuk memperebutkan tiket lolos ke babak berikutnya. Namun sayang, beberapa wakil yang diharapkan justru kandas, namun sebagian lain mampu tampil tenang dan meyakinkan.

Beberapa wakil tuan rumah yang harus menyerah terlalu dini, diawali dengan pebulutangkis tunggal putri Fitriani. Pebulutangkis bertubuh mungil ini lagi-lagi harus kembali di pertemukan dengan tunggal putri elite asal Thailand, Ratchanok Inthanon. Sebenarnya, Fitri sudah sering berjumpa dengan Inthanon, namun nampaknya belum menunjukkan perkembangan, bahkan tak menunjukkan daya juang yang tinggi. 

Hasil skor pun telak, yaitu 8-21 dan 16-21. Banyak penggemar bulutangkis yang mempertanyakan kenapa Fitri tak mempunyai progress hingga sejauh ini. Selain Fitri, sektor tunggal putri juga mengirimkan Dinar Dyah Ayustine yang sudah menjajaki umur senior, namun penampilannya belum memukai di turnamen sekelas ini. Dinas juga kalah dari Saina Nehwal, dengan skor kembar 21-12. 

Hanya Gregoria yang kini sedang ditunggu performanya setelah konsistensi penampilannya di ajang Thomas Uber Cup 2018 lalu di Bangkok, Thailand. Gregoria lolos ke babak berikutnya setelah menumbangkan wakil Taipei, Lee Cia Hsin.

Di sektor ganda campuran,  ada pasangan baru Pelatnas yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, yang merupakan finalis India Open 2018 juga harus tumbang di awal ajang ini. Praveen adalah pemain ganda campuran yang diharapkan mampu mengembalikan performanya seperti saat di All England 2016 silam, pasca bercerai dari rekannya Debby Susanto. 

Nampaknya, Praveen dan Melati belum menemukan chemistry yang kuat di lapangan. Praveen/Melati yang sudah unggul di game pertama, menyerah dengan pasangan Hongkong Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah 21-17, 14-21 dan 17-21. Sayang sekali, PraMel! Selain PraMel, Yantoni Edy/Marcheila Gischa Islami juga kalah rubbergame dengan pasangan dadakan Yugo Kobayashi/Misaki Matsutomo dengan skor 18-21, 21-17 dan 8-21. Beruntung, 3 pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emmanuelle, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Ricky Karanda/Debby Susanto lolos dengan mengandaskan lawan masing-masing.

Di sektor ganda putri, selain Della/Rizki kembali tersandung oleh pasangan Jepang, Yuki Fukushima/Sayaka Hirota. Kekalahan Della/Rizki juga diikuti oleh pasangan baru Yulfira Barkah/Nitya Krishinda Maheswari serta Jauza Fadhila/Virni Putri. 

Sedangkan pasangan non pelatnas Pia Zebadiah/Tiara Rosalia Nuraidah kalah dari rekan senegara, Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani.

Ganda junior Indonesia yang berhasil menunjukkan semangat dan kemauan untuk beranjak ke level berikutnya. Agatha Emanuela/Siti Fadia Rahmadanti yang akan mewakili Indonesia di ajang Asia Junior Championship (AJC) di Jakarta, 14-22 Juli 2018 mendatang. 

Ganda mungil ini menang mulus straight game dari ganda India, Jakkampudhi Megana/Poorvisha S Raam dengan skor 21-11 dan 21-18. Ganda putri terbaik Indonesia, Greysia Apriani/Apriani Rahayu juga turut lolos ke babak berikutnya.

Sedangkan satu tiket sudah digenggam oleh ganda putra ketiga Indonesia, Berry Angrianto/Herdiawan yang secara dramatis mengalahkan wakil dari Cina. kesuksesan mereka tidak diikuti oleh Jonathan yang bertemu dengan tunggal putra terbaik dunia saat ini, Viktor Axelsen. 

Jonathan kalah straight game langsung, 10-21 dan 18-21. Seperti pertandingan Jonathan sebelumnya, Jonathan tidak tenang saat berada di poin-poin akhir yang justru dimanfaatkan oleh lawan, dan akhirnya menumbangkan dirinya sendiri. 

Secara keseluruhan, ajang Indonesia Open 2018 yang diselenggarakan di  hari pertama, maka Indonesia meloloskan 10 dari 17 wakil. Sebanyak 7 wakil telah kandas di babak pertama. Hasil berbeda didapat oleh Jepang, dari  11 wakil yang bertanding, hanya 1 wakil yang tidak lolos, yakni Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. Konsistensi Jepang memang semakin kuat. Jepang mampu mempersembahkan setidaknya satu gelar dari setiap turnamen yang diadakan sepanjang di tahun 2018 hingga sejauh ini.

Sumber: https://twitter.com/BadmintonTalk
Sumber: https://twitter.com/BadmintonTalk
Bila Jepang awalnya menunjukkan kekuatannya dari tunggal putri dan ganda putri, kini Jepang mulai memetakan kekuatannya melalui sektor tunggal putra dan ganda campuran. Tunggal putra Jepang Kento Momota menjadi finalis Malaysia Open 2018 dan mampu memberikan penampilan clean sheet di ajang Thomas dan Uber Cup 2018. Kenta Tsuyenama juga tampil apik dengan menundukkan Jan O Jorgensen.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2