Mohon tunggu...
Desy KhaerunnisaAlfani
Desy KhaerunnisaAlfani Mohon Tunggu... Tulisanku untukmu

Desy Khaerunnisa Alfani , begitulah namaku yang merupakan pemberian indah dari Kedua orangtuaku.Aku merupakan perempuan yang tinggal di pegunungan dan mengabdi menjadi seorang guru .Menulis merupakan hobbi di masa kecil hanya menjadi terlupa ketika dewasa. Saat ini aku mencoba menulis lagi dan mencoba menjadi bermanfaat bagi kita semua.Semoga apa yang aku tulis akan menjadi ladang ilmu dan berkah walau sedikit muah mudahan bermanfaat

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

28 Oktober 2020   13:31 Diperbarui: 28 Oktober 2020   13:45 191 8 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara
Sumber gambar: mochzakym19 on Pinterest

Refleksi dan Kesimpulan Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Oleh : Desy Khaerunnisa Alfani,S.Pd

A. Sintesis Antar Materi

                     Saat dari Sekolah Dasar Semboyan "Ing Ngarsha Sang Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa , Tut Wuri Handayani " adalah hal yang selalu terngiang dan selalu diucapkan .Bahkan logo di seragam yang saya pakai juga adalah merupakan dari salah satu kata ini adalah logo "Tut Wuri handayani ". Semboyan ini berasal dari Ki Hajar Dewanara yang merupakan Bapak Pendidikan Indonesia. Beliaulah yang merupakan peletak berbagai pemikiran .Pemikiran - pemikiran yang dituangkan merupakan sebuah tonggak yang harus dianut dan dipelajari oleh semua kalangan bukan hanya guru tapi semua kalangan yang erat dalam dunia pendidikan.

                   Pendidikan merupakan hal yang harus memadukan antara kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam disini merupkan hakekat antara interaksi manusia dengan alamnya sehingga menghasilkan sebuah kebudayaan dan akan mengiring pada kodrat zaman yang merupakan perubahan dari hasil interaksi mnusia.Sesuai dengan azas yang dikenal dengan TRIKON (Kontinyu,Konvergen,Konsentris ).   

 Pemikiran Ki Hajar Dewantara yang begitu melekat yaitu dipaparkan sebagai berikut :

  • Menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak sehingga anak dapat mencapai titik keselamatan dan kebahagian yang setinggi - tingginya. Dalam hal ini menuntun bukan pada kodrat dasarnya tapi menuntun untuk memperbaiki tingkah lakunya .
  • Dalam menuntun ini ,pendidik diibaratkan petani yang menanam padi.Dalam menanam padi menjadi beras yang unggul petani akan memiliki berbagai cara dan akan sabar mengurusnya.Sama halnya dengan pendidik dalam kegiatan pembelajaran guru harus memiliki banyak cara ,bersabar dan ikhlas untuk dapat menghasilkan generasi atau anak yang baik.
  • Pendidikan yang berupaya memenuhi kodrat kebutuhan tumbuh kembang anak.Sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantar Bahwa yaitu " Menghamba pada anak  " Pokoknya pendidikan harus terletak di dalam pangkuan ibu bapak karena hanya dua orang inilah yang dapat “berhamba pada sang anak” dengan semurni-murninya dan se-ikhlas-ikhlasnya, sebab cinta kasihnya kepada anak-anaknya boleh dibilang cinta kasih tak terbatas (Karya Ki Hajar Dewantara, Pendidikan, halaman 382) .Menghamba ini bukan berarti dapat diperlakukan semena- menanya ,tapi pendidikan harus berorientsi pada kebutuhan anak sehingga anak dapat berkembang sesuai dengan minat dan bakatmya.
  • Budi pekerti, atau watak atau karakter merupakan perpaduan antara gerak pikiran, perasaan dan kehendak atau kemauan sehingga menimbulkan tenaga/semangat.Budi pekerti yang dimaksud adalah bahwa pendidikan bisa memanusikan manusia menuju perbuatan yang baik. 
  • Bermain merupakan kodrat anak. menurut KHD, Permainan anak itulah pendidikan. Ki Hajar Dewantara (Pendidikan, halaman 241). Dalam hal ini pendidik harus memahami bahwa kodrat anak adalah bermain sehingga pembelajaran bisa diintegraskan dengan bermain sambil belajar atau belajar sambil bermain.

     Pemikiran Ki Hajar Dewantara di atas merupakan beberapa diantaranya yang harus kita sematkan dalam kehidupan dan kegiatan kita sebagai pendidik. sesuai semboyannya yaitu :

Ing Ngarso Sung Tulodo artinya Ing ngarso itu didepan / dimuka, Sun berasal dari kata Ingsun yang artinya saya, Tulodo berarti tauladan.Dengan kata lain guru adalah tauladnnya atau dalam bahasa sunda" Guru digugu ditiru " Segala apa yang kita lakukan dan ucapakan dapat menjadi poto ingatan dalam benak siswa.

Ing Madyo Mbangun Karso, Ing Madyo artinya di tengah-tengah, Mbangun berarti membangkitan atau menggugah dan Karso diartikan sebagai bentuk kemauan atau niat. Jadi makna dari kata itu adalah seseorang ditengah kesibukannya harus juga mampu membangkitkan atau menggugah semangat . Karena itu pendidik atau guru juga harus mampu memberikan inovasi-inovasi dilingkungannya dengan menciptakan suasana yang baru dan bermakna bagi peseta didik

Dan Tut Wuri Handayani, Tut Wuri artinya mengikuti dari belakang dan handayani berati memberikan dorongan moral atau dorongan semangat. Sehingga artinya Tut Wuri Handayani ialah pendidik atau guru  harus memberikan dorongan moral ini sangat dibutuhkan oleh peserta didik sehingga dapat menumbuhkan motivasi dan semangat.

Buah pemikiran Ki Hajar Dewantara merupakan hal yang harus kita dediksikan sebagai pendiidk dalam pendidikan di negeri ini sehingg akan menghasilakan merdeka belajar . Merdeka belajar menjadikan , setiap guru adalah murid dan setiap murid adalah guru. Pendidikan dapat diperoleh dimana saja, kapan saja dan dari siapa saja. Sekolah bukan satu-satunya tempat untuk memperoleh pendidikan. Setiap rumah adaah sekolah ,Setiap tempat bisa mengandung pengajaran dan pendidikan .

B. Refleksi Mandiri

             Setelah saya mempelajari modul 1.1 ada beberapa refleksi yang saya lakukan tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara ini yaitu :

1. Apa yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari modul 1.1?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN