Mohon tunggu...
Desny Zacharias Rahardjo
Desny Zacharias Rahardjo Mohon Tunggu... Co-Founder of Membangun Positivity

Berkat penelitian neuroscience, kita sekarang dapat memaksimalkan fungsi otak hanya dalam hitungan hari.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Bersyukur Itu (Ternyata) Ilmiah

14 April 2020   13:20 Diperbarui: 14 April 2020   13:28 1577 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Bersyukur Itu (Ternyata) Ilmiah
www.linkedin.com/pulse

Gratitude helps you fall in love with the life you already have.

Mengucap syukur membuatmu jatuh cinta kepada kehidupan yang kau miliki.

Indah ya. Mengucap syukur atas apa yang kita punya, atas apa yang terjadi di dalam kehidupan kita, apapun itu.

Saya jadi teringat pada ajaran Ibu saya sejak saya kecil dulu. Beliau bilang, saya harus belajar untuk bersyukur dalam segala hal, susah atau senang. Karena, Tuhan senang anak yang tahu bersyukur.

Setelah agak besar, Ibu saya menambahkan, kalau kita terbiasa mengucap syukur untuk hal-hal kecil yang Tuhan ijinkan terjadi di kehidupan kita, bayangkan bagaimana ungkapan syukur kita atas anugerah besar yang diberikan kepada kita.

Bersyukur adalah sebuah bentuk penghargaan atas apa yang bermakna bagi Anda. Tentunya kita tidak perlu membahas apa yang bermakna bagi seseorang karena itu sangat-sangat relatif.

Tapi tahukah Anda bahwa bersyukur itu telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan fungsi otak dan kehidupan Anda?

Ada banyak bukti ilmiah aktual yang menunjukan bagaimana rasa syukur dapat mengubah otak Anda, membuat Anda lebih bahagia, meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda, membuat Anda lebih produktif, dan meningkatkan hubungan Anda.

Salah satunya, Dr. Emiliana Simon-Thomas, Ph.D, Science Director di UC Berkeley's Greater Good Science Center yang mengatakan "Dalam studi, setelah delapan minggu latihan, scan otak terhadap individu yang berlatih bersyukur memiliki struktur otak yang lebih kuat untuk kognisi dan empati sosial, serta bagian otak yang memproses reward". Emiliana adalah seorang leading expert dalam neuroscience dan psikologi mengenai compassion, kindness, gratitude, dan "pro-social" skills lainnya.

Ingin tahu apa yang terjadi di otak kita ketika kita bersyukur? Atau seperti apa otak orang yang terbiasa mengucap syukur? Apakah ada perbedaan dengan otak orang yang sering bersungut-sungut?

Sebuah studi yang dilakukan oleh National Institutes of Health di AS menemukan bahwa ketika Anda mengungkapkan kebaikan atau merasa bersyukur, hipotalamus membanjiri otak Anda dengan dopamin. Ini memotivasi Anda untuk berbuat baik dan mengungkapkan rasa terima kasih lebih banyak lagi.

Hipotalamus adalah bagian dari otak yang mengeluarkan bahan kimiawi berupa hormon yang dibutuhkan tubuh untuk membantu mengendalikan organ dan sel-sel tubuh. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN