Mohon tunggu...
Desa Sukoreno
Desa Sukoreno Mohon Tunggu... Administrasi - Blog Pengabdian dan KKN Universitas Negeri Malang

Desa Sukoreno terletak di Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember yang dikenal pula sebagai Desa Pancasila karena kerukunan warganya dalam keberagaman..

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Re-branding Jamu Rempon dalam Merentas Covid-19 di Desa Pancasila, Sukoreno

27 Juli 2021   09:13 Diperbarui: 27 Juli 2021   09:34 72 2 0 Mohon Tunggu...

JEMBER - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang 2021 di Desa Sukoreno, Kecamatan Umbulsari, Kabupaten Jember melaksanakan Program Kerja Pendampingan Optimalisasi Tradisi Lokal Melalui Re-Branding Rempon Dalam Merentas Pandemic Covid-19 di Desa Pancasila, Sukoreno, Jember yang didukung oleh pemerintah desa dengan bantuan masyarakat dan karang taruna desa sukoreno untuk mensukseskan program KKN tersebut pada Minggu (20/05/2021).

Pusat dari Program Kerja ini adalah menjaga eksistensi tradisi lokal yang dimiliki oleh masyarakat desa Sukoreno. 

Melalui konsumsi obat tradisonal dari rempon (Jahe, lengkuas, sereh) yang dipercaya untuk menjaga tubuh dari penularan Covid-19 dan supaya pemberdayaan masyarakat ini dapat merubah stereotype generasi pemuda sukoreno terhadap rempon yang dinyatakan sebagai ramuan kuno dan memiliki cita rasa yang pahit diolah dengan tepat dan bermanfaat bagi semua kalangan. 

Selain itu dapat meningkatkan eksistensi rempon di kalangan masyarakat. Teh rempon ini sangat bermanfaat bagi tubuh yang kaya manfaat seperti kandungan di minyak asiri yang dapat meningkatkan daya imun tubuh, memberikan kesegaran dalam tubuh serta mengobati penyakit yang berkaitan dengan pernapasan di tengah pandemic Covid-19.

Tindakan pertama dalam Pemberdayaan di desa sukoreno adalah melakukan Survey potensi budaya dan tradisi adat masyarakat plural dalam merentas pandemi khususnya pada para tokoh agama masing-masing di desa sukoreno dan mensosialisasikan tentang penanganan covid-19 pada masyarakat desa sukoreno. 

Pada Hari(21/05/21) langkah selanjutnya dari mahasiswa KKN UM Jember yaitu melakukan Survey TOGA yang dimiliki oleh masyarakat Desa Pancasila, Sukoreno dan melakukan pencarian literasi terkiat kandungan komponen TOGA untuk kesehatan tubuh di tengah pandemi Covid-19.

Pada tanggal (23/05/21 ) Dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat selanjutnya, yakni melakukan pembuatan obat herbal dengan mengumpulkan barang-barang yang diperlukan seperti tanaman obat herbal yakni jahe, lengkuas dan sereh. 

Setelah itu para mahasiswa KKN UM Jember beserta masyarakat dan pemuda karang taruna desa sukoreno melakukan proses pengolahan dengan melakukan pemotongan menjadi bagin kecil pada tanaman herbal (jahe, lengkuas, sereh). Selesai melakukan pemotongan  di lanjut proses pengeringan sekitar 1-2 hari untuk menghasilkan ramuan yang maksimal.

Hari berikutnya (25/05/21) Peracikan bahan menjadi teh herbal kekinian supaya kadar kandungan dalam rempah rempah teh tersebut sesuai. Pada tahap ini, pemberdayaan yang dilakukan adalah dengan membuatkan wadah atau tempat untuk bahan-bahan ramuan tersebut seperti kantong teh. Hal ini diperlukan untuk mempermudahkan konsumsi bagi masyarakat dalam melakuan penyeduhan ramuan bumbom atau empon-empon tersebut.

Pembuatan merk produk dan pengemasan produk teh rempon supaya dari hasil pembuatan merk seperti teh tersebut, dapat menjadi daya tarik bagi seluruh masyarakat untuk mengkonsumsi ramuan tersebut bagi semua kalangan tanpa merasa takut, karena telah dikemas dengan menarik seperti teh pada umumnya.(26/05/21)

Pada Minggu (27/05/2021) Sosialisasi memperkenalkan produk lokal kepada generasi milenial di Desa Pancasila, Sukoreno. Setelah itu hasil produksi teh rempon lokal dari bumbon atau rempon dibagikan ke seluruh masyarakat Desa Sukoreno ini diharapkan dapat dikonsumsi oleh seluruh masyarakat dan seluruh jenjang usia, mulai dari balita hingga dewasa supaya dapat merasakan kasiat dari teh rempon buatan sendiri yang sangat berkasiat apalagi dimusim pandemi sekarang ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN