Mohon tunggu...
Desak MadeYoniartini
Desak MadeYoniartini Mohon Tunggu... Dosen - penulis

menulis adalah ekpresi rasa lewat kata

Selanjutnya

Tutup

Love Pilihan

Cinta yang Lainnya

22 November 2023   04:47 Diperbarui: 22 November 2023   05:41 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Love. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Prostooleh

Akhir-akhir ini kita sering sekali disuguhi berita tentang perselingkuhan sehingga muncul istilah-istilah baru yang sebelumnya tidak pernah ada, seperti Wanita Idaman lain (WIL), Pria Idaman Lain (Wil), Perebut Laki Orang (Pelakor), dan Perebut Bini Orang (Pebinor). Istilah-istilah ini menjadi momok yang menakutkan dalam kehidupan berumah tangga, tidak hanya di media cetak, bahkan media elektronik secara terang benderang menampilkan sosok-sosok yang diduga bermain dalam panasnya kobaran api amara yang tidak seharusnya. Berbagai kalanganpun menjadi pelaku dan korban, dari pejabat, artis, guru, dokter, polisi, pegawai kantoranpun tak lepas dari jerat gelora asmara yang menyebabkan pasangan sahnya terluka dan kecewa.

 Menarik untuk diperhatikan, ketika berita tentang perselingkuhan terjadi, tidak jarang pihak wanita menjadi obyek yang lebih banyak dibicarakan, sepertinya ketika terjadi perselingkuhan wanitalah yang salah, wanitanyalah yang melempar umpan sehingga laki-laki lupa daratan, ada satu perumpamaan yang menarik yaitu laki-laki diumpamankan seperti kucing lalu wanita sebagai ikannya, maka ketika kucing disuguhi ikan dia tak kuasa menolaknya.

Masyarakat berpandangan bahwa wanita yang telah berselingkuh pantas untuk dihina dan dicaci maki, sementara laki-lakinya tak jarang bisa pulang kembali pada keluarganya dengan berbekal kata “MAAF”, (namun sekarang sudah banyak wanita yang tidak memaafkan laki-lakinya dan memilih pergi).

Masyarakat nampaknya lebih tertarik dengan pembahasan pelakor dari pada pebinor, hal ini mungkin saja dipengaruhi oleh asumsi bahwa jumlah wanita  lebih banyak dari pada pria, maka masyarakat di dunia yang sempit ini  beranggapan lebih banyak pelakor dari pada pebinor.  Selain pelakor, WIL juga menjadi momok yang menakutkan bagi para wanita bersuami. Mereka merasa was-was kalau suaminya tertarik memiliki hubungan dengan pelakor dan WIL, lalu apakah perbedaan antara pelakor dengan WIL? Ataukah mereka adalah jenis yang serupa namun dengan nama yang berbeda?

Pelakor adalah singkatan dari perebut laki orang, maka jelas di sini tujuan wanita yang menjadi pelakor adalah untuk bersama dengan laki-laki yang menjalin hubungan dengan dia, entah sebagai istri pertama dan satu-satunya ataupun istri ke dua. Jika pelakor ingin menjadi istri pertama dan satu-satunya maka dia akan meminta pasangannya untuk bercerai dari istri sahnya dengan berbagai tipu daya dan kelihaian yang terencana, namun banyak juga diantara mereka yang hanya ingin menjadi istri kedua, baik secara resmi maupun hanya menikah secara agama (tidak dicatatkan pada catatan sipil). 

Namun para pelakor saat ini rupanya sudah melek hukum, terutama hukum waris, maka mereka menyadari jika mereka hanya menikah sah secara agama maka mereka tidak akan mendapatkan hak yang sama seperti istri pertama, baik di mata hukum maupun di mata masyarakat, oleh sebab itu tak jarang kita melihat banyak laki-laki yang bercerai dengan istrinya lalu dalam kecepatan cahaya sudah memiliki istri lagi. Maka dari penjelasan ini, tentu saja pelakor menjadi sangat berbahaya karena dapat menghancurkan janji suci dua sejoli yang dulunya pernah berjanji akan sehidup semati.

Wanita idaman lain (WIL) adalah seorang wanita yang dicintai oleh pria yang telah beristri. WIL ini bisa jadi seorang lajang, namun tidak jarang juga wanita yang telah berstatus sebagai seorang istri. Lalu kenapa dinamakan wanita idaman lain?, karna dia ada diantara pria yang sudah beristri, maka dalam hidup pria ini selain ada istrinya ada juga wanita kedua ini (selingkuhannya). WIL biasanya tidak ingin menjalin komitmen secara serius dengan laki-laki yang berhubungan dengannya, mereka cukup merasa nyaman dengan terpenuhinya kebutuhan finansial, perhatian, kasih sayang, berbagi permasalah, cerita cinta, dan terkadang memenuhi kebutuhan biologisnya. 

WIL yang masih lajang sering kita kenal dengan istilah ani-ani, mereka biasanya hanya memanfaatkan finansial dari pasangannya. Sementara wanita kedua yang berstatus memiliki pasangan biasanya terjerat dalam asmara ini karna berbagai faktor, diantaranya kejenuhan dalam rumah tangga, merasa diabaikan oleh pasangannya, ingin mendapatkan pengalaman jatuh cinta, dan ingin memenuhi kebutuhan biologis, sehingga akhirnya diapun mendua.

Tidak ada ciri-ciri khusus jika dilihat dari penampilan siapa yang berpotensi menjadi pelakor ataupun WIL, setiap orang memiliki peluang menjadi perusak rumah tangga orang lain. Namun jika dilihat dari tingkat obsesinya tentu pelakor memiliki peluang perusak keutuhan sebuah keluarga, walau wanita kedua juga pasti akan menimbuklan rasa sakit dan trauma mendalam bagi wanita yang suaminya berbagi cinta.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Love Selengkapnya
Lihat Love Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun