Mohon tunggu...
Dena Rany Riyantanti
Dena Rany Riyantanti Mohon Tunggu... Aktivitas Kampus

Jadilah Manusia yang Memanusiakan Manusia yang Lainnya

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Filsafat Umum bagi Kehidupan

23 Oktober 2019   22:44 Diperbarui: 23 Oktober 2019   22:48 0 0 0 Mohon Tunggu...

FILSAFAT UMUM

Definsi Filsafat Umum
Disini saya akan membicarakan filsafat yang disiapkan untuk pelajar filsafat tingkat pemula. Pada bagian ini diperkenalkan lebih dulu apa filsafat itu. Filsafat dari kutipan (Poedjawijatana, 1974) menyatakan bahwa filsafat itu berasal kata arab yang berhubungan rapat dengan kata Yunani. Nah, Filsafat dalam bahasa Yunani ialah terbentuk dari kata philo dan shopia.  Dimana philo yang artinya cinta dalam arti yang luas, karena itu berusaha mencapai yang diinginkan. Sedangkan shopia artinya kebijakan, dalam arti luasnya pandai. Jadi menurut kata filsafat itu sendiri ialah ingin mencapai pandai, yaitu cinta pada kebijakan.
Dimana filsafat ini mengajak manusia berfikir sedalam-dalamnya, serta membuat rasa ingin tau dan rasa kagum pada kajian filsafat. Mengapa kita harus mempelajari filsafat, karena orang yang berfilsafat adalah orang yang yang selalu menebar cinta. Ahli filsafat dengan filsum itu berbeda. Dimana seorang ahli filsafat itu hanya berdasarkan paham teori filsafat serta pemikiran seseorang. Sedangkan filsum itu bijaksana dalam memberikan solusi dan mampu mengembangkan pemikiran sendiri.
Karakteristik Berfikir Filsafat
Nah, filsafat ini juga mempunyai beberapa pemikiran seperti berfikir kritis, radikal, universal, dan sistematis. Dibawah akan di jelaskan berbagai pemikiran filsafat:
1.Berfikir kritis ini berdasarkan argumentasi yang berusaha menanyakan sesuatu secara detail.
2.Berfikir radikal ialah bentuk berfikir sedalam-dalamnya sains/filsafat.  
3.Berfikir universal, dengan keseleruhan dan tidak membatasi.
4.Berfikir Sistematis yaitu  berfikir apa sebab dan akibat dari suatu pemikiran kedepan.
Filsafat itu disebut juga becoming atau thinkable, yaitu sesuatu yang dipikirkan dan sesuatu yang telah ada. Seperti masa depan yang sudah difikirkan dan akan ada di masa mendatang.   Dimana kkarakter berfikir juga mengandung spekulatif kesadaran individu yang berbeda-beda, baik secara kolektif dan objektif. Kesadaran kolektif adalah kesadaran individu yang berbeda tetapi secara bersama. Sedangkan kesadarn objektif adalah spekulatif berhepotesis, yang bijak sesuai situasi. Disni filsafat tidak memiliki kebenaran final, filsafat itu adalah sebuah konstruksi pemikiran masyarakat.
Objek Filsafat
Tidak hanya itu, filsafat juga mempunyai objek filsafat sendiri. Filsafat ini meiliki 2 objek yaitu objek formal dan objek material. Dimana objek formal ini adalah objek spesifikasi sudut pandang secara mendalam. Sedangkan objek material itu umum atau utuh dan sesuatu yang ada, pemikiran yang berdeskripsi tentang apa yang kita lihat seperti (alam, makhluk sosial, etologi atau keyakinan).  
Sebab Munculnya Filsafat
Sebab munculnya filsafat, sepintas jika kita lihat filsafat berasal dari peradaban Yunani. Terdapat mitologi yang kaya serta luas. Dimana mitologi ini dapat dianggap sebagai perintis yang mendahului filsafat. Dalam usaha-usaha itu sudah Nampak sifat rasional bangsa Yunani. Dan munculnya para filosof Yunani yang mempunyai latar belakang ahli matematika, astronomi, ilmu bumi, dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya. Karena itu filsafat merintis, sebab mereka berfikir tentang alam, apa hakekatnya, bagaimana munculnya, dan apakah sifat-sifat yang paling hakiki.
Manfaat Belajar Filsafat
Segala sesuatu di dunia ini baik itu makhluk ciptaan Allah SWT, maupun ilmu yang dianugrahkan kepada manusia, tuntu ada manfaatnya apabila di pelajari dan diimplementasikan. Maka sama halnya belajar filsafat ini mempunyai manfaat yaitu:
1.Memahami diri sendiri tentunya ego
2.Mendorong manusia menjadi lebih baik
3.Semakin mandiri secara intelektual (kritis), merenungkan pendapat yang di terima
4.Menjalankan kebenaran (kenyataan)


Objek Kajian Ontologi dan Metafisika
Ontologi adalah sebuah hakikat-hakikat seuatu aliran metearealisme. Ontologi ini merupakan objek yang formal yang hakikatnya seluruh realitas. Bagi pendekatan kuantitatif, realitas  tampil dalam kuantitas (jumlah), telaahnya akan menjadi kualitatif. Realitas ini akan menjadi aliran seperti metearealisme., idealism, naturalisme.
Dasar ontologi ilmu ini dirumuskan secara eksplisit yang menjadi  bidang telaah, maka ilmu membatasi dirihanya kepada kejadian yang bersifat empiris. Ilmu tersebut membuat asumsi mengenai objek-objek empiris. Secara terperinci ilmu ontologi mempunyai 3 asumsi dasar yaitu:
1.Asumsi pertama, menganggap bahwa objek-objek tertentu mempunyai keserupaan satu sama lain dalam bentuk struktur dan sifat.
2.Asumsi kedua, ilmu menganggap bahwa suatu benda tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu tertentu. Hal ini, bertujuan mempelajari tingkah laku suatu objek dalam suatu keadaan tertentu.
3.Asumsi Ketiga, ilmu menganggap bahwa setiap gejala bukan merupakan sesuatu kejadian yang bersifat kebetulan.
Ontology ini juga mempunyai metode yang memperkenankan 3 tingkatan abstraksi yaitu absraksi fisik, abstraksi bentuk, dan abstraksi metaphisik. Oleh karena itu, Ontologi   mempunyai 7 aliran dalam filsafat yaitu :
1.Aliran Monoisme, aliran yang berpendapat bahwa ada satu, tidak mungkin dua. Baik berasal dari sumber materi ataupun berupa ruhani.
2.Alira Meterialisme, aliran ini menganggap bahwa sumber yang asal itu adalah materi, bukan ruhan, diartikan bahwa zat mati merupakan kenyataan dan fakta.
3.Aliran Idealisme, yaitu sesuatu yang hadir dalam jiwa, karena dibalik realitas fisik pasti ada sesuatu yang tidak nampak dan sejatinya terletak dibalik fisik.
4.Aliran Daisme, aliran yang berpendapat bahwa benda terdiri dari dua macam, yaitu hakikat sebagai asal sumbernya seperti hakikat materi, roh, jasad, dan spirit. Yang mana kedua macam hakikat tersebut bebas dan berdiri sendiri.
5.Aliran Pluralisme, berbagai macam merupakan kenyataan.
6.Aliran Nihilisme, tidak ada satupun yang eksis, tetapi bila sesuatu itu ada, ia tidak dapat kita ketahui, dan meskipun telah diketahui, ia tidak akan dapat kita beritahukan kepada orang lain.
7.Aliran Agnostisisme, kesanggupan manusia untuk mengetahui hakikat benda.
Kajian Metafisika
Istilah Yunani mengatakan metafiska dalah hal-hal yang terdapat sesudah fisika. Menurut Aristoteles  mendefinisikan bahwa metafisika itu sebagai ilmu pengetahuan mengenai yang ada sebagai yang ada atau dilawankan. Metafisika dipergunakan baik untuk menunjukan filsafat pada umumnya maupun menunjukkan cabang filsafat yang mempelajari pertanyaan-pertanyaan mendalam.
Menuurut metafisika sendiri tidak menunjukkan bidang ekstensif atau objek material tertentu dalam penelitian, tetapi mengenai suatu inti yang termuat dalam setiap kenyataan, ataupun suatu unsur formal. Inti itu hanya tersentuh pada taraf penelitian paling fundamental, dan dengan metode tersendiri. Maka metafisika ini menunjukkan sebuah pemikiran dan merupakan refleksi filosofis mengenai kenyataan yang secara mutlak paling mendalam dan paling ultimate.
Objek Kajian Epsitemologi  
Epistemologi adalah bagian filsafat yang meneliti asal-usul asumsi dasar, sifat-sifat, dan bagaimana memperoleh pengetahuan menjadi penentu penting dalam menentukan sebuah model filsafat. Dengan ini epistemologi adalah suatu cabang filsafat yang mengkaji dan membahas tentang batasan, dasar dan fondasi, alat, serta tolak ukur validitas dan kebenaran ilmu, dan pengetahuan manusia. Dalam epistemologi terdapat banyak aliran, diantaranya adalah rasionalisme, empirisme, kritisme, fenomenologi, dan positivism. Disini kita akan membahas 5 aliran epistemologi tersebut berikut penjelasan:
1.Rasionalisme, menyatakan bahwa akal adalah dasar kepastian pengetahuan, sebagaimana pengetahuan yang benar itu diukur dengan akal.
2.Empirisme, menyatakan bahwa memilih pengalaman sebagai sumber utama  pengenalan dan yang dimaksud adalah baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi manusia.
3.Kritisisme, aliran yang memulai pelajarannya dengan menyelidiki batas-batas kemampuan rasio sebagai sumber pengetahuan manusia. Dimana objek pengenalan itu berpusat pada subjek bukan pada objek. Dimana kritisme dibagi menjadi 3 yaitu akal pikiran (rasionalisme), pengalaman (empirisme), iman dan hati (intuisme).  
4.Fenomenologi, suatu pengetahuan tentang kesadaran murni yang dialami manusia.
5.Positivisme, aliran yang menyatakan bahwa pengetahuan yang autentik hanyalah pengetahuan yang berdasarkan pengalaman nyata.
Objek Kajian Aksiologi
Aksiologi adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani yaitu axios yang berarti nilai, sesuai atau wajar, dan logos yang berarti ilmu. Dalam ruang lingkup kajian ini, mempunyai nilai merujuk pada pemikiran atau suatu sistemseperti politik, sosial dan agama.
Aksiologi ini adalah suatu nilai sebuah ilmu yang berkaitan dengan kegunaan. Aksiologi ini penting dikarenakan pada kenyataannya tidak semua orang yang memiliki penalaran tinggi selalu diikuti dengan perilaku yang baik. Aksiologi juga mempunyai aliran-aliran dalam filsafat yaitu seperti:
1.Pragmatism, aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.
2.Idealisme, aliran yang menilai baik buruknya perbuatan manusia, janganlah terikat pada sebab-musabab lahir, tetapi haruslah didasarkan atas prinsip kerohanian yang lebih tinggi.
3.Intuisionisme, suatu aliran yang menganggap adanya satu kemampuan tingkat tinggi yang dimilikki manusia, yaitu intuisi.
4.Hedonisme, aliran yang berpendapat bahwa perbuatan susila itu ialah perbuatan yang menimbulkan "hedone" kenikmatan dan kelezatan
Tokoh dan Karakteristik serta  Pemikiran Filsafat Yunani
*Yunani Klasik
Pada periode ini perkembangan filsafat sangat pesat karena besar minatnya orang terhadap filsafat. Aliran yang mengawali periode Yunani klasik adalah sofifme (cerdik/ pandai keahlian). Sofifme ini ada dalam bidang bahasa, politik, dan retorika.
*Kaum Sofis
Sofis, yang berarti seorang sarjana / cendekiawan. Kemudian sofis mempunyai pengertian yang kurang baik yaitu orang-orang yang pekerjaannya berupa dengan omongan besar dan memakai alasan-alasan yang dibuat agar korbannya yakin denganyang dikatakan. Ada 3 faktor yang mendorong timbulnya kaum sofis:
a)Perkembangan kota Athena secara pesat dalam bidang politik dan ekonomi.
b)Karena kebutuhan ilmu pendidikan
c)Karena adanya pergaulan dengan bangsa lain dikarenakan beberapa daerah pencuri terletak di pantai.
*Gorgias (480-380 SM)
Gorgias lahir di leontirai sicilia. Ia menjadi terkenal karena ajarannyadalam bidang retorika/ seni berpidato dan pandai berdebat. Menurutnya dalam berdebat bukan mencari kebenaran, tetapi bagaimana memenangkan perdebatan. Hasil pemikiran yang penting seperti:
a)Mencari keterangan tentang asal-usul yang ada
b)Bagaimana peran manusia sebagai makhluk yang mempunyai kehendak berfikir.
c)Norma yang sifatnya umum tidak ada, yang ada norma yang indivialistis (subjektivisme)
Adapun hal penting dalam sofifme, dalam melahirkan filsafat Yunani Klasik yang tokoh-tokoh filsafatdi pelopori oleh:
a)Socrates (469-399 SM)
Untuk riwayat  hidup scorates tidak banyak di ketahui akan tetapi sebagai sumber utama tentang socrotes di peroleh dari tulisan Aristphanes, xenoption, plato, dan aristoteles.
b)Plato (427-337 SM)
Plato adalah murid dari Socrates, ia dikenal sebagai ahli pikir dan sasstrawan yang lahir di Athena dengan namaasli Aristocles. Sebai titik tolak pemikiran filsafatnya, ia mencoba menyelesaikan permasalahan lama.
c)Aristoteles (384-322SM)
Aristoteles lahir di stageria, Yunani Utara pada tahun 384 SM, pada usia 17 tahun ia dikirim ke Athena untuk mengajar di Akademi Plato selama kira-kira 20 tahun,  hingga Plato meninggal. Setelah itu Aristoteles menjadi pengajar di Akademia Plato untuk mengajar logika dan retorika.
Jadi, pemikiran filsafat Aristoteles adalah tentang ide realitas yang sungguh-sungguh ada dan bukanlah yang umum. Tetapi seperti yang di kemukakan Plato, tetapi realitas terdapat pada yang khusus dan individual. Keberadaan manusia bukan di dunia ide, tetapi manusia berada yang satu persatu. Dengan demikian realitas itu terdapat pada yang konkret, yang bermacam-macam. Itulah realitas yang sesungguhnya.

KONTEN MENARIK LAINNYA
x