Mohon tunggu...
Samsul
Samsul Mohon Tunggu... Samsul

Don't compare yourself to anyone in this world. If you do it, then you are insulting yourself.

Selanjutnya

Tutup

Hukum

Peringatan HAM Sedunia, Keluarga Besar Mahasiswa FH Usu Menolak Statement Presiden Jokowi

9 Desember 2019   19:33 Diperbarui: 10 Desember 2019   14:01 42 0 0 Mohon Tunggu...
Peringatan HAM Sedunia, Keluarga Besar Mahasiswa FH Usu Menolak Statement Presiden Jokowi
dokpri

9 Desember 2019 Aliansi Mahasiswa Peduli Hak Asasi Manusia FH USU yang terdiri dari kader-kader organisasi Gerakan  Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) FH USU dan  SAPMA Pemuda Pancasila FH USU dalam rangka menyambut hari HAM SEDUNIA mengadakan acara Dialog Publik yang bertema "Angkatan Kerja Indonesia di Tengah Diskriminasi dan Tantangan Teknologi"Bekerjasama dengan Pemerintahan Mahasiswa FH USU.Dialog Publik ini diselanggarakan dengan tujuan membahas mengenai percepatan teknologi di dunia kerja akan menjadi ancaman bagi angkatan kerja di Republik Ini.Dalam UUD NRI 1945 dalam Pasal 27 ayat (2) Di Tegaskan bahwa "tiap-tiap Warga Negara berhak atas Pekerjaan dan Penghidupan layak bagi kemanusiaan". Untuk itu masyarakat mempunyai hak atas Pekerjaan, dan Negara wajib untuk memenuhinya"Ujar Yohannes Manalu selaku Gubernur Mahasiswa PEMA FH USU".Adapun Bung Mike selaku Komisaris GMNI FH USU dalam sambutannya mengatakan "Diskriminasi terhadap Pelamar kerja sering kali terjadi pada para Penyandang Disabilitas. Hal ini perlu kita tinjau bersama sebab Konstitusi kita telah menjamin setiap warga Negara untuk sejahtera dengan mendapatkan pekerjaan".

Ketua Subkom SAPMA Pemuda Pancasila FH USU, Refdy Oktora menyampaikan "Sebagai mahasiswa yang menjalani study di FH USU kita perlu untuk membahas mengenai hak asasi manusia untuk mendapatkan pekerjaan yang layak di masa yang akan datang''

"Tantangan teknologi juga perlu diperhatikan,di zaman Revolusi Industri 4.0  percepatan digitalisasi dan otomatisasi menjadi ancaman bagi angkatan kerja, bagaimana tidak, jumlah pengangguran yang meningkat dan lapangan kerja yang minim, akan menjadi momok bila tenaga manusia nantinya akan digantikan dengan treknologi" Ujar Ferdinan Pangaribuan selaku ketua Aliansi Mahasiswa Peduli HAM FH USU.

Dalam kegiatan  ini Selain itu Ferdinand Pangaribuan Menyatakan sikap menolak narasi presiden joko widodo mengenai penghapusan pegawai negeri sipil eselon 3 dan 4 yang akan mengantikan dengan teknologi Artifical Intelegence (kecerdasan buatan) atau robot.

Pernyataan  ini disampaikan karena menimbang bahwa diggantikannya eselon 3 dan 4 dengan robot tidak merupakan solusi bagi masyarakat Indonesia, dikarenakan masih banyaknya angkatan kerja yang membutuhkan lapangan pekerjaan, juga sumber daya manusia Indonesia yang belum siap untuk menggunakannya.

Oleh karena itu,kami dari Aliansi Mahasiswa peduli Ham , menghimbau kepada Presiden Joko Widodo serta instansi di bidang ketenagakerjaan, agar lebih memperhatikan angkatan kerja Indonesia. Juga dapat mengimplementasikan dengan baik Pasal 27 ayat (2) UUD NRI 1945 yang merupakan  hak bagi tiap-tiap warga Negara.

Juga dalam hal ini, Aliansi Mahasiswa Menghimbau agar kasus-kasus Ham  yang belum terselesaikan agar segara ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang berwenang. Juga untuk kepada seluruh mahasiswa, untuk tetap menyuarakan masyarakat yang termarginalkan, dan terutama masyarakat yang tidak mendapatkan haknya.          

Dialog publik diadakan pada pukul 14.00 Wib yang dihadiri juga oleh mahasiswa Fakultas Hukum, pada dialog public kali ini aliansi mahasiswa mengundang pemateri yang berkompeten di bidang nya yaitu Majda El Muhtaj dari Pusham Unimed, Dr. Dimpos Manalu dari Akademisi, Azhari M Latief dari Komunitas Mikir, Jhon Fawer dari Institut Sumatera, Santus dari Filsafatian dalam kegiatan dialog publik tersebut  Alif Rifqie selaku wakil ketua aliansi mahasiswa peduli HAM FH USU mempertanyakan kepada pemateri mengenaihal-hal apa saja yang perlu disiapkan oleh angkatan kerja Indonesia untuk menyambut rencana Presiden Jokowi Dodo tentang  pergantian eselon 3 dan  4 dengan robot.

Dalam dialog public ini segenap audiens  yang berhadir berharap agar pemerintah Indonesia harus membuat pertimbangan yang matang.mulai dari jumlah angkatan kerja, lapangan kerja,dan jumlah pengangguran wilayah

Negara tanpa batas (border less) akan sangat memudahkan  masuknya teknologi. Sehingga perkembangan dan kemajuan teknogi tidak bisa ditolak. Disini tantangan nasionalisme kita diuji, kita lebih memihak pada percepatan teknologi yang akan menyempitkan lapangan kerja,atau sedikit menghambat percepatan  teknologi demi tersedianya lapangan pekerjaan. 

Hal ini harus menjadi pertimbangan kita semua, demi Indonesia yang maju kedepannya. Diakhir dialog public Aliansi Mahasiswa membakar replica robot sebagai bentuk penolakan terhadap rencana robotisasi sekaligus harapan agar pemerintah menggali lagi potensi ratusan juta tenaga kerja Indonesia sebelum digantikan dengan robot. Sembari menyanyikan lagu Padamu Negeri acara ditutup dengan doa bersama agar bangsa dan Negara tetap berada dibawah lindungan sang Causa Prima.

VIDEO PILIHAN