Mohon tunggu...
Muhammad Dendy
Muhammad Dendy Mohon Tunggu... Seniman - menulis adalah obat hati

"saya adalah orang yang selalu ingin belajar dan selalu ingin mengembangkan segala potensi yang ada dalam diri saya"

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Anies-Sandi dan Revolusi Putih ala Prabowo

8 November 2017   14:53 Diperbarui: 8 November 2017   15:16 1857
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
http://kartun.inilah.com/read/detail/2414162/revolusi-putih-ala-prabowo

Beberapa waktu lalu saya sempat membuat artikel yang menyebutkan Anies-Sandi adalah "Panggung Politik" Prabowo. Saya rasa asumsi saya tersebut tentu beralasan, karena sebagai pemegang kekuasaan di Provinsi strategis yaitu DKI Jakarta. Tentu saja Prabowo akan memanfaatkan momen berpindahnya komando Ibukota ke tangan pihak oposisi dalam hal ini Gerindra dan PKS.

Sebaga pihak Oposisi alias berada diluar pemerintahan yang berkuasa, tentu saja Prabowo tidak memiliki kekuatan politik untuk menunjukkan kinerjanya. Sehingga kemenangan Anies-Sandi, tentu akan membuat Prabowo memiliki panggung untuk menunjukkan kinerjanya didepan Publik luas.

Anies-Sandi tentu adalah panggung Prabowo sebagai perantara untuk menunjukkan kepada publik luas dari ide Revolusi putih, yang diperkirakan akan menjadi salah satu program Pemprov DKI Jakarta kedepannya.

Bak Gayung bersambut, beberapa hari setelah kedatangan adik Prabowo Hashim Dojojohadikusumo pada 26 Oktober lalu ke Balaikota DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno berjanji akan melaksanakan usulan Prabowo melalui Hashim tersebut. Sandiaga Uno menganggap usulan tersebut begitu penting, sampai-sampai jikalau APBD DKI Jakarta 2018 mendatang tidak menghendaki usulan tersebut. Sandi akan menggandeng pengusaha alias dana CSR untuk menyukseskan dan menjalankan Program tersebut.

Hingga saat ini, belum ada dukungan langsung Anies Baswedan terhadap program usulan Prabowo tersebut. Akan tetapi keberadaan Sandi yang merupakan kader Gerindra sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Maka peluang untuk masuknya program tersebut ke meja kerja Balaikota tentu cukup besar.

Sedikit Flashback, pada Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu, ketika Gerindra menjadi partai pendukung Jokowi-Ahok. Usulan tersebut pernah di usulkan kepada Pemerintahan Jokowi-Ahok. Akan tetapi Jokowi-Ahok menolak program tersebut. Sehingga pupuslah harapan berjalannya program andalan Prabowo tersebut.

Revolusi putih tentu bukanlah program baru bagi Gerindra. Karena semenjak kelahiran partai Gerindra pada tahun 2008 silam. Revolusi Putih sudah menjadi andalan Prabowo hingga dibawa ketika Pilpres 2009 ketika prabowo menjadi Cawapres Megawati Soekarno Putri. Bahkan Hingga Pilpres 2014 pun, revolusi putih kembali menjadi andalan Prabowo dalam kampanyenya sebagai calon Presiden.

Sehingga Revolusi Putih bagaikan menjadi identitas Prabowo dan Gerindra. Dalam dunia internasional, Revolusi Putih bukanlah hal baru. India contohnya, sebagai Negara berkembang, India dahulu juga pernah menggelorakan Revolusi Putih yang sangat menyeluruh.

Pada tahun 1970, India adalah salah satu Negara yang melakukan Revolusi Putih secara besar-besaran. Dan konsep tersebut di prakarsai oleh DR. Verghese Kurien. Dengan adanya Revolusi Putih secara besar-besaran, maka semua remaja dan generasi muda India terbiasa minum susu hingga pada saat ini.

Saya rasa hal tersebutlah yang membuat Negara India kini sebagai salah satu bangsa pelopor perkembangan tekhnologi IT (Information And Tekhnology). Coba para pembaca cari Informasi, ada berapa orang India yang bekerja dan menjadi pemimpin di perusahaaan-perusahaan IT terkenal. Seperti Google, Yahoo, Youtube. Dan masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebutkan satu persatu.

India adalah Negara yang selangkah jauh lebih maju dibandingkan Negara berkembang lainnya, yang sukses melahirkan banyak ilmuwan-ilmuwan IT papan atas dunia. Meskipun India adalah Negara berkembang yang masih menghadapi masalah sosial dalam negerinya seperti pengangguran, kemiskinan, serta ketimpangan sosial.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun