Mohon tunggu...
Politik

Pelabuhan Ujung Jabung adalah Rekayasa

11 Oktober 2015   09:48 Diperbarui: 11 Oktober 2015   11:23 1001 0 0 Mohon Tunggu...

Pembangunan Jambi yang terlalu mengarah ke pantai timur akan menimbukan isu pemerataan. Primodialism dalam pembangunan akan mengarah pada konflik kepentingan.

Jambi bukan hanya Tanjabtim.

“Pelabuhan Samudera Ujung Jabung menjadi cita-cita rakyat Jambi, cita-cita kita, cita-cita kami para pemimpin, baik Gubernur Jambi, Bupati Tanjabtim, dan seluruh bupati se Provinsi Jambi,” HBA 2014

FAKTA

1. Pelabuhan Ujung Jabung tidak termasuk dalam 24 Prioritas pelabuhan dalam Peta Tol Laut Jokowi.
2. Pelabuhan Ujung Jabung hanya tercatat dalam Proyeksi program MP3EI warisan SBY yang masih dievaluasi oleh Jokowi karena perbedaan orientasi dengan konsep Nawacita
3. Kesepakatan pembangunan kawasan ujung jabung dengan investor Korea dan China masih dalam tahap MoU.
4. Ujung Jabung hanya masuk dalam tabel perencanaan pengembangan pelabuhan Tahun 2020 versi Menteri perhubungan era SBY (hatta rajasa) belum mendapat persetujuan pemerintah sekarang. (keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP.414 tahun 2013 tentang Penetapan Rencana Induk Pelabuhan Nasional),
5. terlalu dekat dengan Pelabuhan Utama Lainnya ( dari Tanjung api-api hanya 100 Mil) sehingga Pelabuhan Ujung Jabung nantinya bisa berstatus kelas II Perlabuhan Perintis.
5. Sebagian besar dari lahan 4.200 ha yang dijanjikan belum dibebaskan
6. Belajar dari #‎melawan_lupa‬ proyek ambisius pelabuhan ma Sabak yang digadang-gadang mampu menjadi Pelabuhan Samudera. pada kenyataaannya jalan ditempat dan kini menyandang status Pelabuhan pengumpul Lokal. Miris mengingat gegap gempitanya kampanye pembangunan pelabuhan ini di masa lalu (mirip sekarang). Kondisi infrastruktur jalan yang tidak layak untuk aktifitas bongkar muat serta sendimentasi sungai akibat eksploitasi di hulu membuat pelabuhan ini minim aktifitas. Ini Mubazir.
7. Walaupun Ujung Jabung masuk dalam ALKII, tapi sering di bypass oleh para pelaut karena imej bajak laut yang belum pupus.
8. Keberhasilan Sumsel mewujudkan impian memiliki bakal Pelabuhan Samudera ( Tanjung api-api) adalah kesalahan birokrat masa lalu akibat pembangunan jembatan ma Sabak yang kurang tinggi (12.50m) sehingga mengebiri pelabuhan tlg duku. Akibatnya 75% Eksport jambi sekarang melewati pelabuhan Dumai dan Palembang. karena hanya kapal tongkang yang bisa keluar masuk. ( Sungai batanghari sepi sekali sekarang )
9. 20% wilayah darat Kab tanjabtim (yang sebagian besar lahan gambut) adalah Taman Nasional Berbak ( 1.627 km² atau 142.750 ha versi wikipedia atau luas 162.700 hektar versi SK Menteri kehutanan SK No. 285/Kpts- II/1992) (penyumbang kebakaran hutan...asap yang kita hirup beberapa bulan terakhir ). Ini membuat Tanjabtim seharusnya lebih layak dijadikan wilayah konservasi dalam wilayah tata ruang propinsi.

Sebagai praktisi pelayaran, saya tentu sangat senang jika Jambi memiliki pelabuhan samudera sendiri. TAPI JANGAN DIPAKSAKAN.
mari belajar dari masa lalu. Jambi tidak masuk dalam perencanaan koridor ekonomi sumatera itu akibat salah kelola dari awal. pemda hanya menyajikan seremonial belaka dan melupakan potensi daerah sebenarnya.

Jika mimpi dan khayalan ini hanya menguntungkan segelintir elit (pengusaha sawit, petani sawit berdasi, broker batubara, dan cukong karet) maka lebih baik kubur saja mimpi itu.

Catatan :
1.Lebih dari 140 Pelabuhan di Indonesia terbengkalai karena minim aktifitas bongkar muat, mahalnya biaya logistik serta letaknya yang jauh tidak strategis.

2. Pengoptimalan pelabuhan Tlg duku, Kuala tungkal dan Ma Sabak lebih baik dilakukan daripada membangun mimpi baru.

3. Mengapa tidak berfokus pada peningkatan infrastruktur jalan yang jelas-jelas akan meningkatkan tingkat ekonomi rakyat.

4. Kembalikan fungsi sungai batang hari sebagai jalur transportasi. perbaiki DAS batanghari yang dieksploitasi di hulu karena semakin lama batanghari semakin dangkal karena sendimentasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x