Kesehatan

Variabel Konten Pesan dalam Buku "Handbook of Health Communication"

4 Desember 2017   06:52 Diperbarui: 4 Desember 2017   08:49 443 0 0

Dalam tulisan ini akan membrikan identifikasi mengenai variabel-variabel penting dalam beberapa teori dan model komunikasi kesehatan yaitu arus utama dan menempatkannya dalam kerangka desain pesan.

VARIABEL KONTEN PESAN

Stimuli

Yang paling pertama yang dilakukan oleh perancang pesan adalah memutuskan bagaiaman untuk menjangkau audiens secra lebih efektif agar mereka mau mendengar dan memperhatikan dengan sungguh sebuah pesan yang kita sampaikan. Sngkatnya, mereka mencoba membuat pesan penting untuk audiens.

Seorang perancang pesan khususnya dalam ranh kesehatan harus menciptakan kognisi yang mengarah pada sebuah motivasi, terdapat beberapa pilihan yaitu fitur pesan diantaranya vividness, placement, repetition di suatu media massa contohnya "ini penting bagi kesehatan Anda."

Variabel Motivasi

Dalam menciptakan perhatian dan relevansi pribadi, rangsangan sangatlah penting, namn ada yang dikenal dengan istilah motivasi yaitu pusat bagaimana sebuah pesan diproses dan dilakukan tindakan apa atau tidak.

Takut

Ketakutan adalah suatu respons yang afektif terhadap seseorang, kejadian, atau objek yang dianggap signifikan dan relevan secara pribadi.

Ancaman

Seseorang akan menilai suatu bahaya yang dapat terjadi dan menempatkan dirinya dalam keadaan bahaya jika merasa terancam. Ancaman ini digunakan saat melakukan kamoanye terhadap pemakai ganja.

Perceived Severity

Tingkat keparahan atau keseriusan ancaman kesehatan terkait untuk besarnya kerugian yang diyakini merupakan konsekuensi dari ancaman tersebut. Jika sebuah Orang tidak merasakan ancaman kesehatan menjadi serius, maka dia kemungkinan akan meninggalkannya pemrosesan lebih lanjut dari pesan. Sebaliknya, perancang pesan yang mampu melakukan persepsi Tingkat keparahan yang dirasakan ringan dapat meyakinkan individu bahwa tidak hanya negatif Konsekuensinya akan menimpa mereka jika tindakan tidak dilakukan, tapi konsekuensinya akan sangat menghancurkan.

Penilaian Sumber Daya dan Lingkungan

 Ketika individu menilai sumber daya dan lingkungan mereka yang ada, mereka melakukan inventarisasi dan mencoba untuk mencari tahu tidak hanya pilihan apa yang bisa bekerja untuk mencegah ancaman tapi juga tingkatnya ke mana mereka bisa menggunakan opsi tersebut untuk mencegah ancaman tersebut.

Respons Khasiat.

Individu dapat bervariasi dalam keyakinan mereka tentang apakah  Respons yang direkomendasikan benar-benar bekerja dalam mencegah ancaman

Self-Efficacy. Self-efficacy (atau harapan efikasi) didefinisikan sebagai persepsi kemampuan untuk mencapai hasil melalui tindakannya sendiri

Ada banyak faktor yang mempengaruhi self-efficacy seseorang. Pertama, self-efficacy bersifat dinamis dan timbal balik Kedua, self-efficacy adalah context-bound Ketiga, self-efficacy yang dirasakan orang tersebut pasti akan terpengaruh secara negatif. Perancang pesan, oleh karena itu harus memperhitungkan tindakan apa yang dianjurkan, apakah Ini mempengaruhi lingkungan dari mana ancaman itu berasal

Hambatan untuk Self-Efficacy.

 Hambatan untuk self-efficacy bertindak sebagai hambatan terhadap kinerja dari respon yang direkomendasikan

Manfaat.

Mengidentifikasi dan menyebutkan manfaat yang terkait dengan penghindaran kesehatan Ancaman bisa menjadi mekanisme yang ampuh untuk mempromosikan tindakan

Norma sosial.

Selain self-efficacy, dan dirasakan hambatan dan tunjangan, Norma sosial yang dirasakan dapat sangat mempengaruhi perilaku anggota audiens target.

Sikap dan Keyakinan sebelumnya.

Sikap dan kepercayaan orang mempengaruhi bagaimana mereka menilai dan bergerak maju dengan pemrosesan pesan.

Variabel luar

 Hasil Niat dan Perilaku.

Ketika sampai pada evaluasi hasil pesan, banyak dari variabel teoritis yang dibahas dalam bab ini digunakan untuk menentukan apakah perubahan terjadi

"Tidak ada tanggapan"

terhadap sebuah pesan berarti itu Hasil yang tidak diinginkan atau tidak diinginkan dihasilkan dari pesan. Hasil yang diinginkan termasuk perubahan sikap, kepercayaan, niat, dan perilaku yang sesuai dengan rekomendasi pesannya.

Respon Kontrol Bahaya                          

Pesan juga bisa memicu "respons pengendalian bahaya". Respon ini biasa terjadi saat pesan menarik rasa takut memotivasi penonton anggota untuk bertindak dan penilaian mereka atas sumber daya yang ada dan lingkungan menuntun mereka untuk percaya bahwa mereka mampu "mengendalikan bahaya".

Respon kontrol Ketakutan.

Respon ini terjadi saat pesan banding ketakutan telah meyakinkan penonton anggota yang ancamannya nyata tapi penilaian mereka terhadap sumber daya dan lingkungan hidup membuat mereka percaya bahwa mereka tidak dapat melakukan apapun tentang ancaman tersebut.