Humaniora

Komunikasi yang Efektif antara Orang Tua dengan Anak

15 November 2017   13:42 Diperbarui: 15 November 2017   13:53 177 1 0

Memiliki keluarga yang bahagia adalah dambaan setiap insan. Tetapi di zaman modern saat ini, ikatan keluarga tampaknya bukan hal yang mudah untuk dijalin dengan baik. Komunikasi adalah salah satu hal yang melatarbelakangi erat atau tidaknya hubungan sebuah keluarga. Anak-anak yang dibesarkan dalam keluarga yang bahagia umumnya akan terbentuk menjadi makhluk sosial yang bertanggung jawab dan lebih percaya diri. Komunikasi selalu menjadi bagian terpenting dalam hal pengasuhan anak.

Sayangnya banyak orang tua seringkali melakukan komunikasi satu arah kepada anak dengan cara memerintah. Padahal apa yang baik bagi kita, belum tentu baik menurut anak kita. Di sinilah peran komunikasi untuk membantu menyatukan pendapat antara orang tua dan anak. Seringkali seorang anak yang tidak sependapat atau tidak memiliki komunikasi yang baik dengan orang tuanya, cenderung tertutup bahkan memberontak kepada orang tuanya.

Komunikasi yang efektif selalu ditemukan dalam keluarga yang memiliki hubungan orangtua-anak yang kuat. Bahkan, hal ini sangat mempengaruhi kualitas kedekatan keluarga. Banyak penelitian yang menemukan bahwa kualitas komunikasi orangtua-anak mempengaruhi perkembangan mereka. Karena itu, orang tua perlu menumbuhkan sikap yang tepat dan mempelajari keterampilan komunikasi yang efektif untuk menguatkan hubungan antara orang tua dan anak.

Berikut beberapa tips dalam membangun komunikasi yang efektif dengan anak, diantaranya:

  • Jadilah pendengar yang baik

Ketika anak anda sedang bercerita, usahakan jadilah pendengar yang baik sehingga anak anda merasa anda benar-benar tertarik mendengar ceritanya. Tanyakan kepada mereka tentang kegiatan di sekolah. Jangan mengalihkan pembicaraan anak.

  • Mengontrol anak

Dunia televisi dan internet sudah tidak bisa terpisahkan dari kehidupan kita, tanpa terkecuali anak-anakpun juga sudah diperkenalkan dunia teknologi oleh lingkungan rumah maupun sekolah.

Sebagai orang tua yang baik, usahakan agar apa yang anak anda kerjakan di rumah yang berhubungan dengan teknologi, hendaknya selalu terkontrol dan dalam pengawasan anda. Sambil anda mengajaknya berbicara, anda bisa menjelaskan dampak baik buruknya. 

Anda juga dapat memperkenalkan suatu nama benda ataupun binatang dan tumbuh-tumbuhan yang sedang anak tonton. Sehingga anak bisa memahami antara menonton acara yang bermanfaat ataupun yang tidak. Jangan melepas anak begitu saja. Sifat anak yang polos membuat anak mudah meniru apa yang mereka lihat dan dengar.

  • Menghargai prestasi anak

Apapun yang anak lakukan selama masih batasan yang baik, usahakan agar anak selalu mendapat pujian dari anda hati anak menjadi senang. Jangan pelit memberikan pujian kepada anak anda sehingga anak merasa diperhatikan oleh anda. Jika anda mengalami kegagalan, berusahalah untuk selalu menghiburnya.

  • Mengatakan sesuatu dengan lebih positif

Anda mungkin tipe orang tua yang sering menggunakan intonasi yang keras. Hindarilah hal tersebut karena akan membuat anak menjadi takut dan akhirnya tidak percaya diri dengan anda. Anda bisa mengganti dengan kata-kata dan intonasi yang lembut seperti "kalo kamarnya dirapikan akan lebih rapi dan nyaman, sayang". Anda juga bisa mencurahkan rasa sayang anda dengan selalu mengatakan "ibu tambah sayang padamu nak".

  • Tidak malu untuk meminta maaf

Tidak selamanya kesalahan datang dari anak. Orangtua pun sering melakukan kesalahan kepada anaknya. Segeralah meminta maaf kepada anak anda apabila anda berbuat kesalahan. Jangan malu dan merasa gengsi. Sifat meminta maaf kepada anak jika melakukan kesalahan, akan membuat anak bersikap rendah hati dan mudah meminta maaf serta memaafkan.

  • Mengajak anak berdiskusi

Jika anda sedang mengalami masalah dalam keluarga anda, berilah sedikit ruang untuk anak anda menanggapi dan memberikan respon positif terhadap masalah anda sehingga anak merasa bahwa ide mereka sangat anda butuhkan.

Namun apabila masalahnya tidak memungkinkan anak anda untuk ikut didalamnya, sebaiknya anda jangan membicarakan masalah anda didepannya yang hanya membuat anak anda menjadi pendengar saja dan menjadi beban mentalnya.