Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Penulis - Content Writer

Penyuka Sepak Bola. Segala tulisan selalu tak luput dari kesalahan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Ismaila Sarr Antarkan Liverpool Kembali ke Bumi

1 Maret 2020   12:26 Diperbarui: 1 Maret 2020   12:19 179
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sarr cetak dua gol dan satu asis untuk Watford di Vicarage Road Stadium (1/3). | Reuters.com

Hasil laga antara Watford vs Liverpool sebenarnya sulit diprediksi. Pertama, karena Watford adalah tim yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi. Kedua, karena secara permainan Liverpool mulai kehilangan daya dobrak meski tetap konsisten meraih kemenangan di Premier League.

Faktor pertama seringkali menjadi batu sandungan besar bagi setiap klub papan atas termasuk Liverpool. Bahkan, jika disuruh memilih Liverpool pasti lebih menginginkan bertemu dengan Chelsea, Manchester City, Manchester United, dan Arsenal.

Karena permainan klub-klub yang kekuatannya tidak berbeda jauh akan lebih bermain hati-hati atau malah bermain terbuka. Jika bermain hati-hati maka permainan akan berkutat di area tengah dan ini akan membuat Liverpool seringkali mampu merubah tempo tersebut dengan bermain lebih cepat.

Keuntungannya akan sama seperti ketika bermain terbuka. Liverpool juga pasti akan memiliki momen untuk dapat memukul mundur lawannya, meski mereka juga pasti akan mendapat serangan dan berisiko untuk dibobol oleh lawan.

Lalu, bagaimana dengan melawan klub yang berada di papan bawah?

Mereka biasanya berorientasi pada dua hal, yaitu pertahanan kokoh dan menyerang cepat untuk menghasilkan gol. Pola tersebut sudah pasti menjadi menu utama agar dapat merepotkan permainan tim papan atas yang biasanya dibiarkan menguasai bola sepanjang pertandingan.

Statistik laga. | Google.com/PremierLeague
Statistik laga. | Google.com/PremierLeague
Hal ini juga terjadi di laga melawan Watford (1/3). Watford membiarkan Liverpool menguasai bola, namun mereka berupaya mengincar peluang untuk menyerang balik. Skema itu baru berjalan semakin lancar di babak kedua. Dikarenakan Liverpool mulai terlihat deadlock dan semakin ingin mendominasi pertahanan lawan, namun abai dengan garis pertahanannya.

Sebenarnya apa yang terjadi pada malam di Vicarage Road Stadium itu sudah mulai terendus di laga-laga lain yangmana The Reds seringkali hanya mampu menang tipis. Artinya, Liverpool hanya tinggal menunggu waktu, bahwa akan ada klub yang mampu menghempaskannya kembali ke Bumi ketika mereka seringkali dianggap menang karena keberuntungan.

Hasil 4 laga terakhir Liverpool sebelum melawat ke markas Watford. | Google.com/PremierLeague
Hasil 4 laga terakhir Liverpool sebelum melawat ke markas Watford. | Google.com/PremierLeague
Keberuntungan adalah part of the game. Selama ada upaya menciptakan peluang yang terus-menerus dilakukan, keberuntungan akan dapat datang sewaktu-waktu untuk mengesahkan upaya itu menjadi hasil. Hal ini juga berlaku untuk ketidakberuntungan.

Tidak sedikit, klub-klub yang bermain cukup baik justru gagal menang. Namun, kali ini Watford memecah kebuntuan itu. Troy Deeney dkk. akhirnya dapat menjadi aktor pertama yang dapat menggagalkan tim asuhan Jurgen Klopp untuk terbang sangat tinggi dengan angan-angan menjadi The Invincibles di era baru.

Klopp legawa dengan kekalahan ini, dan bersiap kembali bermain maksimal di pertandingan selanjutnya. | Reuters.com
Klopp legawa dengan kekalahan ini, dan bersiap kembali bermain maksimal di pertandingan selanjutnya. | Reuters.com
Meski demikian, kekalahan itu bukan menjadi akhir bagi Liverpool. Mereka tetaplah calon juara dan masih mustahil untuk digagalkan, karena jaraknya juga masih sangat lebar dengan Manchester City maupun klub-klub lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun