Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Tidak Bermain Bagus, tetapi Manchester United Menang Telak

24 Februari 2020   07:15 Diperbarui: 24 Februari 2020   07:17 56 4 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tidak Bermain Bagus, tetapi Manchester United Menang Telak
Senyum kemenangan Solskjaer di pekan 27 Premier League 2019/20. | Sumber gambar: Reuters.com

Bagi penggemar permainan Barcelona perlu menjauhkan pandangannya tentang bermain bagus untuk dapat memenangkan pertandingan. Bahkan, bagi penggemar Arsenal yang mengikuti klub tersebut sejak era kepelatihan Arsene Wenger, mereka juga perlu menjauhkan persepsinya tentang bermain cantik untuk dapat meraih hasil maksimal.

Manchester United terlihat tidak perlu melakukannya. Orientasi permainannya hanyalah mencari hasil demi dapat mendekati zona 4 besar di akhir klasemen. Itulah yang terlihat di laga pekan 27 saat menjamu Watford (23/2).

Martial kembali mencetak gol untuk menggantikan produktivitas Rashford yang masih cedera. (Reuters.com)
Martial kembali mencetak gol untuk menggantikan produktivitas Rashford yang masih cedera. (Reuters.com)
Melawan tim papan bawah, Man. United ternyata tidak bermain seperti yang biasanya mereka lakukan saat bertemu tim papan bawah; mendominasi permainan. Meski di laga ini terlihat cukup dominan, apalagi melihat jumlah peluangnya, namun sebenarnya mereka tidak terlalu dominan.

Secara skor mereka memang jauh lebih baik, karena dapat unggul di babak pertama dan mencetak dua gol tambahan di babak kedua yang membuat skor akhir menjadi 3-0 untuk keunggulan The Red Devils. Namun seperti judulnya, permainan tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu dapat disebut seperti permainan tim medioker.

Momen di babak pertama yang nyaris menghadirkan gol bagi Deeney. (Reuters.com)
Momen di babak pertama yang nyaris menghadirkan gol bagi Deeney. (Reuters.com)
Tidak kompak dalam bertahan, juga tidak jelas dalam mengelola bola di lini tengah. Namun secara serangan, memang Harry Maguire dkk. lebih berbahaya dibandingkan Watford.

Pada tim tamu, Troy Deeney dkk. cenderung kacau di lini belakang dan tidak jelas visi menyerangnya. Ini membuat ketajaman Deeney yang biasanya menakutkan ketika melawan tim besar tak terlihat, dan peluang-peluang yang dimiliki Gerard Deulofeu juga tak begitu mengancam gawang David De Gea.


Statistik pertandingan MUNWAT (23/2). (Google.com/premierleague)
Statistik pertandingan MUNWAT (23/2). (Google.com/premierleague)
Nilai bagusnya justru pada lini tengah mereka yang dapat bertarung dengan para pemain tengah Man. United. Seandainya Man. United tidak memiliki pemain tengah yang bervisi menyerang sebagus Bruno Fernandes bisa saja Man. United mengalami frustrasi ketika gagal memenangkan duel di lapangan tengah.

Hal ini dapat terlihat di sekitar menit 65 sampai 70-an yang menggambarkan betapa kacaunya permainan yang ditunjukkan kedua tim, namun Watford terlihat lebih siap untuk terus bergerak mencari bola liar. Sedangkan para pemain Man. United terlihat banyak melakukan gagal komunikasi ketika bertahan maupun mengambil keputusan saat menguasai bola.

Greenwood cetak gol killing the game di Old Trafford. (Reuters.com)
Greenwood cetak gol killing the game di Old Trafford. (Reuters.com)
Pemandangan ini jelas unik jika mengingat Man. United adalah klub bernama besar dan memiliki beberapa pemain yang lebih bagus dibandingkan tim tamu. Namun, secara permainan mereka bisa dikatakan "nggak banget".

Solskjaer memberikan instruksi kepada pemainnya. (Reuters.com)
Solskjaer memberikan instruksi kepada pemainnya. (Reuters.com)
Meski demikian, secara orientasi untuk menang mereka dapat dikatakan berhasil, karena dapat menghasilkan tiga gol dan tanpa kebobolan. Kemenangan itu jelas dapat memberikan nilai penting bagi mereka untuk terus mendaki klasemen sementara Premier League dan menjaga peluang untuk tetap di atas Arsenal.

Hanya, kemenangan tersebut tidak dapat menjadi tolak ukur keberhasilan Man. United jika mereka harus berhadapan dengan klub yang secara permainan lebih bagus dari Watford. Begitu pula dalam hal menghadapi serangan lawan, bisa saja lini pertahanan Man. United dapat digempur dan dibobol oleh lawan-lawannya yang lebih tajam dibandingkan Watford.

Nigel Pearson gagal bawa timnya merepotkan MU di Old Trafford. (Reuters.com)
Nigel Pearson gagal bawa timnya merepotkan MU di Old Trafford. (Reuters.com)
Artinya, kemenangan Man. United ini bukanlah patokan bahwa mereka dapat menjamin kemenangan setiap pekan. Karena mereka tidak selamanya menghadapi klub yang di lini belakang dan depan sekacau Watford. Solskjaer harus dapat membuat perkembangan dalam hal skema permainan jika mereka sudah cukup bagus dalam hal menyerang.

Begitu pula dalam hal bertahan. Mereka harus lebih banyak mengevaluasi pertahanannya berdasarkan pertandingan ini. Karena, di pekan Premier League selanjutnya ataupun di laga lanjutan Liga Eropa mereka pasti akan menghadapi tim-tim yang lebih trengginas dan capable dalam memanfaatkan setiap inch kesalahan lini pertahanan mereka.

Jadi, tetap merendah Man. United! Ini belum usai!

Malang, 23-24 Februari 2020
Deddy Husein S.

Berita terkait:

Liputan6.com dan Kompas.com.

VIDEO PILIHAN