Mohon tunggu...
Deddy Husein Suryanto
Deddy Husein Suryanto Mohon Tunggu... Pengamat Sosial

Penyuka Sepakbola, Penulis Biasa nan Sederhana (PBS), dan berharap selalu dapat menginspirasi dan terinspirasi. Cinta Indonesia. Segala tulisan selalu tak luput dari kekhilafan. Jika mencari tempe, silakan kunjungi: https://deddyhuseins15.blogspot.com Iseng-iseng unggah video di https://m.youtube.com/channel/UCmc1Ubhzu3PPCG3XXqcGExg

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Seto Nurdiyantoro Siap Menjadi Spesialis Liga 2

31 Januari 2020   14:13 Diperbarui: 31 Januari 2020   14:15 65 5 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Seto Nurdiyantoro Siap Menjadi Spesialis Liga 2
Preskon Seto Nurdiyantoro bersama klubnya di musim 2020, PSIM Yogyakarta. | Sumber gambar: Bolalob.com

Judul ini tidak menggiring pada opini meremehkan kualitas melatih Seto Nurdiyantoro, melainkan hanya merujuk pada kembalinya Seto ke Liga 2 dan melatih klub lain di Yogyakarta.

Sejak keberhasilannya membawa PSS berada di zona 10 besar (finish ke-8) Liga 1 2019, nama Seto semakin membahana bagi penikmat sepak bola Indonesia. Bahkan, hal ini juga tak lepas dari apresiasi para pengamat sepak bola yang mengakui kinerjanya.

Klasemen akhir Liga 1 2019. | Sumber gambar: Goal.com
Klasemen akhir Liga 1 2019. | Sumber gambar: Goal.com
Namun, dengan keberhasilannya itu ternyata Seto tidak memiliki jaminan untuk bertahan di klub asal Sleman, Yogyakarta tersebut. Begitu pula untuk bertahan di Liga 1.

Ketika berbagai klub Liga 1 sedang sibuk di bursa transfer dan membenahi struktur pelatih, nama Seto ternyata juga tak mampir. Hingga akhirnya kaki Seto tetap memijak bumi Yogyakarta dan melatih klub yang berkompetisi di Liga 2, PSIM.

Menarik, karena dengan namanya yang semakin besar, Seto ternyata tidak anti dengan kompetisi kasta kedua di Indonesia tersebut. Justru kehadirannya di Liga 2 membuat peluang PSIM untuk promosi ke Liga 1 semakin terbuka. Mengapa?

Alasan pertama, jelas karena Seto pernah melakukan hal serupa untuk PSS. Mereka juga merupakan klub promosi di musim kemarin dengan menjadi juara Liga 2 2018. Artinya, Seto cukup tahu bagaimana cara untuk klub asuhannya promosi ke Liga 1.

Alasan kedua, karena Seto mampu bertarung di Liga 1 dan berhasil menempatkan PSS di atas Arema FC, Persija, Persela, hingga sang jawara Piala Indonesia 2018/19; PSM. Artinya, PSS di tangan Seto dapat memberikan perlawanan sengit, meski di akhir musim terlihat kabar bahwa PSS sedang "compang-camping".

Alasan ketiga adalah berdasarkan pernyataan sebelumnya, bahwa Seto mampu mengajak para pemain tetap fokus pada permainan di lapangan meski mereka sedang digusarkan oleh kondisi tim manajemen. Melihat hal itu PSIM bisa saja akan dibawa ke cara kerja yang sama.

Apalagi PSIM dikabarkan juga sempat mengalami kesulitan dalam tubuh tim manajemen yang kemudian diperparah dengan ketidakmampuan para pelatihnya untuk mengonsentrasikan para pemainnya di atas lapangan. Sehingga, langkah mendaratkan Seto dapat dikatakan tepat.

Alasan keempat adalah Liga 2 bukanlah kompetisi asing bagi pelatih-pelatih lokal yang berkompeten. Terbukti, di Liga 2 2019 kemarin terdapat Widodo C Putro dengan Persita dan sempat terdapat Aji Santoso yang pada akhirnya kembali ke Liga 1 melatih Persebaya.

Kini, Seto tidak perlu canggung dengan situasi persaingan di Liga 2. Karena dapat dipastikan bahwa beberapa klub di Liga 2 terdapat banyak pelatih berkualitas yang siap bersaing dengannya.

Keempat alasan itu jelas memberikan nilai positif bagi PSIM, termasuk Seto yang perlu menambah jam terbang dalam hal kepercayaan publik. Seto jelas akan memiliki dukungan besar dari publik PSIM.

Namun, Seto akan kehilangan satu hal ini ketika kembali ke Liga 2. Yaitu bertarung dengan pelatih-pelatih papan atas.

Melalui rekam jejak di musim lalu, Seto seharusnya memiliki peluang untuk membuktikan dirinya dalam beradu taktik. Termasuk dengan pelatih-pelatih asing yang biasanya memiliki filosofi sepak bola yang berbeda.

Hal ini terasa berkurang jika berada di Liga 2 meski tak menutup kemungkinan terdapat beberapa klub yang dilatih oleh pelatih asing. Namun, Seto perlu kesempatan yang lebih. Apalagi Indonesia kini sangat menginginkan adanya pelatih-pelatih lokal yang sanggup membawa klubnya mampu bersaing sengit hingga menjuarai kompetisi tersebut.

Jika boleh merujuk ke riwayat Liga Indonesia, sudah sulit untuk melihat klub-klub Indonesia juara dengan pelatih lokal. Tidak ada lagi nama Daniel Rukito, Jaya Hartono, hingga nama-nama seperti Rahmad Darmawan dan Djadjang Nurdjaman yang kini tak jarang berada di atas daun talas ketika klub-klub yang dilatihnya gagal konsisten.

Maka dari itu, kehadiran Seto di Liga 1 seharusnya tak hanya numpang lewat. Dia harus memiliki jatah pentas di panggung tersebut secara konstan. Apalagi jika dia memiliki proyek masa depan untuk melatih timnas, maka konsistensi berada di kompetisi papan atas harus berada di genggamannya.

Namun, kesempatan melatih PSIM ini tetap memiliki nilai positif bagi Seto, jika dia berhasil membawa klub Liga 2 kembali juara dan promosi ke Liga 1. Melalui pembuktian itu, kepercayaan publik secara umum akan semakin besar padanya.

Begitu pula dengan kepercayaan dari sebuah klub yang ingin membuat program besar yang serius dan bertahap bersamanya. Perlu diketahui, bahwa sebuah keberhasilan dari sebuah klub dimulai dari kepercayaan tim manajemen kepada pelatih.

Kemudian kepercayaan itu menghasilkan kesempatan bagi talenta-talenta pelatih lokal seperti Seto untuk membuktikan diri. Jika tim manajemen percaya terhadap pelatihnya, maka pelatihnya akan tanpa beban untuk membawa para pemainnya ke visi-misinya.

Baca juga: Empat Modal Penting Bali United di Liga 1 2019

Namun, memang perlu usaha keras, diantaranya adalah dengan bentuk permainan yang bagus dan prestasi. Semoga Coach Seto mampu menjawab tantangan tersebut bersama PSIM.
Selamat bekerja, coach!



Malang, 31 Januari 2020
Deddy Husein S.

Berita terkait:

Indosport.com, Bola.com 1, Bola.com 2.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x